- Facebook/MotoGP
Kecewa Berat Gagal Lanjutkan Tren Positif di MotoGP Thailand 2026, Joan Mir Bilang Begini...
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Honda HRC, Joan Mir, mengaku kecewa usai gagal mempertahankan tren positif MotoGP Thailand 2026.
Mir gagal mencapai garis finis pada balapan utama yang berlangsung pada Minggu 1 Maret 2026 kemarin.
- Instagram/Joan Mir
Kegagalan itu jelas sangat disayangkan sebab Joan Mir sebelumnya berhasil finis di posisi 19 besar pada sesi sprint race sehari sebelumnya.
Joan Mir yang memulai balapan dari posisi ke-10 tampil agresif dan mampu menyalip dua rider Ducati GP26, Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Situasi semakin menguntungkan bagi Mir setelah juara dunia Marc Marquez mengalami crash dan gagal finis.
Mir pun sempat naik ke posisi kelima dan membuka peluang meraih hasil terbaiknya musim ini.
Sayang, pembalap asal Mallorca berusia 28 tahun itu terpaksa menyelesaikan balapan lebih dulu karena mengalami masalah pada ban motornya.
“Sejujurnya, saya sangat menikmati seluruh jalannya balapan sampai muncul masalah dengan pemasok eksternal,” ujar Joan Mir di laman Speedweek.
“Kami harus mengecek apa yang sebenarnya terjadi. Biasanya, Anda melihat penurunan grip ban belakang secara bertahap, tetapi kali ini berbeda dan terjadi secara tiba-tiba,” lanjutnya.
Mir menjelaskan, gangguan tersebut berdampak langsung pada performa motornya. Terlepas dari pada itu, sang juara dunia MotoGP 2020 tetap puas dengan kecepatan motornya di awal musim.
“Sistem elektronik berhenti bekerja dengan baik. Motor seperti mati. Sangat disayangkan, kami tidak bisa memanfaatkan semua kerja keras yang sudah dilakukan; itulah ceritanya. Semua terjadi sangat mendadak, dari satu lap ke lap berikutnya,” katanya.
"Tapi terlepas dari itu semua, kami membuktikan punya motor yang cukup kompetitif di lintasan," ujar Mir menambahkan.
Lebih lanjut, Joan Mir menambahkan bahwa sebagian besar pembalap memang mengalami kendala dalam manajemen ban di Buriram.
Rekan setimnya, Luca Marini, akhirnya menjadi pembalap Honda terbaik dengan finis di posisi ke-10. Meski demikian, Mir tetap menjadi rider Honda tercepat sepanjang akhir pekan di Buriram.
“Kami semua mengalami masalah pengelolaan ban di sini. Tapi ini benar-benar sesuatu yang berbeda dan kami harus memahaminya sekarang. Ada getaran, dan ketika ban berputar terlalu parah, tidak ada satu pun sistem di motor yang bekerja dengan benar lagi,” tegasnya.