- Reuters-Kyle Ross-Imagn Images
Sikap Islam Makhachev Ketika Tak Disorot Kamera Tuai Pujian Penggemar, Lakukan Ini Usai Kalahkan Ian Machado Garry
Jakarta, tvOnenews.com - Islam Makhachev kembali menjadi sorotan setelah menunjukkan sisi berbeda di luar octagon usai mengalahkan Ian Machado Garry dalam pertarungan UFC.
Bukan hanya kemenangan bersejarah yang membuat namanya dipuji, tetapi juga momen ketika sang juara menghampiri putra lawannya yang terlihat menangis. Menariknya, momen tersebut justru tak sempat tersorot kamera.
Islam Makhachev berhasil mengalahkan Machado Garry melalui keputusan mutlak dalam pertarungan di Philadelphia, Minggu (16/8/2026) waktu setempat.
Hasil tersebut membuat petarung Rusia itu mencatatkan 17 kemenangan beruntun di UFC sekaligus melewati rekor kemenangan beruntun Anderson Silva yang bertahan selama 13 tahun.
Namun, perhatian penggemar kemudian tertuju pada kejadian yang tidak banyak terlihat dalam siaran utama. Dalam rekaman yang beredar, Islam Makhachev menghampiri Leo, putra Machado Garry yang masih berusia tiga tahun, setelah melihat sang anak menangis akibat kekalahan ayahnya.
Sepanjang pekan pertarungan, Leo memang diketahui menjadi salah satu penggemar Islam Makhachev. Bahkan, ia sempat menangis karena tidak mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan sang juara ketika menghadiri salah satu agenda media UFC.
Dilansir dari laman Sport Bible, Senin (17/8/2026), usai pertarungan, Islam Makhachev justru menunjukkan empati dengan mendatangi Leo dan memberikan perhatian kepada anak tersebut.
Momen sederhana itu kemudian viral dan mendapatkan respons positif dari para penggemar yang menilai tindakan tersebut menunjukkan sikap seorang juara.
"Islam benar-benar tidak ingin menjadi sosok menakutkan bagi anak-anak. Kami mempelajari ini dari Volk. Hormat," tulis salah satu penggemar.
"Makhachev menunjukkan arti menjadi seorang juara. GOAT saya," tulis penggemar lainnya.
Di sisi lain, Islam Makhachev tetap menilai pertarungannya sebagai pertarungan serius setelah Machado Garry beberapa kali menunjukkan sikap bersahabat di dalam octagon.
Ia bahkan mengaku tidak memahami mengapa lawannya terlalu sering berpelukan dan menyentuh sarung tangan selama duel.
"Kawan, saya tidak mengerti," ujar Islam Makhachev kepada wartawan setelah kemenangan tersebut.
"Ini pertarungan, bukan sesuatu di mana kita harus saling berpelukan setiap ronde," katanya.
Islam Makhachev menegaskan dirinya tetap menghormati Machado Garry, tetapi menganggap pertarungan perebutan gelar UFC sebagai sebuah perang di dalam octagon. Sementara itu, Machado Garry tetap memberikan pujian kepada Makhachev dan memastikan kekalahan tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar peluang menjadi juara UFC.