- Yamaha
Empat Ridernya Terpuruk di MotoGP Thailand 2026, Bos Yamaha Akui Mesin V4 Masih Jadi Tantangan Besar
tvOnenews.com - Performa tim Yamaha pada seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand benar-benar jauh dari harapan.
Pasalnya, empat pembalap mereka bahkan harus finis di barisan belakang pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Buriram pada akhir pekan kemarin.
Hasil tersebut langsung memunculkan evaluasi besar terhadap proyek mesin baru Yamaha musim ini.
- Yamaha
Managing Director Yamaha Racing, Paolo Pavesio, mengakui timnya sedang menghadapi tantangan serius dengan mesin V4 baru yang mereka gunakan.
Mulai dari musim ini Yamaha resmi menggunakan mesin V4 secara penuh di MotoGP.
Mesin tersebut sebelumnya hanya tampil sebagai wildcard pada musim lalu.
Namun debut penuh mesin V4 pada 2026 justru menunjukkan masih besarnya jarak dengan para rival.
Pembalap Yamaha terbaik saat kualifikasi hanyalah Fabio Quartararo yang menempati posisi ke-16.
Sementara itu, Jack Miller finis ke-15 pada Sprint Race dan Quartararo berada di posisi ke-14 pada balapan utama.
Motor Yamaha bahkan tertinggal hampir satu detik per lap dari para pembalap terdepan di Thailand.
“Kami sedang dalam perjalanan yang kami putuskan untuk mulai tahun lalu, mengantisipasi proyek yang berbasis pada mesin baru dan konsep yang sepenuhnya baru,” kata Pavesio.
“Sekarang kami melihat dengan sangat jelas seberapa besar kesenjangannya, dan kami memahami bahwa kami memiliki gunung yang cukup besar untuk didaki. Tetapi kami berkomitmen, seperti sebelumnya ketika kami mengambil keputusan, untuk mengambil langkah-langkah itu, satu demi satu," lanjutnya.
“Para pembalap kami memberikan 110%, perusahaan memberikan 110%, dan kami akan terus melakukannya, dan ini satu-satunya cara. Tidak akan ada keajaiban, satu langkah demi satu langkah, satu detik demi satu detik," tambah Pavesio
“Kami bertekad untuk mengembangkan proyek ini hingga saatnya kami dapat kembali kompetitif.” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai waktu yang dibutuhkan untuk membuat mesin V4 benar-benar kompetitif, Pavesio mengaku sulit memberikan perkiraan pasti.
“Sangat sulit untuk memberikan angka. Jelas bahwa kami menemukan hal-hal baru setiap kali kami turun ke lintasan yang perlu kami perbaiki. Saya rasa kami masih memahami pengaturan dasar mesin ini," pungkas Pavesio.