- Instagram/islam_makhachev
Legenda UFC Tegas Ragukan Islam Makhachev sebagai GOAT, Singgung Ilia Topuria
tvOnenews.com - Status Islam Makhachev dalam perdebatan mengenai petarung terbaik sepanjang masa atau Greatest of All Time (GOAT) UFC kembali menjadi sorotan.
Legenda UFC, Chael Sonnen, mempertanyakan apakah Makhachev memang sudah layak ditempatkan di atas para petarung elite lainnya, termasuk Ilia Topuria.
Islam Makhachev baru saja mempertahankan gelar kelas welter untuk pertama kalinya pada UFC 330. Petarung asal Rusia itu mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan mutlak dalam pertarungan utama di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia.
- Reuters-Kyle Ross-Imagn Images
Kemenangan tersebut semakin memperkuat status Makhachev sebagai salah satu petarung paling dominan di UFC. Ia juga berhasil mencatatkan rekor baru untuk rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah UFC, melewati rekor milik Anderson Silva yang bertahan selama 14 tahun.
Sebelum menghadapi Machado Garry, Makhachev bahkan sudah mulai masuk dalam pembicaraan mengenai GOAT. Dana White juga tidak secara tegas menutup peluang tersebut dan mengatakan pembahasan mengenai status Makhachev sebagai petarung terbaik akan dilakukan setelah pertarungan.
Namun, Sonnen memiliki pandangan berbeda.
Chael Sonnen Pertanyakan Status Makhachev
Menurut Sonnen, keberhasilan Islam Makhachev mempertahankan gelar tidak serta-merta membuatnya menjadi petarung terbaik di dunia.
"Lalu kita menyatakan bahwa dia adalah petarung terhebat di planet ini, tapi hei, maaf, itulah arti sabuk juara," kata Sonnen dalam video di kanal YouTube-nya.
Chael Sonnen kemudian membandingkan pencapaian Makhachev dengan Ilia Topuria. Menurutnya, meskipun Topuria baru saja mengalami kekalahan pertama dalam kariernya, rekam jejak keduanya masih layak diperbandingkan.
"Bagaimana kita bisa menempatkan Islam di depan Ilia, omong-omong? Dan saya tahu jawabannya, itu pertanyaan retoris, Ilia baru saja kalah, oke, tetapi dengan fakta bahwa dia baru saja kalah, dia sekarang memiliki jumlah kekalahan yang sama dengan Islam, yaitu satu."
Chael Sonnen juga menyoroti fakta bahwa baik Makhachev maupun Topuria sama-sama pernah mengalami satu kekalahan dalam karier profesional mereka.
"Ilia telah dihentikan sebanyak Islam, yaitu satu kali. Jadi kita punya dua orang yang berdebat, tetapi orang yang dihentikan sehingga mengalami jumlah kekalahan yang sama dengan orang lain terjadi di acara utama di halaman Gedung Putih, dalam kompetisi yang jauh lebih ketat yang menjatuhkan Islam."