- PBSI
Malaysia Open 2026: Hadapi Wakil Jepang, Putri KW Buru Ritme di Turnamen Pembuka Musim
Jakarta, tvOnenews.com - Putri Kusuma Wardani (Putri KW) memulai langkahnya di Malaysia Open 2025 dengan bekal kepercayaan diri yang cukup solid.
Jadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri, Putri KW akan menghadapi wakil Jepang, Manami Suizu, pada laga pembuka turnamen BWF World Tour Super 1000 yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari.
- PBSI
Modal positif Putri datang dari pertemuan terakhir mereka. Pada Macau Open 2024, Putri mampu menaklukkan Suizu dalam dua gim langsung, hasil yang menjadi bekal penting jelang pertemuan ulang di awal musim ini.
Hasil undian menempatkan Putri di bagan bawah. Jika mampu melangkah konsisten, ia berpeluang mencapai perempat final sebelum kemungkinan berjumpa unggulan kedua asal China, Wang Zhi Yi.
Pada Malaysia Open edisi sebelumnya, Putri harus menghentikan langkahnya di babak delapan besar usai kalah dari pemain senior Thailand, Ratchanok Intanon. Perempat final tersebut juga menjadi capaian terbaik Putri sejak pertama kali tampil di turnamen ini pada 2022.
Menjelang turnamen pembuka musim, Putri baru kembali menjalani latihan penuh setelah sempat mengambil waktu pemulihan usai tampil di BWF World Tour Finals 2025. Fokus utamanya kini adalah mengembalikan kondisi fisik sekaligus merasakan kembali ritme permainan.
“Setelah World Tour Finals selesai, saya butuh waktu untuk menyegarkan fisik dan pikiran. Pelatih memberi libur beberapa hari, dan sekarang kondisi saya sudah jauh lebih segar,” ujar Putri dalam keterangan resmi PP PBSI.
Persiapan menuju Malaysia Open dijalaninya sekitar 10 hari dengan tahapan yang bertahap. Pada awal latihan, porsi fisik diperberat sebelum akhirnya masuk ke sesi teknik menjelang turnamen.
“Di awal latihan fokusnya fisik, latihannya cukup berat. Dua hari terakhir baru lebih banyak ke teknik,” jelasnya.
Mengawali musim dari turnamen sekelas Super 1000 membuat Putri memilih bersikap realistis. Ia tidak ingin memasang target terlalu tinggi dan lebih menjadikan turnamen ini sebagai tolok ukur kesiapan menghadapi musim yang panjang.
“Deg-degan pasti ada karena mulai lagi dari awal. Tapi ini turnamen pembuka, yang penting saya bisa bermain lepas dan nyaman,” ungkap Putri.
Malaysia Open dikenal sebagai turnamen dengan tingkat persaingan tinggi di awal tahun. Bagi Putri, ajang ini menjadi kesempatan awal untuk kembali menemukan konsistensi permainan.
Pada Malaysia Open 2025, Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri. Sementara Gregoria Mariska Tunjung absen setelah mendapat proteksi peringkat untuk menjalani pemulihan akibat vertigo.
Selain Putri, Indonesia juga menurunkan Jonatan Christie dan Alwi Farhan di sektor tunggal putra. Di nomor ganda putra, Indonesia mengandalkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta pasangan nonpelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Sektor ganda putri diwakili Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, sedangkan ganda campuran menurunkan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Indonesia terakhir kali meraih gelar juara Malaysia Open pada edisi 2023 melalui pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
(aes)