- MotoGP
Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini
tvOnenews.com - Pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, melontarkan prediksi mengejutkan mengenai masa depan Marc Marquez.
Ia menilai sang juara bertahan musim ini berpeluang pensiun dari MotoGP lebih cepat dari perkiraan. Menurut Pernat, Marquez mungkin mengakhiri kariernya pada penghujung MotoGP 2027 mendatang.
Bukan tanpa alasan, tekanan dan tuntutan kompetisi disebut menjadi salah satu pemicunya.
- MotoGP
Pernat sendiri sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia balap dan pernah menangani sejumlah rider, termasuk Marco Simoncelli dan Enea Bastianini.
Ia menilai kemenangan Marquez di MotoGP Malaysia 2026 lalu menjadi bukti keistimewaan rider Ducati tersebut.
"Marc Marquez benar-benar memberikan pukulan telak bagi kejuaraan dunia,” kata Pernat dalam acara Fast show GPOne edisi pasca-Sepang," ujar Pernat.
"Bagi mereka yang tidak mengerti, saya tidak ragu, bahkan hampir tidak pernah ragu: dia benar-benar seorang Martian. Seorang Martian yang datang dengan pesawat ruang angkasa yang indah dan menunjukkan hal-hal yang luar biasa." lanjutnya.
"Selama dia di sini, dia akan menang, lalu dia akan pergi dengan pesawat ruang angkasanya." terangnya.
Pernat memperkirakan Marquez bisa memperpanjang kontraknya bersama Ducati selama satu musim. Namun, ia tidak yakin pembalap Spanyol itu akan bertahan lebih lama.
"Dia mungkin akan pergi. Saya rasa dia akan memperpanjang kontrak satu tahun lagi, tahun depan, karena jelas dia memiliki kontrak." kata Pernat.
Ia turut menyoroti perubahan setelah Liberty Media mengambil alih MotoGP. Menurutnya, kebijakan baru membuat kehidupan rider semakin berat.
Menurutnya, hal itu bisa menjadi salah satu alasan yang membuat Marc Marquez memilih untuk mengakhiri kariernya di MotoGP lebih cepat.
"Namun, dengan semua yang terjadi dengan kepemilikan baru Liberty Media, jujur saja saya pikir Marc adalah salah satu orang yang ingin menghilangkan kekacauan tersebut. Anda bisa melihat bahwa dia mulai menjadi semacam pemimpin rakyat dalam segala hal." ungkap Pernat.
"Dengan semua aturan baru yang mereka perkenalkan, latihan pada hari Jumat, Sabtu, 44 kali start, Marc menyadari bahwa ini bukan lagi kehidupan yang baik sebagai seorang pembalap. Ini adalah kehidupan seorang penyendiri, sangat berbahaya juga dari sudut pandang fisik dan mental." lanjutnya.