- PBSI
Tanpa Gelar di All England 2026, PBSI Tetap Apresiasi Progres Pemain Muda
PBSI pun berencana melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim pelatih dan staf pendukung di pelatnas guna meningkatkan performa atlet pada turnamen-turnamen besar berikutnya.
“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar."
"PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi,” papar Eng Hian.
Ia juga menyadari besarnya harapan masyarakat Indonesia terhadap prestasi bulutangkis nasional, terutama pada turnamen bersejarah seperti All England.
“Kami juga memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan," jelas Eng Hian
"Kami juga mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang terus diberikan kepada tim bulutangkis Indonesia,” katanya.
Setelah turnamen tersebut, tim Indonesia dijadwalkan melanjutkan rangkaian kompetisi di Eropa dengan mengikuti Swiss Open yang masuk kalender BWF World Tour.
Ajang itu diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk kembali menunjukkan performa terbaik sekaligus membawa pulang hasil positif bagi Indonesia.
(aes)