news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Justin Gaethje memegang dua sabuk gelar juara usai UFC White House..
Sumber :
  • X @UFC

Bukan Ilia Topuria, Justin Gaethje Dikabarkan Bakal Hadapi Petarung Kontroversial Ini

Justin Gaethje dipastikan tak akan langsung menghadapi Ilia Topuria dalam pertarungan berikutnya. Manajer Gaethje, Ali Abdelaziz, bahkan telah memberi bocoran.
Kamis, 24 September 2026 - 08:39 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Masa depan Justin Gaethje di kelas ringan UFC mulai menjadi sorotan. Manajernya, Ali Abdelaziz, memastikan Gaethje tidak akan langsung kembali menghadapi Ilia Topuria meski sebelumnya sempat muncul wacana pertandingan ulang.

Topuria mengalami kekalahan dalam perebutan gelar kelas ringan melawan Gaethje pada Juni lalu di UFC Freedom 250. Gaethje sendiri merupakan petarung yang dikelola Abdelaziz.

Sebelumnya, komentator UFC Jon Anik mengungkapkan adanya pembicaraan internal mengenai kemungkinan rematch antara keduanya. Namun, Abdelaziz menegaskan bahwa Topuria tidak memiliki kendali untuk menentukan lawan Gaethje berikutnya.

Justin Gaethje (kanan) menyerang Ilia Topuria di UFC White House.
Sumber :
  • X @UFC

"Dia tidak akan melawan Justin Gaethje selanjutnya," kata Abdelaziz dilansir dari Submission Radio.

"Dia tidak menentukan segalanya. Hanya satu orang di masa lalu yang melakukan itu, dan namanya Conor McGregor, dan dia bukan Conor McGregor. Tidak ada yang seperti dia. Dia menjadi favorit karena semua orang mengira dia lebih baik dari Justin. Saya yakin Justin Gaethje akan mengalahkannya sembilan dari sepuluh kali. Anda tahu mengapa? Justin selalu unggul darinya. Saya rasa dia tidak bisa mengalahkan Justin Gaethje."

Menurut Abdelaziz, Ilia Topuria memang memiliki kemampuan untuk menyulitkan Gaethje. Namun, ia menilai hasil pertarungan sebelumnya menunjukkan bahwa Topuria gagal memanfaatkan peluang tersebut.

"Dia pikir dia bisa, dan memang seharusnya dia bisa. Dia hampir mengalahkan Justin Gaethje, tapi dia gagal. Pada akhirnya, pertarungan ini tidak akan pernah terjadi. Saya bisa katakan ini: Justin Gaethje tidak akan mendapat keuntungan apa pun jika mengalahkan Ilia Topuria lagi. ... Dan UFC, mereka menjalankan bisnis dengan baik. Mengapa memberi kesempatan kepada salah satu juara terbesar Anda yang mungkin akan kalah lagi, dan dia akan menjadi barang rusak seumur hidup. Itu akan gila."

Abdelaziz juga menyinggung tuduhan Topuria yang menyebut Justin Gaethje melakukan manipulasi terhadap sarung tangan saat pertarungan mereka. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak lebih dari upaya untuk membuka jalan menuju pertandingan ulang sekaligus mengalihkan perhatian dari duel penentuan penantang nomor satu antara Arman Tsarukyan dan Mauricio Ruffy di UFC 331.

Pertarungan tersebut akhirnya dimenangkan Arman Tsarukyan melalui kemenangan KO atas Ruffy.

"Jika ini yang ingin dia katakan bahwa dia membawa batu di sarung tangannya, itu adalah pujian untuk Justin Gaethje, betapa keras pukulannya," kata Abdelaziz. "Saya tidak akan tersinggung dengan itu, karena Komisi Las Vegas ada di sana, Komisi DC ada di sana, Andy Foster dari California ada di sana. Ada tiga komisi yang mengawasinya terkait sarung tinju. Tapi dia mengatakan itu (selama) pekan pertarungan Arman untuk mengurangi popularitas Arman dan Ruffy."

Abdelaziz kemudian membandingkan strategi tersebut dengan apa yang pernah dilakukan Conor McGregor. Menurutnya, pernyataan kontroversial dapat digunakan untuk menarik perhatian publik dan media.

"Inilah yang biasa dilakukan Conor, dan dia melakukannya dengan baik. Dia berhasil menarik perhatian media."
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
07:00
05:55
12:55
01:51
05:29

Viral