news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rachel/Febi melesat ke semifinal Indonesia Masters 2026.
Sumber :
  • PBSI

Kejuaraan Asia 2026: Dihentikan Unggulan Kelima, Rachel/Febi Akui Kurang Tenang dan Berani di Lapangan

Rachel/Febi langsung lakukan evaluasi usai terhenti di perempatfinal Kejuaraan Asia 2026.
Sabtu, 11 April 2026 - 14:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, menyoroti pentingnya keberanian serta ketenangan setelah langkah mereka terhenti di babak perempat final Kejuaraan Asia 2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, mereka harus mengakui keunggulan pasangan Jepang unggulan kelima, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto, lewat kekalahan dua gim langsung dengan skor 11-21, 16-21.

Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum di Kejuaraan Beregu Asia 2026.
Sumber :
  • PBSI

Rachel mengungkapkan bahwa menghadapi pemain kelas dunia menuntut mental yang lebih kuat, terutama dalam hal keberanian. Ia mengakui bahwa aspek tersebut masih menjadi tantangan yang perlu diperbaiki bersama pasangannya. 

“Banyak yang harus dievaluasi, khususnya ketenangan. Karena lawan pemain top itu butuh berani dan kadang masih ada takut-takutnya,” ujar Rachel dalam keterangan resmi PP PBSI.

Selain itu, ia menilai laga tersebut memberi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya mereka berhadapan dengan pasangan Jepang tersebut, yang dikenal memiliki serangan variatif dan sulit dihentikan.

“Ini pertemuan pertama kami, lawan sulit dimatikan dan banyak variasi serangannya,” katanya.

Pada gim kedua, Rachel/Febi sempat memimpin perolehan angka. Namun, mereka gagal mempertahankan keunggulan akibat kehilangan fokus dan bermain terlalu terburu-buru, sehingga strategi yang telah disusun tidak berjalan optimal.

“Sempat unggul di game kedua namun tersusul, kami terburu-buru dan yang terjadi di lapangan tidak sesuai rencana. Fokusnya kemana-mana,” ujarnya.

Febi juga menambahkan bahwa tekanan permainan lawan membuat performa mereka tidak sebaik pada pertandingan sebelumnya. 

Ia menilai serangan lawan cukup tajam, terutama pukulan dropshot yang menyulitkan, serta ketangguhan mereka dalam bertahan.

“Serangan lawan cukup kencang dan bola dropshot-nya menyulitkan serta untuk mematikan mereka juga tidak mudah. Hari ini kami mainnya tidak setenang kemarin,” kata Febi.

Meski gagal melangkah ke babak semifinal, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Rachel/Febi, khususnya dalam memperkuat mental saat menghadapi pasangan elite dunia.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki harapan di sektor ganda putri melalui pasangan Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:13
02:10
01:39
06:50
01:36
07:02

Viral