- REUTERS/Hamad I Mohammed
Tinju Dunia: David Benavidez Tantang Canelo Alvarez dan Dmitry Bivol Usai TKO Gilberto Ramirez
Jakarta, tvOnenews.com - David Benavidez langsung menantang Saul Alvarez dan Dmitry Bivol setelah sukses merebut gelar juara dunia kelas penjelajah (cruiserweight) WBA dan WBO.
David Benavidez (32-0, 25 KO) berhasil mengalahkan Gilberto Ramirez (48-2, 30 KO) lewat TKO di ronde keenam, pada duel tinju yang berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (3/5/2026).
Usai sukses merebut sabuk gelar juara kelas penjelajah WBA dan WBO dari Gilberto Ramirez, kini David Benavidez langsung menantang Saul Alvarez dan Dmitry Bivol untuk berduel di atas ring tinju.
"Saya melihat Canelo Alvarez di gedung ini. Apakah kalian ingin melihat Canelo vs David Benavidez?" kata Benavidez, dilansir dari DAZN.
"Saya menghormati Canelo, dia juara hebat, tapi saya juga juara hebat. Ayo kita lakukan," tambahnya.
Ketika ditanya mengenai peluang duel melawan Canelo, Benavidez mengaku belum mengetahui kepastiannya. Namun, ia menegaskan masih memegang sabuk juara WBC kelas berat ringan.
Selain Canelo, Benavidez juga menempatkan Dmitry Bivol sebagai calon lawan berikutnya karena ingin terus menguji kemampuannya menghadapi petinju elite dunia.
"Bivol adalah target utama saya. Bivol adalah petarung hebat, juara hebat. Saya hanya ingin menguji diri saya sendiri di setiap pertarungan," jelasnya.
Canelo Alvarez merupakan mantan juara dunia tak terbantahkan kelas menengah super yang pernah memegang sabuk WBC, WBA, IBF, dan WBO. Sementara Dmitry Bivol saat ini merupakan juara dunia kelas berat ringan WBA, IBF, dan WBO.
Saat ini, Canelo Alvarez diperkirakan akan menghadapi Christian Mbilli pada September mendatang untuk perebutan gelar WBC kelas menengah super.
Sementara itu, Dmitry Bivol dijadwalkan kembali bertarung pada 30 Mei mendatang saat mencoba mempertahankan gelarnya melawan Michael Eifert di Rusia.
Sekadar informasi, petinju berjuluk “The Mexican Monster” itu tampil impresif sepanjang pertarungan dengan mendominasi Gilberto Ramirez lewat kombinasi pukulan keras dan kecepatan tangan yang sulit diantisipasi.
Benavidez mengaku dirinya tidak hanya mengandalkan kekuatan untuk mengalahkan Ramirez, melainkan juga memadukan strategi, pergerakan, hingga kecerdasan bertarung di atas ring.