news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Islam Makhachev mempertahankan sabuk juara kelas Welter UFC..
Sumber :
  • Instagram/islam_makhachev

Legenda UFC Tegas Ragukan Islam Makhachev sebagai GOAT, Singgung Ilia Topuria

Legenda UFC Chael Sonnen mempertanyakan status Islam Makhachev dalam perdebatan GOAT. Meski Makhachev baru saja memecahkan rekor kemenangan UFC, Sonnen menilai.
Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:29 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Status Islam Makhachev dalam perdebatan mengenai petarung terbaik sepanjang masa atau Greatest of All Time (GOAT) UFC kembali menjadi sorotan.

Legenda UFC, Chael Sonnen, mempertanyakan apakah Makhachev memang sudah layak ditempatkan di atas para petarung elite lainnya, termasuk Ilia Topuria.

Islam Makhachev baru saja mempertahankan gelar kelas welter untuk pertama kalinya pada UFC 330. Petarung asal Rusia itu mengalahkan Ian Machado Garry melalui keputusan mutlak dalam pertarungan utama di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia.

Islam Makhachev lawan Machado Garry
Sumber :
  • Reuters-Kyle Ross-Imagn Images

Kemenangan tersebut semakin memperkuat status Makhachev sebagai salah satu petarung paling dominan di UFC. Ia juga berhasil mencatatkan rekor baru untuk rentetan kemenangan terpanjang dalam sejarah UFC, melewati rekor milik Anderson Silva yang bertahan selama 14 tahun.

Sebelum menghadapi Machado Garry, Makhachev bahkan sudah mulai masuk dalam pembicaraan mengenai GOAT. Dana White juga tidak secara tegas menutup peluang tersebut dan mengatakan pembahasan mengenai status Makhachev sebagai petarung terbaik akan dilakukan setelah pertarungan.

Namun, Sonnen memiliki pandangan berbeda.

Chael Sonnen Pertanyakan Status Makhachev

Menurut Sonnen, keberhasilan Islam Makhachev mempertahankan gelar tidak serta-merta membuatnya menjadi petarung terbaik di dunia.

"Lalu kita menyatakan bahwa dia adalah petarung terhebat di planet ini, tapi hei, maaf, itulah arti sabuk juara," kata Sonnen dalam video di kanal YouTube-nya.

Chael Sonnen kemudian membandingkan pencapaian Makhachev dengan Ilia Topuria. Menurutnya, meskipun Topuria baru saja mengalami kekalahan pertama dalam kariernya, rekam jejak keduanya masih layak diperbandingkan.

"Bagaimana kita bisa menempatkan Islam di depan Ilia, omong-omong? Dan saya tahu jawabannya, itu pertanyaan retoris, Ilia baru saja kalah, oke, tetapi dengan fakta bahwa dia baru saja kalah, dia sekarang memiliki jumlah kekalahan yang sama dengan Islam, yaitu satu."

Chael Sonnen juga menyoroti fakta bahwa baik Makhachev maupun Topuria sama-sama pernah mengalami satu kekalahan dalam karier profesional mereka.

"Ilia telah dihentikan sebanyak Islam, yaitu satu kali. Jadi kita punya dua orang yang berdebat, tetapi orang yang dihentikan sehingga mengalami jumlah kekalahan yang sama dengan orang lain terjadi di acara utama di halaman Gedung Putih, dalam kompetisi yang jauh lebih ketat yang menjatuhkan Islam."

Sonnen Soroti Perbedaan Rekam Jejak

Sonnen kemudian mempertanyakan apakah kekalahan yang lebih baru seharusnya menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang lebih hebat.

"Kekalahan yang satu lebih baru daripada yang lain, apakah itu yang mengubahnya? Kita telah melakukan hal yang sama tetapi kekalahannya lebih baru? Maksud saya, bagaimana Anda sampai pada kesimpulan itu?"

Ia bahkan mempertanyakan dasar penilaian yang membuat Makhachev disebut sebagai petarung terbaik di dunia.

"Dan apa maksud dari pernyataan bahwa dia adalah petarung terhebat di planet ini? Islam menolak Ilia, itu fakta," lanjut Sonnen.

Meski demikian, Makhachev tetap memiliki sejumlah keunggulan dalam perdebatan tersebut. Salah satunya adalah rekor kemenangan yang berhasil ia pecahkan, sesuatu yang belum dicapai Topuria.

Islam Makhachev juga memiliki konsistensi luar biasa selama bertahun-tahun. Setelah sukses di kelas ringan, ia naik ke kelas welter dan langsung merebut gelar sebelum mempertahankannya melalui kemenangan atas Machado Garry.

Di sisi lain, Topuria masih memiliki waktu yang jauh lebih panjang untuk membangun warisan kariernya. Petarung asal Georgia-Spanyol tersebut baru berusia 29 tahun dan masih berpeluang menambah berbagai pencapaian besar.

Justin Gaethje (kanan) menyerang Ilia Topuria di UFC White House.
Sumber :
  • X @UFC

Meski pertarungan antara Makhachev dan Topuria belum pernah terwujud, perbandingan keduanya kemungkinan akan terus muncul selama kedua petarung masih aktif.

Islam Makhachev sendiri kini berada di fase berbeda dalam kariernya. Dengan usia 34 tahun dan telah mengukir rentetan kemenangan luar biasa, ia mungkin hanya membutuhkan satu atau dua kemenangan lagi sebelum mempertimbangkan pensiun.

Namun, Makhachev masih memiliki kesempatan untuk memperpanjang rekornya. Jika mampu meraih beberapa kemenangan tambahan, ia bahkan berpeluang membawa catatan kemenangan beruntunnya hingga angka 20 sebelum akhirnya meninggalkan dunia UFC.
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
05:04
02:13
01:19
05:09
01:29

Viral