- Tangkapan layar Youtube Fight Empire
Justin Gaethje Akhirnya Jawab Tuduhan Curang Ilia Topuria, Beri Respons Menohok
tvOnenews.com - Justin Gaethje akhirnya memberikan penjelasan mengenai tuduhan yang dilontarkan Ilia Topuria setelah keduanya berhadapan dalam pertarungan utama UFC Freedom 250 pada Juni lalu.
Petarung asal Amerika Serikat berusia 37 tahun tersebut berhasil merebut posisi puncak divisi kelas ringan UFC setelah meraih kemenangan atas Ilia Topuria dalam duel yang digelar di Gedung Putih.
Dalam pertarungan perebutan gelar kelas ringan UFC itu, Gaethje tampil dominan hingga membuat wajah Topuria berlumuran darah. Pertandingan kemudian dihentikan pada ronde keempat setelah Topuria tidak mampu melanjutkan pertarungan dari sudutnya.
- X @UFC
Hasil tersebut menjadi kekalahan profesional pertama sepanjang karier Ilia Topuria. Namun, setelah pertandingan, muncul tuduhan dari kubu petarung asal Spanyol tersebut yang mempertanyakan perlengkapan Ilia Gaethje.
Ilia Topuria melalui akun media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, menuduh Gaethje melakukan kecurangan. Ia bahkan mengklaim ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam sarung tinju Gaethje saat pertarungan berlangsung.
'El Matador' juga meminta agar perlengkapan Gaethje diperiksa apabila keduanya kembali bertemu dalam duel ulang.
Justin Gaethje sebelumnya telah merespons tuduhan tersebut dan meminta Topuria tidak mencari "alasan lemah" atas kekalahannya. Namun, juara kelas ringan UFC itu kini mengaku tidak terlalu mempermasalahkan tuduhan tersebut.
Dalam wawancara dengan kanal YouTube One Night with Steiny, Gaethje justru menyoroti budaya di internet dan bagaimana pernyataan kontroversial dapat memicu perhatian publik.
“Tidak juga,” kata Gaethje ketika ditanya mengenai tuduhan tersebut.
“Dia bagian dari era kalian. Kalian sering mengucapkan hal-hal aneh untuk bersenang-senang, bung. […] Kurasa internet itu gila, man. Ini clickbait, keterlibatan, kita sedang bercocok tanam di sini. Kita bercocok tanam untuk interaksi. Itulah yang kita lakukan. Lebih banyak interaksi, lebih banyak perhatian, lebih banyak peluang.”
“[…] Itulah permainannya. Saya tidak suka permainan ini, tetapi saya harus memainkannya. Saya akan mencoba untuk menjadi diri saya sendiri saat melakukannya.”
Justin Gaethje juga memberikan klarifikasi mengenai akhir pertarungan mereka. Menurutnya, Topuria sebenarnya tidak menyerah ketika berada di bangkunya pada penghujung ronde keempat.
Petarung berjuluk 'The Highlight' itu menilai kondisi fisik Topuria sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertarungan. Keputusan untuk menghentikan laga, menurutnya, dibuat oleh tim pelatih demi melindungi sang petarung.
“Dia tidak menyerah di bangku itu,” jelas Gaethje.
“Kondisi fisiknya sudah terlalu lemah untuk melanjutkan pertarungan. Dia tidak mengambil keputusan itu; pelatihnya yang mengambil keputusan karena mereka ada di sana untuk melindunginya.”
“Para pelatih saya selalu mendukung saya untuk melindungi saya di saat-saat seperti itu.”
- X @UFC
Justin Gaethje sendiri kini masih menjalani pemulihan akibat cedera pada tangan dan lututnya. Ia diperkirakan belum akan kembali ke oktagon hingga 2027.
Jika kembali bertarung sesuai rencana, Gaethje berpotensi mempertahankan gelar kelas ringan UFC melawan Arman Tsarukyan.