News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hotman Paris Protes soal Barang Bukti di Sidang, Begini Jawaban Ahli Digital Forensik

Sidang kasus narkoba Eks Kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa kali ini hadirkan saksi ahli digital forensik dan ahli bahasa, Hotman Paris emosi dengan ini.
Senin, 13 Maret 2023 - 19:18 WIB
Kuasa hukum Teddy Minahasa, Hotman Paris berdebat dengan jaksa penuntut umum (JPU)
Sumber :
  • Muhammad Bagas/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Sidang kasus narkoba Eks Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa kali ini menghadirkan saksi ahli digital forensik dan ahli bahasa.

Diketahui, persidangan digelar hari ini, Kamis (2/3/2023) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dalam persidangan, kuasa hukum Teddy Minahasa, Hotman Paris berdebat dengan jaksa penuntut umum (JPU) perihal menampilkan barang bukti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat JPU meminta untuk ditampilkan namun Hotman Paris menolak untuk barang bukti yang berupa isi percakapan Teddy Minahasa dengan Dody itu ditampilkan ke publik.



Meskipun pada akhirnya, majelis hakim menyetujui untuk bukti percakapan tersebut ditampilkan.

Teranyar, Hotman Paris kembali protes lantaran chat tersebut tak ditampilkan secara keseluruhan. Menurut dia hal ini melanggar UU ITE Pasal 6.

Namun demikian, tak sampai disitu, rupanya Teddy Minahasa sang terdakwa masih mempersoalkan bukti chat yang dipotong itu.

Ia mempertanyakan langsung kepada saksi ahli digital forensik ikhwal alasan tak ditampilkan bukti chat itu secara penuh.

"Mengapa pembicaraan saya dan Dody di bulan Mei dan Juni ini tidak ditampilkan? Ini momen krusial. Kedua, pembicaraan Dody dengan Syamsul Maarif pada Mei hingga Agustus, ini juga momen krusial. Ketiga, pembicaraan antara Linda dengan maarif pada Juni sampai Agustus juga tidak ditampailkan. Keempat, pembicaraan Kasranto dengan linda sama sekali tidak ditampilkan. Mengapa?" kata Teddy dalam persidangan.

Dia mengaku keberatan atas bukti percakapan yang dipenggal dan bahkan hanya isi percakapan dia dengan Dody yang dipublikasikan. Sebab, ia merasa, semua momen-momen krusial justru tak dipublikasi.

Kemudian, saksi ahli digital forensik, Rujit Kuswinoto menjawab Teddy, bahwa yang ditampilkan dalam persidangan itu adalah hanyalah sampel.

"Dari awal saya jelaskan yang saya tuangkan dalam berita acara sampel. Untuk keseluruhan isinya ada di dalam softcopy dan itu sudah diberikan ke penyidik, yang mulia. Jadi isi keseluruhannya sudah diberikan ke penyidik," terang Rujit.

Lalu, Teddy kembali menegaskan bahwa dirinya tak terima. Dia mengatakan bahwa hal ini adalah tidak adil.

"Kalau sudah tahu kompetensi saudara sebagai ahli harus menyajikan secara utuh, kenapa saudara bedua dengan penydik bisa memenggal menggal sesuai dengan sampel, sesuai dengan laporan kemajuan yang diserahkan boleh penyidik," kata Teddy.

Kemudian, Rujit menjawab bahwa apa yang ia tampilkan di layar monitor ruang sidang sudah sesuai dengan sampel barang bukti yang telah disetujui oleh tim penyidik.

Dia mengatakan bahwa untuk barang bukti seutuhnya sudah diserahkan kepada penyidik.

Menurut dia, tak mungkin semua isi percakapan dapat ditampilkan dalam ruangan sidang ini.

"Itu semua sesuai pak, sampel. Untuk BA (Berita Acara) itu sampel pak. Hasil keseluruhan yang utuh saya tuangkan dalam softcopy pak karena tidak memungkinkan utuh ini dimasukkan semuanya ke BA," jelas Rujit.(rpi/muu)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bahagianya Gubernur Dedi Mulyadi soal Pemberlakuan WFH ASN 1 Hari: Di Jabar Bisa Tekan Biaya Operasional

Bahagianya Gubernur Dedi Mulyadi soal Pemberlakuan WFH ASN 1 Hari: Di Jabar Bisa Tekan Biaya Operasional

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi senang pemerintah pusat menerapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat bisa menekan kebutuhan biaya operasional.
Diduga Akibat Kebocoran Gas, Enam Orang Terluka dalam Kebakaran Pabrik di Kabupaten Semarang

Diduga Akibat Kebocoran Gas, Enam Orang Terluka dalam Kebakaran Pabrik di Kabupaten Semarang

Kebakaran disertai dengan beberapa kali ledakan terjadi di kawasan sebuah pabrik yang berada di Dusun Bodean Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Pramono Larang ASN Pakai Kendaraan Pribadi dan Dinas Saat WFH untuk Kepentingan Pribadi

Pramono Larang ASN Pakai Kendaraan Pribadi dan Dinas Saat WFH untuk Kepentingan Pribadi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperketat aturan pelaksanaan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat.
Hattrick Gagal Piala Dunia, Ketum PSSI Italia Mundur

Hattrick Gagal Piala Dunia, Ketum PSSI Italia Mundur

Italia hattrick gagal Piala Dunia setelah kalah dari Bosnia and Herzegovina di Play Off Eropa Piala Dunia 2026 pada Rabu (1/4/2026) kemarin. Italia kalah lewat adu penalti yang membuat tim gagal ke Piala Dunia tiga edisi beruntun. 
Bandingkan dengan Belanda, Ivar Jenner Blak-blakan Soroti Fasilitas Dewa United sampai Merasa Sangat Terkejut Gara-gara Ini

Bandingkan dengan Belanda, Ivar Jenner Blak-blakan Soroti Fasilitas Dewa United sampai Merasa Sangat Terkejut Gara-gara Ini

Ivar Jenner mengaku terkejut dengan fasilitas Dewa United yang disebut lebih baik dari Belanda. Keputusan pindah demi menit bermain kini mulai terjawab.
Danbrigif 25/Siwah Sebut Upacara Militer PBB Iringi Pelepasan Jenazah Praka Farizal dari Beirut Lebanon Menuju Indonesia

Danbrigif 25/Siwah Sebut Upacara Militer PBB Iringi Pelepasan Jenazah Praka Farizal dari Beirut Lebanon Menuju Indonesia

Komandan Brigade Infantri (Danbrigif) Siwah menyampaikan perkembangan terkini mengenai kepulangan jenazah Praka Farizal Rhomadhon dari Lebanon ke Indonesia.

Trending

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Pengamat Belanda Ini Heran Pemain Diaspora Timnas Indonesia Mau-mau Saja Terima Paspor WNI: Bodoh, Tak Pikir Matang-matang

Pengamat Belanda Ini Heran Pemain Diaspora Timnas Indonesia Mau-mau Saja Terima Paspor WNI: Bodoh, Tak Pikir Matang-matang

Pengamat Belanda menyebut para pemain diaspora Timnas Indonesia yang langsung menerima paspor WNI, tanpa pertimbangan matang sebagai tindakan yang "bodoh".
Selengkapnya

Viral