- Ducati Corse
Rekor 88 Podium Beruntun Ducati Runtuh di MotoGP Thailand 2026, Eks Manajer KTM Sebut Itu Bukanlah Masalah Besar
tvOnenews.com - Rekor panjang milik Ducati akhirnya terhenti pada seri pembuka MotoGP 2026 yang berlangsung di Sirkuit Buriram, Thailand, lalu.
Untuk pertama kalinya dalam 88 balapan, tidak ada satu pun motor Ducati yang naik podium MotoGP.
Hasil ini mengejutkan banyak pihak, mengingat betapa mendominasinya Ducati dalam beberapa musim MotoGP terakhir.
- Ducati Corse
Balapan di MotoGP Thailand 2026 justru dikuasai Aprilia dengan performa yang sangat solid sepanjang akhir pekan.
Marco Bezzecchi tampil dominan dan memimpin kemenangan, sekaligus membawa Aprilia menempatkan empat motor di lima besar.
Sementara itu, Marc Marquez gagal mengamankan podium akibat kerusakan pelek di akhir lomba.
Namun, meski terhentinya rekor panjang Ducati menjadi headline dimana-mana, mantan manajer KTM Red Bull, Francesco Guidotti, menilai hasil tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.
Menurutnya, hasil buruk itu lebih mencerminkan standar tinggi Ducati sebelumnya.
"Tentu saja, GP Thailand tampak seperti bencana besar bagi Ducati, tetapi hanya jika dibandingkan dengan masa lalu," kata Guidotti.
"Secara realistis, hasil seperti GP Thailand cukup normal dan, menurut saya, bukan drama bagi Ducati." tambahnya.
- Instagram/Aprilia
Guidotti juga memuji kemajuan Aprilia yang dinilai semakin kompetitif musim ini.
Ia menyoroti peran ban belakang khusus yang digunakan Bezzecchi dalam menciptakan keunggulan.
“Tentu saja, Aprilia melakukan pekerjaan yang hebat; mereka mempersempit jarak,” katanya.
“Tetapi Bezzecchi juga mampu membuat perbedaan di Buriram karena dia adalah salah satu dari sedikit pembalap yang menyukai konstruksi ban khusus Michelin," sambungnya.
“Marc kembali ke depan setelah absen lama. Dalam keadaan normal, dia akan naik podium dua kali di awal musim; Anda tidak bisa mengharapkan lebih dari itu.” tutupnya.
(akg)