- F1
Akui Masih Banyak Kesalahan yang Dilakukan McLaren Musim Lalu, Zak Brown Malah Yakin Itu Buat Mereka Lebih Kuat
tvOnenews.com - McLaren tampil dominan sepanjang musim F1 2025 dengan mengamankan gelar konstruktor lebih awal di Grand Prix Singapura.
Prestasi tersebut memastikan McLaren menyamai rekor dengan mengunci titel enam seri sebelum kompetisi berakhir.
Apalagi, musim lalu terasa lebih spesial usai McLaren sukses meraih gelar ganda lewat Lando Norris.
- F1
Norris keluar sebagai juara dunia usai mengalahkan Max Verstappen dan rekan setimnya, Oscar Piastri, hingga balapan penutup di F1 GP Abu Dhabi 2025.
Meski begitu, perjalanan McLaren tidak sepenuhnya berjalan mulus sepanjang musim lalu.
Tim asal Woking sempat mengalami diskualifikasi ganda di Las Vegas dan kehilangan kemenangan yang sudah di depan mata di Qatar.
Kesalahan tersebut membuka peluang bagi Verstappen untuk tetap menekan dalam perburuan gelar juara.
Masalah teknis juga sempat muncul, termasuk kegagalan mobil Norris di Zandvoort serta beberapa pit-stop lambat.
Manajemen duel internal Norris dan Piastri turut menjadi sorotan saat persaingan gelar semakin memanas.
Bos McLaren, Zak Brown, mengakui adanya kekeliruan sepanjang musim 2025 dalam surat terbuka kepada para penggemar.
- Facebook/McLaren
"Ada momen-momen menantang di sepanjang jalan, dan kami jelas melakukan beberapa kesalahan yang menguntungkan para pesaing kami - yang penting untuk diakui - tetapi hal-hal ini ditangani dengan cepat dan memberikan pelajaran berharga yang membuat kami lebih baik sebagai sebuah tim," tulis Brown.
"Kami adalah pembalap dan telah cukup lama berada di olahraga ini untuk memahami bahwa hal-hal buruk bisa terjadi, dan itu bagian dari permainan - yang penting adalah bagaimana kita bereaksi dalam situasi ini untuk membantu mendorong kita maju. Ketika kita melakukan kesalahan, kita bertanggung jawab. Kita mengatasi situasi sulit secara langsung, terbuka, dan konstruktif, memastikan kita bergerak maju lebih kuat dan lebih selaras," tambahnya.
"Pelajaran yang kami pelajari tahun lalu dan ada banyak, adalah bagian dari evolusi konstan kami sebagai sebuah tim dan tidak diragukan lagi akan membuat kami lebih siap. Kami adalah tim yang relatif muda, tetapi kami belajar dengan cepat, dan kami bangkit kembali dengan semangat dan tujuan. Kejuaraan dimenangkan oleh bagaimana tim merespons di bawah tekanan, dan saya bangga dengan bagaimana kami menangani momen-momen yang lebih menantang tersebut.” tutup Brown.