- REUTERS/Maxim Shemetov
Lewis Hamilton Ungkap Satu Kekurangan Mobil Ferrari Usai Finis Ketiga di F1 GP China 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Lewis Hamilton mulai menunjukkan kenyamanan saat mengendarai mobil Ferrari usai finis ketiga di Grand Prix China Formula 1. Meski begitu, ia tetap menuntut peningkatan performa dari mobil SF-26, khususnya terkait tenaga dan sistem baterai.
Saat ini, peta persaingan di Formula 1 mulai terlihat jelas, dengan Mercedes unggul atas Ferrari, sementara sembilan tim lainnya tertinggal cukup jauh.
- Reuters
Dua pembalap Mercedes, George Russell dan Kimi Antonelli, masing-masing sudah mengoleksi satu kemenangan. Sementara itu, Hamilton dan rekan setimnya, Charles Leclerc, sama-sama baru mencatat satu finis posisi ketiga.
Dalam balapan di F1 GP China 2026 akhir pekan kemarin, Hamilton tampil lebih baik dari Leclerc, baik di kualifikasi maupun saat lomba, sesuatu yang jarang terjadi pada musim 2025.
Pengamat F1, Jolyon Palmer, melihat adanya perubahan pada diri Hamilton di paddock. Namun, juara dunia tujuh kali itu masih menghadapi kendala serius terkait tenaga dan baterai sepanjang balapan, yang berpotensi menjadi perhatian bagi prinsipal tim Fred Vasseur.
Komunikasi radio Hamilton dengan race engineer barunya, Carlo Santi, juga terlihat lebih jelas dibanding sebelumnya dengan Riccardo Adami. Di Shanghai, keduanya mampu berkomunikasi secara efektif sepanjang balapan.
Meski demikian, saat terlibat duel ketat dengan Russell dan Leclerc, Hamilton harus memaksimalkan seluruh potensi mobilnya untuk bisa mengamankan podium.
Keluhan pertama muncul pada lap kelima. Saat itu Hamilton mengeluhkan kondisi baterai di lintasan.
“Ban oke, hanya saja tidak ada baterai,” ujar Hamilton melalui radio tim.
Kondisi tersebut dikatakan Hamilton jadi salah satu faktor yang sangat menghambatnya untuk mengejar dua pembalap Mercedes di depan.
Usai balapan, Hamilton juga membahas persoalan ini dalam konferensi pers resmi FIA.
“Saya rasa saat pengujian, saya tidak benar-benar merasakannya,” jelas Hamilton.
“Baru dalam tiga balapan ini, dengan sprint race dan balapan di Melbourne, jadi semakin terlihat ketika Anda berada di tengah pertarungan bagaimana penggunaan baterai itu, kapan harus menggunakan boost, dan hal-hal seperti itu.”
“Jadi sangat, sangat menantang. Saya tidak merasa ada peningkatan besar dibanding mereka, bahkan saat boost tersedia dan berada dalam jarak satu detik, mereka masih menjauh di lintasan lurus.”
“Secara keseluruhan kami butuh lebih. Ini jauh lebih membutuhkan pembelajaran dibanding era sebelumnya, dan Anda harus sangat teliti serta memperhatikan detail kecil,” lanjutnya.
Regulasi baru terkait power unit hybrid memang memicu banyak respons dari para pembalap, termasuk Max Verstappen dan Fernando Alonso yang terang-terangan mengkritiknya.
Hamilton sendiri juga masih beradaptasi dengan aspek penggunaan baterai dalam regulasi tersebut, meski di sisi lain ia tampaknya mulai meninggalkan era mobil ground-effect yang sebelumnya kurang sesuai dengan gaya balapnya.
(aes)