- Logo BWF
Miris, 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Dilarang Bermain Seumur Hidup oleh BWF
3. Androw Yunanto
Pebulu tangkis ketiga yang menerima hukuman serupa adalah Androw Yunanto. Berbeda dengan Hendra dan Ivandi yang lebih banyak tampil di nomor ganda, Androw diketahui aktif di sektor tunggal putra dan ganda putra.
BWF menyatakan Androw terlibat dalam empat pertandingan yang dimanipulasi. Ia juga disebut memperoleh keuntungan dari praktik tersebut.
Situasi Androw makin berat karena selama proses penyelidikan, ia dinilai tidak kooperatif, yang kemudian ikut memperparah sanksi yang diterimanya.
Hasil akhirnya, Androw juga dijatuhi larangan seumur hidup dari seluruh kegiatan bulu tangkis.
Bukan Cuma Tiga, Ada Delapan Atlet Indonesia yang Terseret
Skandal ini sebenarnya tidak hanya menyeret tiga nama di atas. Dalam keputusan BWF, total ada delapan pebulu tangkis Indonesia yang dijatuhi sanksi karena pelanggaran terkait match-fixing, manipulasi pertandingan, dan taruhan.
Selain Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, dan Androw Yunanto, lima atlet Indonesia lain yang ikut dihukum adalah:
Sekartaji Putri
Mia Mawarti
Fadila Afni
Aditiya Dwiantoro
Agrippina Prima Rahmanto Putra
Namun, kelima nama tersebut tidak dihukum seumur hidup. Menurut ringkasan kasus yang dirilis BWF, lima atlet lain mendapat sanksi antara 6 hingga 12 tahun, plus denda dengan nominal berbeda-beda.
BWF menyebut tiga nama yang dihukum seumur hidup merupakan figur sentral yang mengatur dan mengoordinasikan manipulasi pertandingan untuk mendapatkan uang.
Kisah Agrippina Prima: Menolak Tawaran, tapi Tetap Kena Hukuman
Salah satu nama yang paling menyita perhatian dalam kasus ini adalah Agrippina Prima Rahmanto Putra.
Ia sempat buka suara soal kronologi dirinya terseret dalam pusaran match-fixing, khususnya yang berkaitan dengan Vietnam Open 2017.
Dalam penuturannya, Agrippina mengaku sempat mendapat tawaran untuk mengalah dalam pertandingan, tetapi ia menolak.
"Itu kejadiannya pada 2017. Jadi saya ditawarin oleh pihak tertentu untuk mengalah tapi saya dengan dan sangat jelas menolak tawaran tersebut,"
Agrippina juga mengaku datang memenuhi panggilan BWF dengan membawa bukti percakapan di ponselnya.
"Saya datang saja ke [pemanggilan] BWF dengan [barang bukti] handphone yang ada pesan dengan oknum tersebut, saya kan percaya diri karena di situ sangat jelas saya menolak tidak mau,"