GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Polisi Berpakaian Preman Dibentak-Bentak Dedengkot Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang: Infiltran!

Baru-baru ini beredar detik-detik video yang berisi soal dedengkot atau pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun (Ponpe Al Zaytun), Panji Gumilang bentak-bentak angg
Sabtu, 17 Juni 2023 - 06:53 WIB
Viral! Detik-detik Dedengkot Ponpes Al Zaytun Bentak Polisi Berseragam Preman
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini beredar detik-detik video yang berisi soal dedengkot atau pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun (Ponpes Al Zaytun), Panji Gumilang bentak-bentak diduga anggota polisi berpakaian preman.

Video tersebut pun viral hingga menuai komentar para netizen di media sosial. Kemudian, dari pantauan tvOnenews, video tersebut menayangkan dedengkot Pesantren Al Zaytun mendatangi seorang lelaki yang diduga anggota polisi berpakaian preman saat Ponpes tersebut didemo warga Indramayu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sebelum Panji Gumilang bentak yang diduga oknum polisi berpakaian preman, dedengkot Ponpes tersebut yang sedang berdiri di jalan, ditemui seorang lelaki yang mengenakan kemeja putih. 

Tampak, lelaki tersebut membisikan dedengkot Ponpes Al Zaytun tentang kehadiran yang diduga oknum polisi berpakaian preman. 

tvonenews

Setelah diinformasikan lelaki tersebut, dedengkot Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang yang mengenakan kemeja hitam, dengan celana panjang hitam dan peci serta memakai kaca mata hitam menemui seorang oknum diduga polisi berpakaian preman. 

Namun saat ditemui dedengkot Ponpes Al Zaytun tersebut, oknum yang diduga polisi itu sedang merokok. Lalu, Panji Gumilang membentak oknum tersebut untuk mematikan rokoknya. 

"Eh, matikan itu rokokmu. Jangan merokok, kamu dari Jawa Barat, Nggat disiplin," pungkas dedengkot Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang seperti yang dikutip dari akun media sosial Bogordailynews, Jumat (16/6/2023). 

Kemudian, sang oknum diduga polisi yang mengenakan kaos hotam dan celana hitam itu langsung mematikan rokok dan tertunduk di hadapan dedengkot Ponpes Al Zaytun itu.

"Nggak boleh macam-macam, kamu mau infiltrasi, hati-hati! Potret, ini infiltran masuk. Mana surat tugasmu?" kata dedengkot Ponpes Al Zaytun.

"Siap, ada pak," ujar oknum tersebut ke dedengkot Ponpes Al Zaytun sambil merogo kantong.

"Mana surat tugas mu? surat tugas, bukan kartu pengenal. Surat tugas yang kamu ditugaskan ke sini, Mana? kalau tak ada surat tugas, kamu pulang," pungkas dedengkot Ponpes Al Zaytun.

"Harus ditangani, ini yang bikin macem-macem," sambung dedengkot Ponpes Al Zaytun katakan.

Sementara, oknum yang diduga polisi itu mencoba menjelaskan dengan secara santai bahwa dirinya ditugaskan untuk mengamankan demo tersebut. 

"Permisi pak, saya sedang mengamankan di sini," kata oknum yang diduga polisi itu sambil duduk.

"Eh, berdiri, nggak boleh mau sembarangan. Siapa lagi? satu dua, tiga. Jangan bergerak ke mana-mana," kata dedengkot Ponpes Al Zaytun.

"Jangan macam-macam, kamu anggap pesantren macam-macam gitu, jangan masuk kau kalau bukan infiltran. Punya hak juga untuk hidup pesantren itu. Jangan kamu masuk sembarangan, apalagi kamu bukan wilayah Indramayu," ujarnya. 

"Atasan polisi saja yang datang ke mari saja pakai surat tugas. Kamu yang begini-begini, cemananya kamu, kamu anggap ada apa ini," tanya  Panji Gumilang. 

Kemudian, Panji Gumilang mempertanyakan oknum tersebut berasal dari mana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Izin saya dari Jawa Barat Bandung," kata oknum tersebut. 

"Kamu ngapai ke mari dari Jawa Barat, Ini Indramayu. Ini sudah ada, Indramayu sudah ada. Apa urusanmu? infiltran ini," pungkas Panji Gumilang. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

Grup asal Jepang, ONE OK ROCK sukses menggelar konser di Jakarta bertajum ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Ungkap Perasaannya usai Diterima Suku Pedalaman: Ini Pertama Kali Aku Ketemu

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos mengaku bahagia kunjungan dan penawaran pembangunan mudah diterima baik oleh masyarakat adat Suku Togutil.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Selengkapnya

Viral