- PBSI
Masih Ingat Kisah Jonatan Christie? Sumbangkan Setengah Bonus Asian Games untuk Bangun Masjid
tvOnenews.com - Di balik kesuksesannya sebagai salah satu pebulu tangkis terbaik Indonesia, Jonatan Christie dikenal sebagai sosok yang gemar berbagi.
Salah satu kisah yang paling menginspirasi datang setelah dirinya meraih medali emas Asian Games 2018.
Kala itu, Jonatan atau yang akrab disapa Jojo menerima bonus sebesar Rp1,8 miliar dari pemerintah atas keberhasilannya menjadi juara tunggal putra.
Namun, alih-alih menikmati seluruh bonus tersebut, Jojo justru memilih menyumbangkan setengahnya, sekitar Rp900 juta, untuk membantu korban gempa dan tsunami di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
- PBSI
Tak disangka, keputusan tersebut justru menjadi awal datangnya rezeki yang menurut pengakuannya mencapai sepuluh kali lipat dari jumlah donasi yang ia berikan.
Jonatan mengungkapkan bahwa keputusan menyumbangkan bonus bukan dilakukan secara spontan.
Jauh sebelum tampil di Asian Games 2018, ia telah membuat nazar apabila berhasil meraih medali emas.
"Gue bernazar ketika itu Tuhan kalau ini kesempatan aku untuk juara Asian Games aku mau kasih 50% dari bonus ini,"
Janji tersebut akhirnya benar-benar diwujudkan setelah ia sukses mengalahkan wakil Taiwan, Chou Tien Chen, pada final Asian Games 2018 dengan skor 21-18, 20-22, 21-15.
Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk meraih emas tunggal putra di Asian Games.
Dana sebesar Rp900 juta yang disumbangkan Jonatan digunakan untuk membantu masyarakat Lombok yang saat itu baru saja dilanda gempa bumi.
Bukan hanya membangun hunian sementara, Jojo juga memilih membantu pembangunan fasilitas ibadah dan pendidikan.
Dalam wawancara bersama Daniel Mananta, ia menceritakan langsung aksi sosial tersebut.
"Waktu itu gue bangun masjid di Lombok, kebetulan lagi tsunami. Bangun hunian sementara segala macam. Puji Tuhan bisa sempat ke sana dan lihat langsung pembangunannya sudah berjalan,"
Sementara kepada PBSI, Jonatan menjelaskan alasan memilih membangun masjid dan sekolah.
"Renacananya, mau bangun sekolah dan masjid. Karena dua fasilitas ini bisa dipakai mayoritas penduduk Indonesia yang merupakan umat muslim,"
Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah apa yang terjadi setelah Jojo menunaikan nazarnya.
Ia mengaku justru menerima banyak tawaran menjadi bintang iklan dari berbagai perusahaan.
Nilainya bahkan jauh lebih besar dibandingkan bonus yang telah ia sumbangkan.
"Setelah itu iklan dimana-mana, sepuluh kali lipat. Jujur pajak terbayar justru dari iklan, bukan dari bonus itu,"
Dalam kesempatan lain ia kembali menegaskan bahwa rezeki tersebut datang setelah dirinya berbagi.
"Setelah (memberikan donasi) itu iklan dimana-mana, sepuluh kali lipat. Jujur pajak terbanyak justru dari pendapatan iklan bukan dari bonus itu,"
Bagi Jonatan, berbagi bukan berarti kehilangan.
Ia mengaku sejak lama sudah terbiasa menyisihkan sebagian hadiah yang diperoleh dari berbagai turnamen untuk membantu gereja maupun masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kebahagiaan terbesar justru datang ketika bisa melihat orang lain tersenyum.
"Harta itu justru melimpah di surga. Jadi, aku tidak pernah takut,"
Ia juga menambahkan bahwa membantu sesama memberikan kepuasan batin yang tidak bisa diukur dengan uang.
"Ketika melihat ekspresi orang bahagia dan terbantu, itu justru kebahagiaan yang didapat,"
Jonatan Christie merupakan salah satu pemain andalan Indonesia di sektor tunggal putra.
Selain meraih emas Asian Games 2018, ia juga pernah menjadi juara di berbagai turnamen bergengsi BWF World Tour serta turut membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas 2020, yang digelar pada 2021.
Keberhasilannya di lapangan dibarengi dengan citra positif di luar arena pertandingan.
Ia dikenal sebagai atlet yang aktif dalam kegiatan sosial dan sering mengajak masyarakat untuk berbagi kepada sesama.
Kisah Jonatan Christie menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari banyaknya gelar yang diraih, tetapi juga dari manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.
Keputusannya menyumbangkan separuh bonus Asian Games demi membangun masjid, sekolah, dan hunian sementara bagi korban bencana di Lombok menjadi bukti bahwa seorang atlet juga dapat memberikan dampak besar di luar lapangan.
Hingga kini, kisah tersebut masih sering dikenang sebagai salah satu contoh kepedulian sosial yang datang dari dunia olahraga Indonesia, sekaligus menginspirasi banyak orang bahwa berbagi tidak akan membuat seseorang kehilangan, melainkan bisa menjadi awal datangnya berkah yang lebih besar.
(tsy)