news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Manny Pacquiao petinju asal Filipina.
Sumber :
  • ANTARA/AFP/Getty Images/Steve Marcus.

Manny Pacquiao Bersiap Lawan Ruslan Provodnikov, 8 Pertandingan ini yang Bikin Pacman Dianggap Sebagai Legenda, Masih Ingat?

Legenda tinju dunia Manny Pacquiao kembali mencuri perhatian. Ia dijadwalkan melawan mantan juara dunia Ruslan Provodnikov dalam laga yang bukan soal kemenangan
Kamis, 19 Februari 2026 - 14:35 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, dijadwalkan kembali naik ring pada 18 April di Thomas & Mack Center. Lawannya bukan nama sembarangan: mantan juara dunia kelas super ringan, Ruslan Provodnikov.

Provodnikov sendiri terakhir kali tampil sebagai petinju profesional pada 2016 sebelum memutuskan beralih ke dunia politik. Kini, duel melawan Pacquiao menjadi sorotan karena mempertemukan dua petarung dengan reputasi agresif dan mental baja.

Setelah hasil imbang kontroversial melawan Mario Barrios pada Juli 2025, Pacquiao sempat mempertimbangkan sejumlah opsi untuk comeback.

Manny Pacquiao legenda tinju asal Filipina.
Sumber :
  • Instagram.com/mannypacquiao

Nama-nama seperti Barrios dalam laga ulang hingga Rolando Romero masuk dalam pembahasan. Namun, pertarungan melawan Provodnikov akhirnya menjadi pilihan.

Di sisi lain, publik tinju dunia masih menyimpan harapan akan duel ulang melawan rival lamanya, Floyd Mayweather Jr., dalam laga yang pernah dijuluki “Fight of the Century” pada 2015 — pertarungan terlaris sepanjang sejarah tinju.

Laga Pacquiao kontra Provodnikov direncanakan berlangsung selama sepuluh ronde dengan durasi tiga menit per ronde. Aturan detail terkait knockdown dan penghentian pertandingan belum diumumkan secara resmi. Tiket telah dipasarkan dengan harga mulai dari 150 dolar AS hingga lebih dari 5.500 dolar AS.

Promotor Industry Media and Banner Promotions menjanjikan sajian tinju “kelas dunia” bagi para penggemar.

Pacquiao pun menyampaikan antusiasmenya dalam sebuah pernyataan:

“Saya selalu membawa Filipina bersama saya setiap kali saya bertarung. Dukungan dari negara saya dan dari para penggemar di seluruh dunia terus menginspirasi saya.

Kembali ke Las Vegas sangat berarti bagi saya, dan saya senang dapat bekerja sama dengan tim yang fokus menciptakan pengalaman kelas dunia bagi para penggemar. Saya kembali untuk memberi mereka pertarungan yang hebat — dan saya siap.”

Perjalanan Sang Legenda

Dengan salah satu karier paling gemilang dalam sejarah tinju, Manny Pacquiao telah menorehkan warisan yang sulit ditandingi. Berasal dari kemiskinan ekstrem di Filipina, ia menjelma menjadi ikon global dengan koleksi 12 gelar juara dunia utama.

Ia menjadi satu-satunya petinju dalam sejarah yang menaklukkan delapan divisi berbeda, sekaligus petarung pertama yang meraih gelar dunia di empat dekade berbeda — pencapaian langka yang mempertegas status legendarisnya.

Perjalanannya menuju puncak dimulai saat merebut gelar dunia pertamanya dengan mengalahkan Chatchai Sasakul. Sejak saat itu, gaya bertarung agresif, kecepatan tangan eksplosif, serta kombinasi tanpa henti menjadikannya ancaman serius bagi siapa pun yang berdiri di depannya.

Namanya melesat secara global usai menaklukkan petinju-petinju elite seperti Marco Antonio Barrera dan Erik Morales. Rivalitas empat pertarungannya melawan Juan Manuel Marquez pun dikenang sebagai salah satu saga paling dramatis dalam sejarah tinju modern.

Tahun 2008 menjadi titik transformasi ketika ia mendominasi Oscar De La Hoya, kemenangan yang mengukuhkan statusnya sebagai raja pound-for-pound. Setahun berselang, dunia menyaksikan salah satu KO paling ikonik sepanjang masa saat ia menjatuhkan Ricky Hatton dengan pukulan kiri mematikan.

Ia juga menaklukkan Miguel Cotto dan Antonio Margarito, membuktikan kemampuannya bersaing melawan lawan dengan postur dan jangkauan lebih besar.

Floyd Mayweather Jr vs Manny Pacquiao terlibat Pertarungan Abad Ini paling panas.
Sumber :
  • boxing

Pada 2015, duel akbar melawan Floyd Mayweather Jr. memecahkan rekor pendapatan dan menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam olahraga ini. Meski kalah angka, Pacquiao tetap memperlihatkan semangat juang yang menjadi ciri khasnya.

Pertarungan comeback ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga mengingatkan dunia akan kehebatan Pacquiao di masa jayanya. Berikut delapan pertarungan paling epik yang membentuk reputasinya sebagai legenda tinju dunia:

1. Manny Pacquiao vs Lehlo Ledwaba (2001)

Pertarungan ini menandai awal kebangkitan Pacquiao di panggung dunia dan Amerik Serikat. Melawan Lehlo Ledwaba, Pacquiao menunjukkan kecepatan tangan luar biasa dan keberanian yang tak tertandingi, mengalahkan Ledwaba dan meraih gelar WBC kelas super bantam. Kemenangan ini menjadi titik awal perjalanan menuju status superstar global.

2. Manny Pacquiao vs Hector Velasquez (2005)

Di pertandingan ini, Pacquiao mempertahankan reputasinya sebagai petinju agresif dengan kecepatan tinggi. Velasquez yang lebih berpengalaman sempat menahan laju Pacquiao, namun kombinasi cepat dan akurat membuat Pacquiao unggul, membuktikan bahwa gaya bertarungnya bisa menaklukkan lawan kelas dunia.

3. Manny Pacquiao vs Erik Morales II (2006)

Setelah kalah pada pertemuan pertama, Pacquiao menghadapi Erik Morales dalam trilogi yang sangat dinantikan. Pertarungan kedua ini menjadi momen balas dendam epik. Pacquiao tampil lebih matang, mengendalikan tempo pertarungan, dan akhirnya menang lewat keputusan juri — kemenangan yang menunjukkan ketangguhan mental dan tekniknya.

4. Manny Pacquiao vs David Diaz (2008)

Melawan David Diaz, Pacquiao meraih gelar WBC kelas ringan. Laga ini memperlihatkan kemampuan Pacquiao untuk menekan lawan sejak ronde awal dan mengeksekusi kombinasi pukulan cepat yang membuat lawan kewalahan. Kemenangan ini juga menegaskan statusnya sebagai juara multi-divisi.

5. Manny Pacquiao vs Erik Morales III (2006)

Pertemuan ketiga dalam trilogi Morales menjadi salah satu rivalitas paling dramatis dalam sejarah tinju modern. Pacquiao, yang kini lebih matang, mendominasi sebagian besar ronde, memaksa Morales bertahan. Kemenangan ini menutup saga trilogi dengan jelas dan mengokohkan Pacquiao sebagai petinju kelas dunia.

6. Manny Pacquiao vs Antonio Margarito (2010)

Melawan Antonio Margarito, Pacquiao menghadapi lawan yang lebih besar secara fisik dan memiliki jangkauan tangan lebih panjang. Namun, dengan kecepatan dan kombinasi pukulannya, Pacquiao mampu menembus pertahanan Margarito dan mengendalikan pertarungan, membuktikan bahwa ukuran bukanlah penghalang bagi strategi dan kecepatan.

Akhirnya, Pacquiao keluar sebagai pemenang melalui keputusan bulat, dengan ketiga juri sepakat memberikan skor 120-108. Kemenangan ini menandai gelar dunia kedelapannya di delapan kelas berbeda, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu petinju terbesar dalam sejarah tinju.

7. Manny Pacquiao vs Miguel Cotto (2009)

Dalam pertarungan ini, Pacquiao menghadapi lawan yang tangguh, Miguel Cotto, dengan reputasi teknik bertahan solid. Pacquiao mendominasi ronde awal dengan kombinasi tangan cepat dan body shots efektif. Kemenangan ini menambah gelar kelas welter ke dalam koleksinya dan memperkuat posisi Pacquiao sebagai juara pound-for-pound.

8. Manny Pacquiao vs Ricky Hatton (2009)

Salah satu KO paling ikonik sepanjang karier Pacquiao terjadi di laga ini. Dalam duel melawan Ricky Hatton, Pacquiao menghentikan Hatton hanya di ronde kedua dengan pukulan kiri mematikan. KO ini tidak hanya menjadi highlight karier Pacquiao, tetapi juga menegaskan reputasinya sebagai salah satu petinju paling berbahaya dan legendaris.

Kembalinya Pacquiao menghadapi Ruslan Provodnikov bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menghidupkan kembali aura seorang legenda. Setiap pukulan dan strategi di ring akan mengingatkan penggemar mengapa “PacMan” tetap menjadi simbol kehebatan dan inspirasi dalam dunia tinju. (ind)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral