- Antara
Update Skandal Asian Games 2026: Pebulu Tangkis Thailand Pitchamon Opatniputh Resmi Positif Doping
Jakarta, tvOnenews.com - Tunggal putri Thailand, Pitchamon Opatniputh dinyatakan positif mengonsumsi zat terlarang saat hendak tampil di Asian Games 2026.
Hal ini dikonfrimasi oleh Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul yang mengatakan hasil B sample milik Pitchamon Opatniputh telah keluar dan menunjukkan temuan yang sama dengan pemeriksaan sebelumnya.
Sampel tersebut diambil pada 24 September 2026, setelah Pitchamon sebelumnya dinyatakan positif berdasarkan sampel yang diambil saat tes di luar kompetisi pada 17 September.
“Hasil B sample telah keluar dan mengonfirmasi temuan yang sama dengan A sample, yang berarti zat terlarang tersebut terdeteksi dalam sampel Pitchamon.” kata Surasak, sebagaimana dilansir dari Khaosod English pada Senin (28/9/2026).
Sebelumnya International Testing Agency (ITA) mengumumkan bahwa ditemukan adanya kandungan furosemide dalam sampel milik Pitchamon, zat yang tercantum dalam daftar terlarang World Anti-Doping Agency (WADA).
Furosemide merupakan zat yang masuk kategori S5, yakni diuretik dan masking agent dalam daftar zat terlarang WADA, serta dilarang digunakan baik saat maupun di luar periode kompetisi.
ITA sebelumnya menjelaskan bahwa furosemide dapat digunakan untuk mengeluarkan cairan dari tubuh dan memiliki potensi digunakan untuk penurunan berat badan secara cepat.
Meski bulu tangkis tidak memiliki kategori berdasarkan berat badan, ia menegaskan bahwa aturan WADA berlaku bagi atlet di seluruh cabang olahraga dan untuk semua gender.
Hasil ini pun membuat Pitchamon mendapatkan hukuman skorsing, dan tak bisa membela tim bulu tangkis Thailand di Asian Games 2026.
Selain itu Surasak mengatakan bahwa Pitchamon dapat menghadapi sanksi disiplin atas kasus tersebut. Namun, kondisi dan proses mengenai bagaimana zat tersebut bisa masuk ke dalam tubuh Pitchamon juga akan menjadi pertimbangan dalam penanganan kasus.
Ia mengatakan ada kemungkinan zat tersebut berasal dari obat atau produk kosmetik yang labelnya tidak mencantumkan secara jelas kandungan yang termasuk zat terlarang. Sehingga berpotensi membuat seorang atlet mengonsumsi zat tersebut secara tidak sengaja.
Kemudian Surasak mengatakan Pitchamon harus menempuh proses banding terkait kasus tersebut.
(nad)