news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Marc Marquez dan para pembalap di MotoGP Jerman 2025.
Sumber :
  • Reuters

Resmi! FIM Terapkan Aturan Baru Restart Motor untuk MotoGP dan WorldSBK 2026

Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional (FIM) mengumumkan aturan baru untuk MotoGP 2026
Senin, 12 Januari 2026 - 17:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional (FIM) mengumumkan bahwa mulai musim 2026 pembalap MotoGP dan WorldSBK tidak lagi diperbolehkan menyalakan kembali motor mereka dari area pinggir lintasan setelah mengalami kecelakaan.

Seperti diketahui, pada aturan sebelumnya pembalap masih diperbolehkan menghidupkan kembali motor mereka usai terjatuh di area run-off.

Pembalap Gresini Racing Alex Marques terjatuh
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nym.

Namun, praktik ini dinilai berpotensi menimbulkan situasi berbahaya karena membuat pembalap dan petugas lintasan (marshal) berada di area run-off saat sesi balapan masih berlangsung.

Melalui aturan baru yang dikeluarkan FIM, pembalap dilarang menyalakan kembali motor di lintasan maupun area run-off. 

Upaya menghidupkan motor hanya boleh dilakukan di balik pembatas lintasan, tepatnya di jalan servis (service road).

Dari lokasi tersebut, pembalap tetap diperbolehkan kembali ke lintasan untuk melanjutkan sesi.

Pada ajang MotoGP, aturan ini berarti pembalap tetap bisa melanjutkan sesi setelah terjatuh.

Akan tetapi, proses menyalakan kembali motor harus dilakukan di balik pembatas lintasan bukan di area run-off.

Apabila motor masih menyala setelah kecelakaan, pembalap tetap boleh kembali ke lintasan. Namun, petugas lintasan berhak mencegahnya jika setelah pemeriksaan motor dinilai mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan, seperti kebocoran cairan.

Pembalap andalan Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, akhirnya buka suara soal insiden di MotoGP Indonesia 2025 di Mandalika
Sumber :
  • Instagram/Marc Marquez

Perubahan regulasi ini merupakan hasil keputusan Grand Prix Commission dan SBK Commission, yang kemudian disampaikan secara resmi melalui surat kepada petugas balapan, federasi nasional, promotor balapan, IRTA, serta anggota komisi balap sirkuit.

“Setelah terjadi kecelakaan atau masalah teknis, setiap mesin yang tidak beroperasi di lintasan atau di area pengaman harus segera dibawa ke belakang garis perlindungan pertama oleh petugas lintasan,” demikian bunyi pernyataan resmi FIM.

“Mesin tidak boleh dihidupkan kembali di lintasan atau area pengaman. Mesin harus dipindahkan ke jalan servis (atau ke tempat yang aman dan terlindungi jika tidak ada jalan servis), di mana bantuan untuk menghidupkan kembali mesin dapat diberikan," lanjut pernyataan tersebut.

FIM juga menegaskan bahwa hanya pembalap yang diperbolehkan melakukan perbaikan atau penyesuaian pada motornya setelah kecelakaan.

Tidak hanya itu, marshal atau petugas lintasan juga tetap boleh membantu pembalap menyalakan motor,

Namun, hal itu juga harus dilakukan di balik pembatas lintasan. Menurut FIM, pembaruan regulasi ini bertujuan meningkatkan keselamatan petugas. 

Federasi nasional juga didorong untuk menerapkan aturan serupa, meski FIM mengakui bahwa aturan ini mungkin menimbulkan tantangan pada awal penerapannya.

Regulasi terbaru ini akan berlaku untuk seluruh kejuaraan balap sirkuit di bawah naungan FIM. Artinya, aturan baru soal keselamatan ini idak hanya MotoGP dan WorldSBK, termasuk juga ajang seperti FIM Endurance World Championship.

(aes)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:51
06:10
17:09
03:05
05:01
02:24

Viral