- Instagram/Fabio Quartararo
Fabio Quartararo Ternyata Sudah Putuskan Bertahan atau Tinggalkan Yamaha di MotoGP 2027
Jakarta, tvOnenews.com - Fabio Quartararo akhirnya angkat bicara soal masa depannya di MotoGP. Di tengah frustrasi terhadap performa motor baru Yamaha bermesin V4, juara dunia 2021 itu menegaskan bahwa keputusan mengenai kariernya sudah jelas.
Quartararo diperkirakan akan bergabung dengan Honda HRC Castrol saat era mesin 850cc dimulai. Namun untuk saat ini, ia memilih menutup rapat pembahasan tersebut.
- Monster Energy Yamaha
“Keputusan sudah jelas dan itu juga membantu saya secara mental," kata Fabio Quartarao dilansir dari laman Crash.
Meski demikian, rider asal Prancis itu mengatakan dirinya belum akan memberikan keterangan pasti soal masa depannya dan memilih fokus untuk melakukan tugasnya sebagai pembalap Yamaha di MotoGP 2026.
“Tidak akan ada lagi yang keluar dari mulut saya tentang masa depan saya pada tahap ini.”
Ya, alih-alih membahas rumor transfer, fokus utama Quartararo kini adalah minimnya perkembangan Yamaha V4 menjelang seri pembuka musim di Thailand akhir pekan ini.
Pembalap asal Prancis itu mengungkapkan bahwa sejak pertama kali mencoba motor tersebut pada September lalu di Barcelona, peningkatannya belum signifikan.
“Pada bulan September, ketika kami mencoba motor ini di Barcelona, feeling-nya tidak terlalu bagus. Itu normal karena proyek ini benar-benar baru, tetapi feeling sekarang sangat mirip dibandingkan September,” ujar Quartararo seperti dikutip Speedweek.
Ia mengakui tim sebenarnya berharap ada lonjakan performa yang lebih besar.
“Tentu saja kami berharap bisa membuat langkah yang jauh lebih besar, tetapi… kami memulai jauh lebih lambat dibandingkan tahun lalu (dengan M1 Inline).”
Secara catatan waktu satu lap, performa Yamaha di tes Buriram 2025 dan 2026 memang hampir sama. Namun dari sisi simulasi balapan, Quartararo menilai V4 masih tertinggal cukup jauh.
Ia memperkirakan selisihnya mencapai tujuh hingga delapan persepuluh detik per lap dibanding motor Inline sebelumnya.
“Kami tahu persis apa yang kurang, dan Anda tidak bisa membayangkan berapa banyak setting, berapa banyak hal yang kami coba selama di Sepang dan di sini (Buriram), dan feeling-nya tetap sama,” katanya.
Menurutnya, Yamaha butuh solusi teknis yang benar-benar baru.
“Jadi saya pikir ini lebih tentang para insinyur menemukan komponen baru, sesuatu yang benar-benar berbeda, karena kami masih belum punya basis pada motor kami, setidaknya untuk gaya balap saya.”
Ia kembali menegaskan pentingnya peningkatan performa secara menyeluruh.
“Dibandingkan tes tahun lalu, simulasi balapan kami tujuh hingga delapan persepuluh lebih lambat. Itu sebabnya saya pikir kami harus meningkatkan perkembangan kami.”
“Kami tidak hanya perlu meningkatkan top speed, kami juga perlu meningkatkan kemampuan menikung, feeling pada ban depan, dan elektronik. Ada banyak hal.”
Dalam tes Buriram, Quartararo mencatat waktu tercepat ke-17, tertinggal 1,033 detik dari pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang menjadi yang tercepat. Ia juga terpaut 0,029 detik dari catatan terbaik Yamaha V4 yang dibukukan pembalap Prima Pramac Racing, Jack Miller.
Sebagai perbandingan, Miller musim lalu menjadi pembalap Yamaha terbaik dengan start dari posisi keempat di GP Thailand. Quartararo kala itu menjadi rider M1 terbaik dengan finis ketujuh di Sprint, sementara Miller mengakhiri balapan utama di posisi ke-11.
Kini, dengan latihan bebas MotoGP Thailand 2026 akan dimulai Jumat pagi, tekanan ada di pundak Yamaha untuk segera menemukan solusi. Bagi Quartararo, keputusan masa depannya mungkin sudah jelas, tetapi masa kini bersama Yamaha masih penuh tanda tanya.
(aes)