- REUTERS/Mathieu Belanger
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun Dini, Bintang F1 itu Bicara Jujur soal Masa Depannya
tvOnenews.com - Masa depan Max Verstappen di Formula 1 kembali menjadi sorotan setelah juara dunia empat kali itu memberi sinyal kuat soal kemungkinan pensiun lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang.
Pembalap andalan Red Bull Racing tersebut mengaku mulai kehilangan ketertarikan terhadap arah pengembangan teknis Formula 1 modern, khususnya terkait regulasi mesin hybrid generasi baru yang akan digunakan mulai musim 2026 dan berpotensi berlanjut hingga 2027.
Meski masih terikat kontrak bersama Red Bull hingga akhir 2028, Verstappen diketahui memiliki klausul performa yang memungkinkan dirinya hengkang lebih cepat jika situasi tim atau kompetisi tidak lagi sesuai harapan.
Dalam beberapa kesempatan, Verstappen memang semakin terbuka mengkritik regulasi baru Formula 1.
Ia bahkan sempat menyebut mobil generasi mendatang terasa seperti “Formula E dengan steroid” karena dominasi tenaga listrik yang dianggap mengurangi karakter asli balapan F1.
- Reuters
Berbicara dalam podcast Up To Speed, pembalap asal Belanda itu mengaku dirinya merasa kariernya di Formula 1 sudah mulai mendekati fase akhir.
"Jujur saja, ini sulit. Saya akan mengatakan bahwa regulasi saat ini tentu saja tidak membantu kelangsungan karier saya di F1. Katakan saja seperti itu. Itu tidak masalah. Maksud saya, saya sudah sangat bahagia dengan karier saya di F1. Saya bisa dengan mudah meninggalkannya. Saya memiliki banyak proyek lain," ujar Max Verstappen di podcast Up To Speed.
Ucapan Verstappen itu langsung memicu spekulasi besar di paddock Formula 1.
Sebab, di usia 28 tahun, ia sebenarnya masih berada di puncak performa dan baru saja membangun era dominasi bersama Red Bull dalam beberapa musim terakhir.
Namun bagi Verstappen, mengejar rekor rupanya bukan lagi prioritas utama dalam hidupnya.
“Siapa yang peduli ketika Anda berusia 60 atau 70 tahun apakah Anda telah memenangkan empat gelar atau 10 gelar karena Anda semakin tua dan saya lebih suka menghabiskan waktu itu bersama keluarga saya dan benar-benar menghabiskan waktu bersama mereka sebelum mereka tidak ada lagi, Anda tahu, dan itu adalah sesuatu yang seiring waktu dan kesadaran mulai saya lihat,” imbuhnya
Pembalap yang menjadi ayah pada 2025 itu juga mulai menyoroti pentingnya menikmati kehidupan di luar lintasan balap.
"Minggu lalu, saya bermain ski bersama teman-teman dan keluarga, serta pacar saudara perempuan saya - mereka akan menikah, jadi saya menyadari, 'ini fantastis' - seperti bisa menghabiskan beberapa hari bersama dan benar-benar menghargai hidup," ungkap pembalap Red Bull itu.
Verstappen bahkan menegaskan dirinya tidak ingin menghabiskan sebagian besar hidup hanya untuk memburu gelar juara dunia tambahan.
"Saya tidak peduli apakah saya menang empat atau delapan kali. Maksud saya, saya ingin menjalani hidup saya. Anda hanya hidup sekali dan saya tidak ingin menghabiskan 25 tahun hidup saya untuk balapan mobil."
Selain faktor pribadi, Verstappen juga semakin frustrasi dengan arah teknis Formula 1.
Menjelang Grand Prix Kanada, ia kembali menyinggung soal regulasi power unit hybrid yang dianggap terlalu rumit dan melelahkan secara mental.
“Kalau tetap seperti ini, tahun depan akan jadi tahun yang panjang, dan saya tidak menginginkan itu. Secara mental, saya tidak mampu untuk terus seperti ini,” katanya.
Formula 1 sebenarnya tengah menyiapkan perubahan regulasi besar untuk musim 2027.
Salah satu fokus utama adalah mengurangi dominasi tenaga listrik pada mesin hybrid demi menghasilkan karakter mobil yang lebih agresif dan alami.
Namun rencana tersebut kabarnya mendapat penolakan dari beberapa pabrikan karena biaya pengembangan yang sangat besar.
Situasi itu membuat implementasi regulasi baru berpotensi ditunda hingga 2028.
Bagi Verstappen, arah keputusan tersebut bisa memengaruhi masa depannya secara langsung.
Ketika ditanya soal kemungkinan mengambil jeda semusim dari F1, jawabannya justru semakin mengejutkan.
“Tidak. Ada banyak hal menyenangkan lain di luar sana,” ujatnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Verstappen memang mulai aktif menjajal dunia balap lain di luar Formula 1.
Ia diketahui tertarik pada balap GT3, endurance racing, hingga proyek simulator dan esports otomotif yang selama ini menjadi hobinya.
Bahkan pada 2025 lalu, Verstappen sukses memenangi debut balapan GT3-nya dan mulai disebut-sebut berpotensi mengikuti jejak beberapa legenda F1 yang beralih ke ajang balap ketahanan seperti Le Mans atau IMSA.
Situasi ini jelas menjadi perhatian serius bagi Formula 1 dan Fédération Internationale de l'Automobile.
Kehilangan Verstappen di usia emasnya tentu akan menjadi pukulan besar, baik dari sisi persaingan maupun nilai komersial olahraga tersebut.
Saat ini, Verstappen memang masih menjadi ikon utama era modern Formula 1.
Namun jika arah regulasi tidak berubah sesuai harapannya, bukan tidak mungkin salah satu talenta terbesar generasi sekarang benar-benar memilih meninggalkan F1 lebih cepat dari prediksi banyak orang.
(tsy)