- tvOnenews - Bagas
Viktor Axelsen Resmi Pensiun dari Bulu Tangkis, Cedera Jadi Alasan Utama
Jakarta, tvOnenews.com - Tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen resmi mengumumkan pensiun sebagai seorang atlet bulu tangkis profesional. Alasan utamanya ialah karena masalah cedera.
Kabar ini diumumkan langsung oleh Viktor Axelsen melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu (16/4/2026) siang WIB.
Viktor Axelsen menyatakan bahwa tak mudah untuk memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis yang membesarkan namanya.
Mantan tunggal putra nomor satu di dunia itu mengatakan bahwa ia memutuskan pensiun karena cedera punggung yang dideritanya tak kunjung pulih.
Axelsen menambahkan bahwa ia sudah melakukan segalanya untuk pulih dari cedera. Namun ia disarankan untuk memprioritaskan kesehatannya.
Lantaran kondisi fisiknya sudah tak memungkinkan untuk bersaing sebagai seorang atlet profesional, Axelsen dengan berat hati memutuskan untuk pensiun.
"Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Akibat masalah di punggung yang terus menerus menimpa saya, saya tidak lagi dapat bertanding dan berlatih di tingkat tertinggi," tulis Viktor Axelsen.
"Setelah menjalani operasi endoskopi, banyak suntikan, metode latihan baru, perawatan, dan sejatinya saya telah mencoba segala hal untuk bebas dari rasa sakit selama ini. Saya disarankan untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya."
"Namun saya kini telah mencapai titik dimana tubuh saya tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan (bermain). Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua dokter, spesialis, dan pelatih saya yang telah berusaha menemukan solusi." jelasnya.
Meski demikian, Viktor Axelsen mengaku tak menyesal dengan perjalanan karier yang ia jalani di dunia bulu tangkis khususnya di nomor tunggal putra.
Pasalnya bagi Axelsen bahwa bulu tangkis sudah menjadi bagian dari hidupnya dan telah memberikan banyak pelajaran.
"Sejak hari pertama saya memegang raket, saya tahu mimpi saya adalah menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah mengerahkan semua yang saya miliki untuk olahraga ini dalam usaha mencapai tujuan itu setiap hari, setiap sesi, setiap pertandingan."
"Bagi saya, ini bukan hanya sebuah karier. Ini adalah hidup saya, dan saya telah melakukan segalanya. Melihat ke belakang, saya merasa bangga, tetapi lebih dari itu, saya merasa berterima kasih. Saya telah mencapai semua yang pernah saya impikan, dan bahkan lebih dari itu,"
"Melalui segalanya, badminton telah mengajarkan saya pelajaran yang jauh melebihi olahraga. Pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, ketahanan, dan siapa saya sebagai seorang manusia." jelasnya.
(nad)