news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Alex Marquez Crash saat MotoGP Prancis 2026.
Sumber :
  • REUTERS/Stephane Mahe

Kerap Terjadi Crash, Para Pembalap MotoGP Ramai-ramai Usulkan Perubahan di Tikungan 1 Sirkuit Barcelona

Crash beruntun yang terjadi di Tikungan 1 Sirkuit barcelona kembali memicu sorotan pada keselamatan MotoGP Catalunya.
Selasa, 19 Mei 2026 - 16:16 WIB
Editor :

tvOnenews.com - Crash beruntun yang terjadi di Tikungan 1 Sirkuit barcelona kembali memicu sorotan pada keselamatan MotoGP Catalunya.

Setelah dua insiden horor di MotoGP Catalunya 2026 kemarin, para pembalap kompak mengusulkan perubahan tata letak start.

Zona pengereman panjang menuju Tikungan 1 kerap memicu tabrakan. Kasus serupa pernah melibatkan Takaaki Nakagami pada MotoGP 2023 dan Enea Bastianini pada 2024.

Alex Marquez Crash saat MotoGP Prancis 2026
Sumber :
  • REUTERS/Stephane Mahe

Musim ini, insiden besar terjadi saat start ulang. Johann Zarco bertabrakan dengan Francesco Bagnaia dan Luca Marini hingga mengalami cedera kaki.

Sejumlah pembalap lama menyarankan garis start digeser lebih dekat ke tikungan. Usulan itu dinilai bisa menurunkan kecepatan sebelum fase pengereman krusial.

Pemenang balapan, Fabio Di Giannantonio, kembali menyuarakan gagasan tersebut usai lomba hari Minggu dengan penjelasan teknis rinci.

“Dengan start yang begitu jauh dari tikungan pertama, kami sampai di sana dengan kecepatan tinggi, tetapi bukan kecepatan yang biasa kami capai pada lap normal,” kata Diggia.

“Jadi kami tidak benar-benar tahu titik pengereman yang sempurna untuk tikungan pertama. Jadi kesalahan kecil bisa menjadi kesalahan besar dan menyebabkan bencana besar.” lanjutnya.

“Hal yang sempurna, saya pikir setiap pembalap akan setuju dengan ini, adalah memulai sedekat mungkin dengan tikungan pertama. Lalu kita bisa masuk dan melewatinya, dan setiap orang bisa mendapatkan tempatnya di ‘ular’ besar para pengendara.” tambahnya.

Ia juga menyoroti efek turbulensi aerodinamika saat rombongan rapat, memperparah hilangnya downforce ketika memasuki zona pengereman bersama-sama.

“Tentu saja, tiba di sana dengan gigi kelima dengan kecepatan tinggi, dengan banyak pergerakan aerodinamis, banyak turbulensi, itu juga merupakan masalah besar saat ini.” ungkap Diggia.

“Jadi, semua hal itu hanya Anda alami dua kali dalam satu akhir pekan, Sprint Race dan Grand Prix. Dan sangat, sangat sulit untuk bersikap tepat dan mengelolanya.” terangnya.

Pandangan itu didukung Joan Mir yang menilai jarak pengereman terlalu panjang dengan kepadatan 20 motor dari kecepatan tinggi.

“Saya sepenuhnya setuju dengan Diggia, karena di tikungan pertama kita sudah mencapai gigi kelima. Titik pengeremannya sangat panjang. Ada 20 motor yang berhenti di sana dari kecepatan 300 km/jam,” ungkap Mir.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
04:27
01:43
04:26
03:22
05:14

Viral