- instagram/@motogp
VR46 Akan Tinggalkan Ducati di MotoGP 2027? Tim Milik Valentino Rossi Itu Kabarnya Sudah Menerima Tawaran dari...
tvOnenews.com - Tim milik legenda MotoGP, Valentino Rossi yakni Pertamina Enduro VR46, kabarnya akan meninggalkan Ducati pada MotoGP 2027 nanti.
Sebagaimana kita tahu, VR46 hingga saat ini merupakan tim satelit dari Ducati Corse bersama dengan Gresini Racing.
Namun, belakangan ramai kabar yang menyebutkan kalau VR46 akan beralih dari Ducati.
- ANTARA/HO-MotoGP
Salah satu tim pabrikan yang santer dikaitkan dengan Pertamina Enduro VR46 adalah Aprilia.
Tim milik Valentino Rossi itu dikabarkan menerima pendekatan dari Aprilia terkait kerja sama untuk era baru MotoGP 2027.
Informasi tersebut mencuat setelah Aprilia disebut tertarik menjalin kemitraan dengan VR46 pada regulasi baru 850cc dan penggunaan ban Pirelli.
Meski begitu, manajemen tim memastikan belum ada rencana meninggalkan Ducati dalam waktu dekat.
Direktur tim VR46, Alessio Salucci, menegaskan komunikasi dengan Aprilia hanya sebatas diskusi awal.
“Kami sedikit berbicara dengan Aprilia karena Aprilia ingin berbicara dengan kami dan kami adalah orang-orang yang baik,” kata Salucci.
VR46 sendiri telah menggunakan motor Ducati sejak pertama kali bergabung di kelas utama pada 2021.
- instagram/@motogp
Saat itu mereka memulai proyek MotoGP bersama Luca Marini sebagai pembalap utama tim.
Sejak musim 2025, VR46 bahkan mengambil alih peran Pramac sebagai tim satelit yang mendapat dukungan penuh dari Ducati.
Namun peningkatan status tersebut belum berbuah kemenangan bagi tim asal Italia tersebut.
Sementara itu, Aprilia justru menikmati musim terbaiknya berkat performa impresif para pembalapnya.
Menariknya, hubungan antara Rossi dan Aprilia sebenarnya sudah terjalin sejak awal karier sang legenda.
Rossi memulai debut Grand Prix bersama Aprilia sebelum meraih gelar dunia kelas 125cc dan 250cc bersama pabrikan tersebut.
Salucci juga menyinggung hubungan lama Rossi dengan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola.
“Ketika Valentino Rossi mencoba Formula 1 bersama Ferrari, Massimo Rivola mengelola situasi tersebut pada tahun 2004,” kata Salucci.
“Saya kenal Massimo; dia orang yang sangat baik dan manajer yang sangat baik. Kami kadang-kadang berbicara, dua atau tiga kali karena kenapa tidak? Tapi saya tidak pernah berpikir untuk pindah dari Ducati.” lanjutnya.