- Reuters
Amankan Marco Bezzecchi dari Godaan Tim Lain, Aprilia Gerak Cepat Siapkan Perpanjangan Kontrak
Jakarta, tvOnenews.com - CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan masa depan Marco Bezzecchi dibanding Jorge Martin untuk paket pembalap MotoGP 2027.
Rivola menyebut Bezzecchi sudah terbukti layak mendapat kontrak baru, sementara Martin masih membutuhkan waktu untuk kembali stabil.
- Reuters
Padahal, sejak awal Aprilia mendatangkan Martin sebagai proyek utama mereka setelah gelarnya pada MotoGP 2024.
Namun rencana itu berantakan ketika Martin mengalami tiga kecelakaan besar di awal musim yang memaksanya menepi dalam waktu lama.
Kondisi tersebut membuat peran pembalap nomor satu perlahan beralih ke Bezzecchi. Ketika Martin berkutat dengan cedera, Bezzecchi justru tampil brilian.
Rider Italia itu menghadirkan podium demi podium untuk Aprilia dan bahkan menutup musim di posisi ketiga klasemen pembalap. Ia menjadi sosok non-Ducati terbaik sepanjang MotoGP 2025.
Dalam wawancaranya dengan GPOne, Rivola menyebut dirinya tetap menaruh kepercayaan penuh kepada kedua pembalapnya. Namun ia tak menampik bahwa Martin kini perlu membangun ulang rasa percaya dirinya setelah dihantam rentetan nasib buruk.
"Mereka sama-sama pintar. Jorge memahami potensi besar motor dan tim ini. Yang ia butuhkan sekarang hanyalah waktu untuk kembali percaya pada dirinya sendiri," ujar Rivola.
"Status juara dunia membawa ekspektasi tinggi, tetapi kami tak menuntut ia membuktikan apa pun. Ia hanya butuh mengikuti proses," lanjutnya.
- REUTERS/Marcelo Del Pozo
Meski berharap Martin segera bangkit, Rivola tetap mengakui bahwa Bezzecchi menjadi fokus utama dalam pembaruan kontrak. Aprilia tak ingin kehilangan sang bintang, terutama setelah performa luar biasanya musim ini.
"Bezzecchi memang pantas dijadikan prioritas. Kami bekerja keras untuk mengamankannya. Kalau berhasil, tentu luar biasa," jelasnya.
"Kalau tidak, berarti ada faktor lain yang berada di luar kendali kami. Yang jelas, hubungan kami sangat kuat dan akan sayang sekali jika harus selesai," tambah Rivola.
Rivola juga memahami bahwa Martin tak boleh dipaksa dalam situasi sulit. Ia butuh waktu memulihkan kondisi fisik, mental, serta koneksinya dengan motor. Rivola memprediksi musim 2026 akan menjadi bursa rider paling panas dalam beberapa tahun terakhir.