- Instagram.com/@ufc
Bos UFC Belum Puas, Kembali Sentil Sikap Ian Garry saat Kalah dari Islam Makhachev
tvOnenews.com - Dana White kembali melontarkan kritik terhadap Ian Machado Garry meski UFC 330 telah berlalu lebih dari sepekan. Bos UFC tersebut masih mempertanyakan pendekatan Ian Machado Garry yang dinilai terlalu bersahabat saat menghadapi Islam Makhachev dalam perebutan gelar kelas welter.
Ian Machado Garry kalah melalui keputusan bulat dari Islam Makhachev dalam kesempatan pertamanya merebut sabuk juara UFC. Namun, bukan hanya hasil pertarungan yang menjadi sorotan.
Sikap Ian Machado Garry sepanjang pertandingan juga mendapat kritik dari komunitas MMA. Petarung asal Irlandia itu beberapa kali terlihat memeluk, menepuk, hingga menunjukkan rasa hormat kepada Makhachev, padahal keduanya sedang bertarung untuk memperebutkan gelar kelas welter.
- Reuters-Kyle Ross-Imagn Images
Bahkan, putra Ian Machado Garry terlihat sangat antusias saat bertemu dengan Islam Makhachev di depan octagon.
Dana White menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritik sikap tersebut. Bahkan, sepekan setelah UFC 330, pandangannya belum berubah.
"Kau telah bekerja keras sepanjang hidupmu untuk sampai ke sana, dan kau keluar di ronde kelima setelah melakukan semua kerja keras ini, yang menurutku, aku benar-benar mengatakan kepada Hunter (Campbell) ketika ronde pertama dimulai – Islam memojokkannya ke pagar dan menahannya serta mencoba – aku berkata, 'Jika ini rencana permainan selama lima ronde sialan, Islam akan berada dalam masalah besar di ronde kelima,' menurut pendapatku," kata White dalam konferensi pers setelah UFC Fight Night 285.
Dana White menilai Machado Garry sebenarnya memiliki peluang untuk memberikan tekanan lebih besar pada Islam Makhachev di ronde terakhir.
Namun, ia justru menyayangkan keputusan sang petarung untuk menghabiskan sebagian waktunya dengan menunjukkan sikap bersahabat.
"Saya pikir Ian Garry melakukan pekerjaan yang bagus menjelang ronde kelima, dan saya berasumsi itu adalah rencana permainannya, dan Anda ingin keluar dan mulai memeluk dan berjabat tangan. Katakan kepada mereka betapa hebatnya dia ketika mereka memasangkan sabuk juara kepada Anda."
Dana White bahkan memperingatkan bahwa Ian Machado Garry mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan serupa lagi dalam kariernya.
"Hanya saja dia mungkin tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu lagi dan mungkin tidak akan pernah mendapatkan kesempatan melawan Islam lagi, yang akan dikenang sebagai salah satu yang terhebat sepanjang masa, jika bukan yang terhebat, pada saat dia pensiun."
Menurut White, kesempatan merebut gelar seperti itu tidak boleh disia-siakan, terlebih ketika lawan yang dihadapi adalah Islam Makhachev.
"Jadi Anda punya lima menit. Setiap detik ronde itu penting. Jangan sia-siakan 10 detik untuk mengatakan kepada orang ini bahwa Anda sangat mencintainya."
Sebelumnya, White juga menyebut Machado Garry kurang memiliki "naluri membunuh" dalam pertarungan. Ia belum mengetahui apakah persoalan tersebut merupakan kelemahan yang akan terus menghantui karier Machado Garry atau justru bisa diperbaiki.
"Menurut saya, Anda punya bakat atau tidak, atau Anda pernah melakukan kesalahan sekali dan tidak akan mengulanginya lagi," kata White.
- Kolase tvOnenews.com / instagram /@iangarry / @khabib_nurmagomedov
Meski begitu, White menegaskan kritiknya bukan ditujukan untuk merendahkan karakter Machado Garry. Ia justru mengakui petarung tersebut sebagai sosok yang baik dan berkelas.
"Dan sekali lagi, saya tidak menjelek-jelekkan Ian. Maksud saya, dia pria yang berkelas. Dia salah satu pria terbaik yang pernah Anda temui, tetapi bersikaplah baik ketika lima menit itu habis."
White kemudian menekankan bahwa seorang petarung harus memisahkan rasa hormat kepada lawan dengan fokus selama pertandingan.
"Anda punya lima menit untuk mencoba mengalahkan salah satu yang terhebat sepanjang masa dan mengenakan sabuk juara di pinggang Anda. Setelah itu, Anda bisa mengatakan kepada Islam bahwa Anda mencintainya dan betapa hebatnya dia, dan Anda bisa berjabat tangan dengannya, memeluknya, berfoto dengannya, atau apa pun yang ingin Anda lakukan. Anda punya lima menit untuk menang. Itulah poin saya."