- Facebook/Honda Racing Corporation
Joan Mir Sebut Motor RC213V Milik Honda Masih Perlu Banyak Perbaikan Jelang Balapan Pembuka MotoGP 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Honda, Joan Mir, mengakui timnya belum memiliki paket motor yang benar-benar kompetitif menjelang musim MotoGP 2026. Hal itu ia sampaikan setelah menjalani hari pertama tes pramusim di Buriram yang diwarnai sejumlah kendala teknis.
Pabrikan asal Jepang tersebut memasuki musim baru dengan harapan melanjutkan tren kebangkitan pada 2025, saat mereka meraih satu kemenangan dan tiga podium lainnya.
- Facebook/MotoGP
Performa Honda sempat terlihat menjanjikan dalam tes di Sepang dan kembali menunjukkan sinyal positif dengan menempati posisi kelima secara keseluruhan pada akhir hari pertama tes di Buriram, Sabtu.
Joan Mir sendiri mengakhiri sesi di posisi ketujuh. Namun, ia hanya bisa menggunakan satu motor akibat masalah teknis pada motor lainnya. Meski demikian, Mir tetap puas dengan upayanya saat melakukan time attack.
“Itu sedikit lebih rumit dari yang saya perkirakan, karena di awal hari kami mengalami masalah pada salah satu motor dan kami harus memahami apa yang terjadi, karena kami belum tahu penyebabnya,” ujar Mir.
“Lalu ketika kami beralih ke motor yang lain, ada sesuatu yang tidak beres dengan motor tersebut.”
“Jadi kami kehilangan sesi pagi, benar-benar terbuang. Setelah itu kami mulai bekerja keras dari tengah hari hingga sore, dan hasilnya cukup positif.”
Meski mampu mencatatkan waktu yang kompetitif, Mir mengakui Honda masih belum memiliki paket yang komplet.
“Saat ini kami belum punya paket yang fantastis, tapi memang motor ini memungkinkan kami mencatatkan waktu putaran yang bagus.”
“Saya melaju sepenuhnya sendirian. Itu bukan catatan waktu yang buruk untuk hari pertama di sini.”
“Iya, di sini Anda tidak boleh melewatkan apa pun karena catatan waktunya sangat rapat. Trek ini tidak terlalu sulit, jadi itu menciptakan persaingan yang sangat ketat di posisi 10 besar.”
Juara dunia MotoGP 2020 itu juga menjelaskan bahwa masalah teknis di pagi hari membuat timnya tidak bisa melakukan perbandingan langsung (back-to-back) terhadap set-up baru yang ingin diuji.