news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fabio Di Giannantonio kalahkan Marc Marquez dalam perebutan podium di MotoGP Brasil 2026.
Sumber :
  • Reuters

Terang-terangan Sebut Ducati Terancam, Diggia Bongkar Kelebihan Aprilia Jelang MotoGP Amerika 2026

Fabio Di Giannantonio akui Ducati mulai terancam dengan performa menanjak motor Aprilia di MotoGP 2026.
Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dominasi Ducati di MotoGP mulai mendapat tekanan serius pada musim 2026. 

Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, mengungkap faktor utama yang membuat rival mereka, Aprilia, kini tampil lebih kompetitif di lintasan.

Fabio Di Giannantonio akui masih kesulitan taklukkan motor Ducati sekalipun contek data milik Marc Marquez.
Sumber :
  • Crash.net

Menurut Di Giannantonio, kelemahan utama motor Desmosedici GP26 terletak pada performa bagian depan, terutama saat kondisi trek panas dan tingkat cengkeraman menurun. Hal ini menjadi celah yang dimanfaatkan Aprilia untuk mendominasi balapan.

“Saat kondisi panas dan licin, mereka tetap bisa menekan bagian depan dan masuk ke tikungan dengan kecepatan tinggi,” ujar Di Giannantonio.

Ia menjelaskan, saat mencoba menyamai gaya balap Aprilia, Ducati justru kehilangan stabilitas dan presisi di bagian depan motor.

“Saya mencoba untuk mencapai kecepatan masuk yang sama, tetapi kami jauh lebih kesulitan, bagian depan kami jauh kurang stabil dan presisi. Begitu mereka melakukan jenis masuk seperti ini, mereka berada di posisi yang lebih baik saat keluar, sehingga mereka juga memaksimalkan keluarnya,” lanjutnya.

Performa impresif Aprilia sendiri terlihat dari hasil beberapa balapan terakhir. Marco Bezzecchi sukses memimpin klasemen sementara usai meraih empat kemenangan beruntun, termasuk di MotoGP Brasil 2026. 
Bahkan, Aprilia mampu mengamankan finis satu-dua yang semakin menegaskan peningkatan performa mereka.

Di sisi lain, Ducati sebenarnya masih memiliki keunggulan dalam akselerasi dan manajemen ban, terutama saat keluar tikungan. Namun, keunggulan tersebut dinilai belum cukup untuk menandingi kecepatan Aprilia di fase masuk tikungan.

“Kami harus banyak bekerja di sisi keluar, agar kami memiliki paket yang sangat bagus untuk keluar dari tikungan; seperti yang selalu kita lihat, saya dapat mengelola ban dan memulihkan banyak waktu dan posisi di akhir,” kata Di Giannantonio.

“Kami memiliki paket yang sangat bagus untuk exit tikungan. Namun, itu tidak cukup untuk menempel mereka saat kondisi grip sedang sulit,” tambahnya.

Saat ini, Di Giannantonio menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen sementara, meski masih tertinggal dari Bezzecchi. 

Situasi tersebut membuat Ducati harus segera berbenah, terutama dalam meningkatkan stabilitas bagian depan motor agar tetap kompetitif di berbagai kondisi lintasan.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral