- Instagram.com/@honda_team_asia
Veda Ega Pratama Ungkap Kiat Bersaing di Moto3 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Veda Ega Pratama mengungkapkan kiat dia bisa bersaing di Moto3 2026. Tampil apik khususnya mendekati akhir musim, Veda Ega Pratama ternyata tak cuma mengandalkan instingnya dalam balapan. Pembalap Honda Team Asia tersebut menjadikan catatan waktu dari seniornya, Taiyo Furusato sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi kecepatannya di setiap sirkuit.
Taiyo Furusato yang juga pembalap Honda Racing Asia tampil di Moto2 bersama pembalap Indonesia lainnya, Mario Surya Aji.
Veda mengungkapkan bahwa perbandingan data sudah dilakukan sejak sesi latihan bebas pertama atau FP1. Catatan waktu terbaik Furusato pada musim sebelumnya menjadi acuan untuk melihat sejauh mana dirinya mampu berkembang di lintasan.
"Pastinya dari awal musim semua sirkuit di-compare-nya sama data Taiyo. Jadi setiap sesi pertama data saya yang FP1 di-compare sama lap time Taiyo terbaik," kata Veda, Kamis (5/11/2026).
Menurut pembalap berusia 17 tahun itu, Furusato merupakan sosok yang tepat dijadikan pembanding karena memiliki catatan performa bagus ketika masih memperkuat Honda Team Asia di kelas Moto3.
Pembalap asal Jepang tersebut bahkan berhasil meraih kemenangan pertamanya di kelas itu pada Grand Prix Malaysia 2025 sebelum naik ke Moto2 pada musim 2026.
"Karena ya Taiyo juga bikin data yang bagus dari tahun lalu. Jadi hampir setiap sirkuit di-compare datanya sama Taiyo," ujar Veda.
Pendekatan evaluasi tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan hasil yang ditunjukkan Veda sepanjang musim perdananya. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu telah mengoleksi dua podium, yakni posisi ketiga di Grand Prix Brasil dan runner-up pada Grand Prix Malaysia.
Hasil di Sirkuit Sepang pada Minggu (1/11/2026) menjadi pencapaian terbaik Veda sejauh ini. Ia berhasil mengamankan posisi kedua setelah melewati persaingan ketat dengan sejumlah pembalap, sementara kemenangan menjadi milik Maximo Quiles.
Tambahan 20 poin dari balapan tersebut membuat Veda mengumpulkan total 131 poin dan menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026. Ia juga unggul 10 poin atas Valentin Perrone yang berada tepat di bawahnya.
Meski peluang menembus lima besar klasemen akhir masih terbuka, Veda memilih tidak memasang target berlebihan untuk tiga seri penutup musim. Fokus utamanya adalah menjaga konsistensi dan sebisa mungkin selalu menyelesaikan balapan dengan membawa pulang poin.
"Jadi saya mencoba untuk dapetin poin di setiap balapannya aja, jangan sampai jatuh atau nol poin. Jadi ya mencoba yang terbaik aja, jadi kalau bisa lima besar itu alhamdulillah banget," ujar Veda.
Kesempatan berikutnya bagi Veda untuk menambah koleksi poin datang pada Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail, 6–8 November 2026. Setelah itu, ia masih akan menghadapi dua seri terakhir di Portugal dan Valencia sebelum menutup musim debutnya di kejuaraan dunia.