- Instagram @f1
Potensi Cuaca Buruk, F1 GP Austria 2026 Dihantui Gelombang Panas Ekstrem
tvOnenews.com - F1 GP Austria 2026 berpotensi menghadirkan tantangan yang tak biasa bagi para pebalap Formula 1.
Bukan soal hujan deras atau angin kencang, melainkan gelombang panas ekstrem yang tengah melanda sebagian besar Eropa dan diprediksi ikut menghantam akhir pekan balapan di Red Bull Ring, Spielberg, 26-28 Juni 2026.
Balapan putaran kedelapan musim ini memang sudah terkenal menuntut dari sisi teknis.
Red Bull Ring berada di kawasan pegunungan Styria dengan karakter lintasan yang unik: pendek, cepat, memiliki perubahan elevasi signifikan, dan memaksa mobil bekerja keras di beberapa sektor penting.
Namun kali ini, tantangan tersebut bisa bertambah berat karena suhu tinggi yang berpotensi memengaruhi pebalap, mobil, hingga strategi tim.
Situasi makin menarik karena otoritas Formula 1 dan FIA telah menetapkan GP Austria 2026 sebagai akhir pekan dengan risiko panas.
Artinya, balapan di Spielberg bukan hanya soal siapa paling cepat, tetapi juga siapa yang paling siap menghadapi kondisi ekstrem.
Sepekan terakhir, sejumlah negara Eropa memang dibakar suhu tinggi yang menembus angka di atas 30 derajat Celsius.
Laporan Reuters menyebut gelombang panas kali ini memicu peringatan kesehatan di berbagai negara, bahkan mengganggu sejumlah aktivitas olahraga di kawasan Eropa Tengah dan Barat. Austria termasuk salah satu negara yang terkena dampaknya.
Di tengah kondisi tersebut, ajang Formula 1 di Spielberg pun ikut menjadi sorotan.
Untuk akhir pekan GP Austria, prakiraan cuaca di wilayah Spielberg menunjukkan suhu siang hari berpotensi menembus lebih dari 30 derajat Celsius.
Reuters melaporkan FIA telah mengeluarkan status heat hazard untuk akhir pekan balapan di Red Bull Ring, pertama kalinya pada musim 2026.
Penetapan ini dilakukan karena suhu diperkirakan melewati ambang yang dianggap berisiko bagi pebalap.
Meski angka 31-32 derajat Celsius mungkin terdengar biasa di beberapa negara tropis, konteksnya berbeda untuk Formula 1.
Suhu udara itu bisa berubah menjadi temperatur lintasan yang jauh lebih tinggi, terutama saat matahari bersinar penuh di atas aspal sirkuit.
Dalam kondisi seperti itu, panas yang dirasakan pebalap di dalam kokpit bisa melonjak drastis.