News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kerap Dihujat Sesat, Penulis Buku Kristen Muhammadiyah Justru Merasa Beruntung. Ini Alasannya

Buku berjudul "Kristen Muhammadiyah" edisi terbaru karya Fajar Riza Ul Haq sempat memicu polemik di jagat digital. Bahkan ada yang menuding penulisnya sesat.
Minggu, 18 Juni 2023 - 08:30 WIB
Buku berjudul "Kristen Muhammadiyah" edisi terbaru karya Fajar Riza Ul Haq sempat memicu polemik di jagat digital. Bahkan ada yang menuding penulisnya sesat.
Sumber :
  • Antara

Sukabumi, tvOnenews.com - Buku berjudul "Kristen Muhammadiyah" edisi terbaru karya Fajar Riza Ul Haq sempat memicu polemik di jagat digital. Bahkan ada yang menuding penulisnya sesat. Tentu tudingan tersebut tidak berpijak pada isi buku itu sendiri. Sebagai sosok yang sejak remaja aktif di Muhammadiyah, Fajar melihat ada kontribusi penting sekaligus unik oleh ormas ini di daerah-daerah minoritas Muslim.

Sebut saja kehadiran sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia timur, yang mayoritas mahasiswanya merupakan non-Muslim. Begitu pula klinik atau rumah sakit yang melayani lebih banyak non-Muslim. Fenomena itulah yang dipotret dan diteliti Fajar, pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 1979 itu kemudian dituangkan menjadi buku berjudul Kristen Muhammadiyah pada 2009.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fajar dalam bukunya ingin menyampaikan pesan kepada khalayak tentang best practise toleransi yang dikembangkan Muhammadiyah melalui amal-amal usahanya.
Jadi, istilah Kristen Muhammadiyah yang juga populer dengan akronim Krismuha, itu bukan sebagai sinkretisme, melainkan sekadar penamaan unik tentang toleransi. Penegasan itu disampaikan Fajar saat bedah buku tersebut di Sukabumi.

Namun, istilah baru--apalagi yang berkaitan dengan agama--kadang disalahpahami akibat yang bersangkutan kurang mendapat informasi utuh tentang istilah, konsep, atau pemikiran tertentu.

tvonenews

 

Begitu pula dengan istilah Krismuha. Boleh jadi memang banyak yang belum baca buku, yang edisi perdananya1 sudah terbit 14 tahun silam.
Oleh karena itu, buku Kristen Muhammadiyah sempat menjadi topik utama atau trending topic di berbagai media sosial TikTok dan Twitter.

Berbagai kecaman, hujatan, hingga hinaan pun dilayangkan kepada Fajar Riza Ul Haq. Ada warga internet yang menghakimi buku tersebut mengajarkan aliran baru yang menyimpang. Bahkan tidak sedikit warga internet menuding bahwa buku tersebut merupakan sinkretisme atau pencampuran elemen-elemen maupun kepercayaan-kepercayaan yang saling bertentangan yang dikarang oleh kelompok sekte sesat.

Ada lagi warga internet, khususnya yang bersumbu pendek--saat buku tersebut kembali dicetak ulang dan diedarkan ke pasaran-- langsung memberi komentar miring terhadap buku tersebut. Bisa jadi yang menghujat itu hanya membaca judul. Tanpa baca isinya, orang akan mudah menafsirkan berbeda, jauh dari isi tulisan dan pesan toleransi yang ingin disampaikan oleh penulisnya.

Mengingat penting dan relevannya buku yang mengulas data dan fakta tentang toleransi antarumat beragama tersebut, Kemendikbud Ristek RI sebelumnya menggelar bedah buku Krismuha.

Bisa diterima
Dalam buku itu tidak ditemukan adanya ajaran agama yang menyimpang maupun sinkretisme. Penulis lebih banyak menceritakan kondisi dunia pendidikan di daerah-daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3-T) seperti beberapa daerah di Indonesia timur.

Fajar Riza Ul Haq menceritakan pengalaman datang langsung ke beberapa daerah 3-T untuk melihat kondisi dunia pendidikan. Ternyata kehadiran lembaga pendidikan Muhammadiyah di daerah minoritas Muslim sangat membantu warga untuk mendapatkan pendidikan di tengah keterbatasan sekolah.

Dalam buku itu, penulis menceritakan di mana banyak warga non-Muslim yang bersekolah di Muhammadiyah. Bahkan banyak lulusannya menjadi pejabat daerah. Umat Kristen dan Katolik yang menimba ilmu di lembaga pendidikan Muhammadiyah mengaku bangga pernah sekolah milik organisasi yang didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan.

Buku Kristen Muhammadiyah terbit pertama pada tahun 2009 setelah penulisnya selama 1 tahun (2008) melakukan penelitian tentang kondisi pendidikan di daerah 3-T. Namun, pada saat itu dunia media sosial belum semasif seperti sekarang. Akses internet pun masih terbatas sehingga saat kali pertama terbit, buku ini tidak memicu polemik seperti sekarang.

Di kalangan internal Muhammadiyah, istilah Krismuha sudah lama ada dengan mengacu pengertian seperti disampaikan Fajar Riza Ul Haq.
Fajar mengaku pada saat itu, bukunya hanya beredar di kalangan tertentu. Berbeda dengan kondisi sekarang ketika media sosial nyaris menyentuh semua orang dan internet dengan mudah diakses. Oleh karena itu, saat buku itu kembali dicetak untuk yang kedua kalinya sekitar Mei 2023, istilah Kristen Muhammadiyah langsung menjadi pembahasan ramai di media sosial.

