- Instagram.com/@ufc
Legenda UFC Ungkap Gestur Ian Machado Garry yang Jadi Titik Lemah saat Hadapi Islam Makhachev
tvOnenews.com - Legenda sekaligus anggota UFC Hall of Fame, Michael Bisping, mengkritik pendekatan Ian Machado Garry ketika menghadapi Islam Makhachev dalam perebutan gelar kelas welter di UFC 330.
Ian Machado Garry menunjukkan sikap penuh hormat kepada Islam Makhachev sejak sebelum pertandingan, selama pertarungan, hingga setelah laga berakhir di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia.
Bahkan, putra Ian Garry, Leo terang-terangan bak mengidolakan Makhachev, saat mereka akhirnya bertemu dan saling menyapa.
- Reuters-Kyle Ross-Imagn Images
Pertarungan tersebut akhirnya dimenangkan Islam Makhachev melalui keputusan mutlak. Meski kalah, Ian Machado Garry tetap mampu memberikan perlawanan dan sempat membuat wajah Makhachev mengalami luka.
Namun, sikap Machado Garry yang dinilai terlalu menghormati lawan justru menjadi sorotan. Michael Bisping bahkan mempertanyakan alasan petarung asal Irlandia tersebut menunjukkan gestur seperti bertepuk tangan dan berpelukan dalam pertarungan yang seharusnya berlangsung keras.
"Pertanyaan besarnya adalah apa yang dilakukan Ian Garry, dan mengapa orang-orang melakukan ini? Ini seni bela diri campuran, ini UFC, kita mencoba saling menjatuhkan, kita mencoba melukai, mematahkan rahang, mematahkan rongga mata, melumpuhkan lutut, mencekik hingga pingsan," kata Bisping di kanal YouTube-nya.
"Anda tidak perlu bertepuk tangan di awal setiap ronde. Anda tidak perlu berpelukan, Anda tidak perlu menunjukkan rasa hormat dan hal-hal semacam itu."
Bisping Setuju dengan Kritik Dana White
Sikap Machado Garry selama pertarungan juga sebelumnya mendapat sorotan dari CEO UFC, Dana White.
White menilai Machado Garry tidak menunjukkan insting membunuh yang cukup ketika menghadapi Makhachev, terutama ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Michael Bisping sependapat dengan penilaian tersebut. Menurutnya, rasa hormat tetap bisa diberikan kepada lawan, tetapi tidak seharusnya mengurangi agresivitas ketika pertarungan sedang berlangsung.
"Jangan sampai niatnya salah dipahami. Kami masih berusaha untuk melukai lawan kami," kata Bisping.
"Kami masih berusaha untuk merusak mereka dan menyingkirkan mereka. Saya mengerti. Anda mungkin ingin bersalaman di akhir ronde kelima. Itu tidak masalah."
Menurut Bisping, gestur saling menghormati lebih tepat dilakukan setelah kedua petarung menyelesaikan pertarungan.