GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Proyek Lampu Pocong Jadi Perbicangan Rakyat Medan! Pengamat Tata Kota sebut Bobby Nasution Tak Paham Sistem Pekerjaan

Proyek lampu pocong jadi perbincangan rakyat Medan. Pasalnya, dikabarkan proyek lampu jalanan yang akrab disebut rakyat medan lampu pocong merupakan proyek gaga
Jumat, 12 Mei 2023 - 18:24 WIB
Proyek Lampu Pocong Jadi Perbicangan Rakyat Medan! Pengamat Tata Kota sebut Bobby Nasution Tak Paham Sistem Pekerjaan
Sumber :
  • Istimewa

Medan, tvOnenews.com - Proyek lampu pocong jadi perbincangan rakyat Medan. Pasalnya, dikabarkan proyek lampu jalanan yang akrab disebut rakyat medan lampu pocong merupakan proyek gagal. 

Sontak hal ini juga menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk Pengamat Tata Kota Universitas Sumatera Utara (USU), Arjuna Jaya menyebutkan, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution tidak memahami sistem pekerjaan dengan kontraktor lantaran meminta pengembalian uang Rp21 miliar usai dinyatakan proyek lampu pocong gagal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu Bobby yang meminta uang itu dikembalikan artinya Bobby tidak memahami bagaimana pekerjaan dengan kontraktor, itu memalukan. Dan bukan memalukan Bobby saja tapi bagi orang-orang penasehatnya, pemikirnya yang tidak memberikan masukan kepada Bobby. Dipermalukan oleh kebijakan yang tidak benar, itu kasihan dengan Bobby," kata Arjuna saat dihubungi via seluler, Jumat (12/05/2023).

Arjuna melihat, jika proyek lampu pocong menunjukkan kelemahan menantu Presiden  Jokowi dalam mengelola kota Medan.

tvonenews

"Kalau kita lihat proyek yang menunjukkan kelemahan Bobby dalam mengelola kota Medan, karena kita tidak tau proyek itu datangnya dari mana izinnya dari mana. Teknik delapan jalur itu kita gak tau entah dari mana Bobby punya ide ingin membangun proyek, itu kan tidak dari OPD karena begini, ada enggak proyek itu tertulis dalam RAPBD, mungkin tidak ada. enapa ku bilang tidak ada, karena DPRD enggak tau proyek itu, jadi artinya proyek itu punya Bobby," terangnya.

Lanjutnya Pengamat Tata Kota Universitas Sumatera Utara ini merasa aneh dengan sikap Pemko Medan yang telah melakukan pembayaran sebesar 90 persen untuk proyek lampu pocong.

"Nah sekarang itu sudah dibayar 90 persen pada pengerjaan 50 persen, itu menunjukkan konsultan pengawas tidak ada atau pengawas ada itu kecolongan, kok bisa begitu. Uda dibayar kelebihan 40 persen  kemana uang yang diterima oleh kontraktor atau uang 40 persen itu mereka makan atau tidak, kan kita enggak tau. Mana tau bagi bagi pula dia," bebernya.

Selain itu, Arjuna juga melihat dari sisi
Permasalahan tender menurutnya kalau proyek seperti itu harusnya ada panitia lelang, lalu dokumen lelangnya dan kemudian sudah dicantumkan ketentuan yang ada.

"Kalau memang dari OPD, itu sudah ada yang namanya pelaksana proyek, ada konsultan proyek perencana, dari awal disetujui keuangan anggaran, ada kontraktor ada konsultan pengawas. Nah konsultan pengawas inilah yang menentukan sekarang sudah sampai tahap berapa proyek ini berlangsung. Kalau sudah sekian persen dibayar sekian persen, Itu ada di SOPnya kontrak," pungkasnya.

Mendengar ucapan Bobby Nasution yang meminta pengembalian uang, Arjuna menyebutkan seharusnya sebagai Wali Kota Medan memahami bagaimana sistem kontrak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bobby wajar saja tidak memahami, masalahnya orang disekeliling dia tidak mengingatkan dia. Artinya disekeliling dia bukan penasehat dia, bukan pendukung dia bisa- bisa pengkhianat dia. Kan sekarang ini untuk Bobby memalukan, banyak kali problem, kemarin lapangan merdeka, proyek sampah kemarin juga begitu. Sudah sibuk dia meresmikan taunya salah," ujarnya.

"Ini sekarang sudah sampai memecat, uang sekian puluh milliar balik itu teori mana, kalimat mana yang dipakai Bobby. Siapa pembisiknya itu, bisa aja pembisiknya itu calo-calo yang enggak ngerti bagaimana sistem tender, sistem kontrak, sistem pengawasan, sistem pembayaran. Kan harus ngerti," tutupnya. (ayr/aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT