news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari..
Sumber :
  • PBSI

Mutiara Ayu Puspitasari Gagal ke Perempat Final Korea Open 2026, Tunggal Putri Indonesia Petik Pelajaran Berharga

Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari mengaku bahwa kekalahannya di babak kedua menjadi pengalaman penting mengingat dirinya berstatus sebagai debutan di Korea Open 2026.
Kamis, 5 November 2026 - 16:03 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari memetik pelajaran berharga usai gagal lolos ke babal perempat final Korea Open 2026. Ia mengaku bahwa kekalahannya  di babak kedua menjadi pengalaman penting mengingat dirinya berstatus sebagai debutan di turnamen level BWF World Tour Super 500.

Langkah Mutiara Ayu Puspitasari harus terhenti di babak 16 besar Korea Open 2026, setelah kalah dari tunggal putri Chinese Taipei, Lin Hsiang Ti, lewat tiga gim dengan skor 20-22, 21-19, 13-21 di Jinnam Stadium, Yeosu pada Kamis (5/11/2026). 

Mutiara Ayu Puspitasari mengakui permainannya cukup berkembang dibandingkan pertandingan sebelumnya, tetapi masih kesulitan menjaga ketenangan ketika menghadapi poin-poin krusial.

“Hari ini secara permainan cukup baik ya, lebih baik dari hari kemarin. Gim pertama memang ada kesempatan tapi saya merasa kurang tenang dan kurang yakin menghadapi poin-poin kritis,” kata Mutiara, dikutip dari pernyataan PBSI.

Mutiara Ayu Puspitasari sebenarnya sempat memperlihatkan perlawanan setelah kehilangan gim pertama. Ia merebut gim kedua dengan skor 21-19, tetapi gagal mempertahankan momentum dan akhirnya menyerah 13-21 pada gim penentuan.

Mutiara mengaku bahwa tekanan saat menghadapi pemain level atas memiliki perbedaan tersendiri. Menurutnya, kualitas pukulan dan intensitas permainan lawan membuatnya harus lebih cepat beradaptasi.

“Di gim kedua sudah cukup berjalan baik tapi di gim ketiganya, ketika poinnya ketat, lagi-lagi saya merasa pressure pemain yang lebih top level itu berbeda ya dari tekanan pukulan dan tekanan mainnya,” tambahnya.

Meski gagal melangkah ke perempat final, Mutiara tetap mengambil sisi positif dari penampilannya di Korea Open 2026. Ia menyadari ketenangan dan kemampuan mengubah pola permainan menjadi dua hal penting yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan di level lebih tinggi.

“Saya merasa di pertama kali menghadapi turnamen Super 500, saya bersyukur penampilan saya cukup baik. Dan pelajaran yang bisa diambil, paling keliatan dari lawan Lin Hsiang Ti tadi bagaimana menghadapi top level, saya rasa ketenangan dan perubahan cara mainnya harus cepat diadaptasi lagi.” tutupnya.

(nad)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:07
08:21
14:13
09:50
04:54
08:02

Viral