Namun, Fajar menganggap viralnya buku itu malah menjadi keuntungan bagi dirinya. Selain dari sisi royalti, masyarakat yang penasaran dengan istilah Krismuha itu kemudian membeli buku dan akhirnya membaca bisa mengetahui makna dan tujuan ia menulis buku itu. Sesuai tema dari buku itu "Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan", tujuan penulis menerbitkan kembali buku itu ingin menggambarkan situasi toleransi serta kondisi pendidikan di daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Selain itu, dalam buku itu dijelaskan interaksi harmonis antara pelajar Muslim, Kristen, dan Katolik yang bersekolah di lembaga pendidikan Muhammadiyah. Para pelajar itu sama sekali tidak menonjolkan identitas keagamaannya. Yang terjadi justru saling menghargai serta memiliki rasa toleransi yang kuat.

Penulis ingin meningkatkan dan menguatkan praktik toleransi khususnya kepada generasi penerus bangsa tentang pentingnya toleransi di negara multikultural seperti Indonesia ini. Buku tersebut juga ingin menunjukkan bahwa hadirnya Muhammadiyah di tengah masyarakat minoritas Muslim sangat diterima, bahkan membantu meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di daerah 3-T.

Fajar menyayangkan masih ada sebagian kecil yang menjadikan bukunya itu sebagai "bancakan" untuk menyerang Muhammadiyah, padahal yang bersangkutan dipastikan belum pernah membaca isinya. Indonesia memang merupakan salah satu negara dengan minat baca masyarakatnya yang masih rendah. Berani menghakimi sebelum memahami, mencerminkan masih rendahnya literasi itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang lebih menyedihkan lagi, sebagian warga internet mudah terprovokasi hanya dengan membaca judul buku, sudah berani berkomentar negatif bahkan langsung menghujat sebelum membaca isi dari buku itu. Masalah tersebut menjadi perhatian setiap insan, agar tidak terbiasa melihat buku hanya dari sampulnya karena yang terpenting dari buku itu adalah isinya.

Walaupun penulis sempat mendapatkan hujatan dari segelintir orang tidak melek literasi, itu tidak menyurutkan tekadnya membantu anak-anak kurang beruntung agar mereka bisa mendapatkan pendidikan. Selain menuai respons kurang bersahabat, kehadiran buku ini mendapatkan apresiasi dari kalangan tokoh agama Kristen. Ada yang menjadikan buku itu sebagai salah satu referensi pembelajaran tentang toleransi khususnya dalam menanamkan jiwa tenggang rasa di kalangan generasi penerus bangsa. Dari keriuhan komentar tentang buku tersebut, kita seolah diingatkan peribahasa yang berbunyi "jangan menilai buku dari sampulnya."(ant/bwo)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sudah Capek-capek Bela Ajax, Maarten Paes Tetap Dikritik Pengamat Belanda: Kiper Kiper Tidak Berguna

Sudah Capek-capek Bela Ajax, Maarten Paes Tetap Dikritik Pengamat Belanda: Kiper Kiper Tidak Berguna

Maarten Paes tetap jadi sasaran kritik pengamat Belanda meski tampil reguler bersama Ajax. Performa naik-turun dan blunder dinilai jadi alasan.
Dihadapan Dedi Mulyadi, Pihak RSHS Ungkap Sosok Perawat yang Diduga Nyaris Tukar Bayi: ASN Sudah 20 Tahun Kerja

Dihadapan Dedi Mulyadi, Pihak RSHS Ungkap Sosok Perawat yang Diduga Nyaris Tukar Bayi: ASN Sudah 20 Tahun Kerja

Kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) Asisten Manajer Keperawatan mengungkapkan soal sosok perawat yang diduga nyaris tukar bayi. Ternyata senior!
Penipuan Rekrutmen ASN di Pemkab Gresik, Korban akan Didampingi untuk Menempuh Jalur Hukum

Penipuan Rekrutmen ASN di Pemkab Gresik, Korban akan Didampingi untuk Menempuh Jalur Hukum

Kasus ini terungkap saat 9 orang korban mendatangi kantor BKPSDM Kabupaten Gresik pada 6 April 2026 dengan membawa dokumen yang diduga sebagai SK pengangkatan PNS dan PPPK.
Gara-gara Dicecar KDM, Perawat RSHS yang Diduga Nyaris Tukar Bayi Kini Terancam Dicopot Permanen

Gara-gara Dicecar KDM, Perawat RSHS yang Diduga Nyaris Tukar Bayi Kini Terancam Dicopot Permanen

Seorang ibu, Nina Saleha, hampir kehilangan bayinya usai diduga terjadi kelalaian dari oknum perawat saat proses kepulangan pasien. Dedi Mulyadi turun tangan.
Presiden Prabowo Apresiasi Jawa Tengah Pesan Bus Listrik Produksi PT VKTR Sakti Industries di Magelang

Presiden Prabowo Apresiasi Jawa Tengah Pesan Bus Listrik Produksi PT VKTR Sakti Industries di Magelang

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial PT VKTR Sakti Industries (VKTS) di Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).
Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Disorot Dedi Mulyadi, Perawat Terancam Sanksi Berat

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Disorot Dedi Mulyadi, Perawat Terancam Sanksi Berat

Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti soal kasus seorang ibu yang nyaris kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Perawat terancam sanksi berat.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral