- Instagram/@thenotoriousmma
Legenda UFC Sarankan Organisasi Akhiri Kontrak Conor McGregor karena Tuntutan Bayaran Fantastis
tvOnenews.com - Mantan juara dua divisi UFC, Henry Cejudo, menilai organisasi seni bela diri campuran (MMA) tersebut perlu mempertimbangkan untuk mengakhiri kerja sama dengan Conor McGregor.
Menurutnya, UFC tidak perlu mengeluarkan dana hingga 30 juta dolar AS atau sekitar Rp543 miliar untuk membiayai satu pertarungan terakhir petarung asal Irlandia tersebut.
Conor McGregor saat ini hanya memiliki satu pertandingan tersisa dalam kontraknya bersama UFC. Di sisi lain, dia baru-baru ini mengungkapkan rencana untuk meninggalkan tinju dan beralih ke ajang tinju tanpa sarung tangan bare-knuckle boxing atau BKFC pada 2027.
- Mark J. Rebilas-Imagn Images/Reuters
Pandangan Cejudo muncul setelah UFC mengakhiri sistem pembayaran berdasarkan tayangan berbayar atau pay-per-view (PPV), menyusul kesepakatan hak siar senilai 7,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp139,4 triliun dengan Paramount/CBS.
Bukan rahasia lagi, McGregor selama ini dikenal sebagai salah satu petarung dengan daya tarik komersial terbesar dalam sejarah MMA. Popularitasnya tercermin dari duel tinju melawan Floyd Mayweather Jr. pada 2017 yang mencatat penjualan sekitar empat juta tayangan berbayar (pay-per-view).
Namun, perubahan model bisnis UFC membuat Cejudo mempertanyakan apakah organisasi tersebut masih perlu memberikan bayaran sebesar 30 juta dolar AS kepada McGregor untuk pertarungan terakhirnya.
Dalam podcast Pound 4 Pound, mantan juara dua kelas UFC itu menyampaikan bahwa keputusan mengenai besaran bayaran sepenuhnya berada di tangan manajemen UFC.
“Sekarang terserah UFC untuk mengatakan, 'Hei, kami akan membayar Anda sebanyak ini karena Anda pantas mendapatkan sebanyak ini.' Saya jamin, saya akan memberi tahu Anda sekarang juga, saya bahkan bisa membayangkan UFC membiarkannya pergi begitu saja berdasarkan bayaran yang dia terima,” kata Cejudo.
Dia menilai UFC bahkan dapat mempertimbangkan untuk melepas Conor McGregor sebagai petarung bebas apabila kedua pihak tidak mencapai kesepakatan mengenai nilai kontrak.
“Mereka bisa saja berkata, 'Hei, tahu apa? Kamu hanya punya satu pertarungan tersisa. Kami rasa kamu tidak sepadan. Kamu adalah petarung bebas.'"
Cejudo juga menegaskan bahwa dari sudut pandang bisnis, UFC perlu mempertimbangkan efisiensi pengeluaran, terutama setelah tidak lagi mengandalkan pendapatan PPV.
“Jika saya seorang pengusaha dan ingin menyimpan banyak uang saya, dan saya menyukai Conor, persetan dengan Conor. Saya akan memecatnya. Saya bersumpah akan melakukannya, karena jika mereka akan memberinya $30 juta dan tidak perlu memberinya $30 juta, terutama dengan kesepakatan Paramount yang besar itu dan Paramount harus menghasilkan uang, hei, pecat saja dia. Biarkan dia menjadi agen bebas. Biarkan dia menghasilkan lebih banyak uang di tempat lain, tetapi jangan biarkan dia menghasilkan uang atau mengambil uang dari kita."
Menurut Cejudo, perubahan sistem distribusi pertandingan UFC menjadi alasan lain untuk mengevaluasi kembali nilai kontrak McGregor. Dia juga menyinggung catatan pertandingan McGregor yang belum kembali meraih kemenangan dalam beberapa penampilan terakhirnya.
“Model bayar per tayang sudah tidak ada lagi, dan orang ini belum pernah memenangkan pertarungan. Ini hanya masalah aspek bisnis saja,”
Cejudo bahkan mengibaratkan dirinya berada di posisi Dana White sebagai pimpinan UFC. Menurutnya, organisasi tersebut dapat memilih untuk tidak memperpanjang kerja sama dengan McGregor dan membiarkannya melanjutkan karier di luar UFC.
“Anggap saja saya Dana White, Anda tahu maksud saya? Maksud saya, dia hanya punya satu pertarungan tersisa, pertarungan terakhirnya bahkan bukan pertarungan sungguhan. Dia kalah lagi. Biarkan saja dia pergi dengan kekalahan di UFC. Biarkan dia memulai kariernya sendiri.”
Dia juga menilai bahwa UFC tidak harus membayar McGregor dengan nominal yang sama seperti yang pernah diterimanya dalam pertarungan terdahulu.
“Janganlah kita membayarnya sesuai dengan nilai sebenarnya, yaitu 30 juta dolar. Saya yakin dia dibayar 30 juta dolar dalam pertarungan melawan [Max] Holloway. Itulah yang biasa dia hasilkan. Tidak ada lagi tayangan berbayar (pay-per-view).”
Cejudo menambahkan bahwa tuntutan bayaran besar tidak seharusnya menjadi alasan bagi UFC untuk mempertahankan nilai kontrak lama McGregor.
- Mark J. Rebilas-Imagn Images
“Bukan karena, 'Oh, Conor McGregor akan melakukan ini, beri kami lebih banyak uang.' Kontrak-kontrak ini sudah disepakati dan selesai.”
Meski demikian, McGregor masih memiliki daya tarik komersial yang besar di dunia olahraga tarung. Popularitasnya tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan hak siar, tetapi juga penjualan tiket, peluang sponsor, serta perhatian publik terhadap setiap penampilannya.
Laporan mengenai penampilan terbarunya di UFC 329 menyebutkan bahwa ajang tersebut menghasilkan pendapatan tiket langsung sebesar 26 juta dolar AS. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat penonton terhadap pertarungan yang melibatkan McGregor.