DLH Jakarta Imbau Warga Terapkan Kurban Ramah Lingkungan
- Dok Pemprov DKI Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengimbau warga penyelenggara kurban untuk menerapkan proses pemotongan hingga distribusi daging secara ramah lingkungan.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan pemotongan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha berpotensi menghasilkan limbah yang sangat banyak.
Mulai dari darah hewan, sisa organ dan bagian tubuh yang tidak terpakai, sampai penggunaan air yang dalam jumlah besar selama proses pemotongan dan pembersihan.
Dudi mengingatkan warga agar darah dan air bekas cucian tidak berceceran. Dia menyebut darah hasil pemotongan bisa ditampung memakai wadah yang kedap air. Kemudian, bekasnya bisa diberi disinfektan seperti klorin atau kapur.
“Air bekas pencucian juga perlu dipastikan tidak lagi mengandung darah agar tidak mencemari saluran air dan masih dapat dimanfaatkan, misalnya untuk menyiram tanaman,” kata Dudi, Rabu (27/5/2026).
Untuk sisa organ yang tidak terpakai, warga dapat menguburnya di dalam tanah. Selain itu, warga juga bisa memakai maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurangi sampah organik.
Dudi menuturkan DLH juga mengimbau warga untuk tidak memakai plastik sebagai wadah pendistribusian daging.
Menurutnya, warga dapat menggunakan besek bambu, daun pisang, daun jati, atau wadah lainnya untuk mengurangi pemakaian plastik.
“EcoQurban ini selaras dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban,” ujar Dudu.
“Tidak hanya dalam proses pelaksanaannya, tetapi hingga tahap distribusi daging kurban,” pungkasnya.(saa/raa)
Load more