News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Umbar Sumber Uang Ponpes Al Zaytun, Eks Anggota NII sebut Pesantren Pimpinan Panji Gumilang itu Cari Duit pakai Cara Tak Lazim

Pendiri NII Crisis Center, blak-blakan ceritakan dirinya bersama sejumlah santri Al Zaytun yang diduga bagian NII mengumpulkan uang dengan cara tidak lazim.
Minggu, 25 Juni 2023 - 10:25 WIB
Al Zaytun
Sumber :
  • Tim tvOne

tvOnenews.com - Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan secara blak-blakan menceritakan bagaimana dirinya bersama sejumlah santri dari Ponpes Al Zaytun yang diduga merupakan bagian dari kelompok NII mengumpulkan uang dengan cara tidak lazim.

Hal tersebut diungkap oleh Ken Setiawan saat ia hadir dalam sebuah acara diskusi Catatan Demokrasi yang tayang di tvOne.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kesempatan tersebut Ken Setiawan mengatakan kalau didalam Ponpes Al Zaytun pengajaran untuk santri yang memiliki latar belakang NII dan Non NII dibedakan.

Maka dari itu, Ken juga mengatakan kepada santri yang memiliki latar belakang NII diajarkan kalau harta milik orang diluar kelompoknya boleh dicuri karena itu merupakan harta orang kafir.

Ken Setiawan mengatakan kalau hal tersebut diajarkan dan disampaikan oleh pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang kepada santri-santri yang memiliki latar belakang NII.

"Santri yang NII dan non NII ini emang dibedakan walaupun katanya disamakan semua. di NII sendiri, memang teorinya itu dari dari Panji Gumilang nggak menyampaikan 'silahkan ngerampok, silahkan nyuri', tapi mengatakan bahwa harta orang di luar kelompok termasuk orang tua yang belum berbaiat itu kafir semua," terang Ken Setiawan. 

Hal tersebutlah yang membuat para anggota NII ini melakukan segala cara termasuk mencuri dan merampok untuk mengumpulkan harta yang nantinya digunakan untuk kegiatan organisasi.

Bahkan, Ken Setiawan mengatakan kalau pada saat itu, anggota NII diberikan target setiap bulannya untuk mengumpulkan dana dan juga tidak bisa tercapai akan mendapat hukuman.

"Dicuri nggak apa-apa, dulu tahun 2000 sampai 2002 Ketika saya masih ada di dalam itu, mohon maaf setiap hari kita kerjaan kita ngerampok karena target kita kalau misalnya satu bulan harus bawa 10 miliar dapatnya misalnya 1 miliar itu enggak berani pulang kita, kalau pulang lepas baju dicambuk," jelas Ken Setiawan.

Ken juga menjelaskan modus lain dari anggota NII dengan berpura-pura menjadi asisten rumah tangga yang pada akhirnya akan menggasak habis harta majikannya.

"Mohon maaf ini kalau ada berita di TV, pembantu baru kerja satu hari gasak harta majikan itu Kerjaan kawan-kawan (NII) semua. Pernah satu hari kita dapat di atas 1 miliar, jadi kalau kita butuh dana siapin 5 orang tim kita perempuan palsuin KTP ijazah dan kartu keluarga," ujar Ken Setiawan.

"Kita nggak usah lama-lama nyari koran yang biasanya Komplek elite kaya Pondok Indah, Permata Hijau, Kalibata nggak usah satu minggu, satu bulan kerja satu hari majikan pergi, anak sekolah, langsung telepon oknum lain 'abi rumah kosong' kita langsung bawa mobil, jadi kita melakukan kriminal dan kita dulu bangga karena kita menghasilkan banyak," sambungnya.

Bukan cuma itu, Ken menjelaskan kalau anggota NII juga punya modus lain untuk menggalang dana dengan memanfaatkan sifat dermawan orang Indonesia.

Dikatakan kalau para anggota NII akan membuat sebuah yayasan yatim piatu hingga yayasan dhuafa untuk mengumpulkan uang-uang sumbangan dari masyarakat.

Namun sayang uang tersebut nantinya malah digunakan untuk keperluan organisasi Negara Islam Indonesia atau NII.

"Kita tahu orang Indonesia itu baik-baik, orang Indonesia itu Dermawan, nggak usah pakai kriminal, cukup kita bikin yayasan nongkrong di ATM, foodcourt, pom bensin halte busway, taruh di rumah makan, di minimarket dan itu hasilnya lebih besar," ungkap Ken. 

"Yang penting organisasinya jelas proposalnya, surat tugas, kartu nama, KTP. Perbulan dan itu satu yayasan ada yang sampai dapat 10 miliar dan mereka cabangnya ada di seluruh Indonesia. Jadi kalau ngeliat ada cewek cantik di depan ATM bawa proposal, itu 100% kelompok (NII) bukan 99 persen lagi. 

Pondok Pesantren Al Zaytun yang berada di Kabupaten Indramayu sendiri kini tengah mendapat sorotan dari masyarakat setelah viralnya berbagai kontroversi di dalamnya. 

Setelah sempat viral video yang menunjukan ibadah salat Idul Fitri 1444 H di Ponpes Al Zaytun yang mencampurkan jemaah wanita dan lelaki di satu shaf salat yang sama.

Satu persatu kontroversi serta keanehan dalam beribadah di Ponpes Al Zaytun pun mulai terungkap.

Mulai dari salam kristen yang dipimpin oleh Panji Gumilang selaku pemimpin Ponpes Al Zaytun, sampai Azan nyeleneh yang dilakukan di Ponpes tersebut.

Bahkan diketahui pemimpin Ponpes Al Zaytun yakni Panji Gumilang pernah meragukan keabsahan Alquran hingga menyuruh para santrinya untuk membaca Alkitab. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, ketika Idul Fitri dia juga pernah membawakan khutbah dengan mengutip ayat Injil.

Imbas dari segala kontroversi dari Pondok Pesantren Al Zaytun, kini Ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang itu pun dikaitkan dengan organisasi Negara Islam Indonesia atau NII KW9. (akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026, Sabtu 10 Oktober: Misi Marc Marquez Akhiri Mimpi Buruk di Sirkuit Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 yang kini memasuki hari kedua di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026) dimana akan tersaji sesi kualifikasi dan juga Sprint Race.
Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia Sengaja Tabrakan Diri ke Mobil Melintas di Jakarta Utara Ditangkap, Dalih Ingin Dapat Uang "Tanggung Jawab" untuk Usaha Kopi Keliling

Lansia yang sering menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas di Penjaringan, Jakarta Utara, akhirnya berhasil ditangkap. Modusnya berjalan kaki melintasi jalan raya dan menabrakkan dirinya untuk mencari keuntungan pribadi.
Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Bukan Cuma Taisei Marukawa, 4 Pemain Ini Masih Tunggu Naturalisasi Timnas Indonesia

Gelombang ketertarikan pemain asing untuk mengenakan seragam kebanggaan Timnas Indonesia kian tak terbendung. Sebanyak empat pemain top yang berkarier di kompet
Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Persaingan V-League Memanas, Vanja Bukilic Sesumbar Ingin Kalahkan Megawati Hangestri

Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan (VLeague) putri musim 2026/2027 dipastikan berjalan sengit. Kepindahan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi
Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren Modifikasi Mobil Gen Z dan Milenial Berubah, Bukan Cuma Tampil Keren, Fungsi dan Keamanan Ikut Jadi Pertimbangan

Tren modifikasi mobil di kalangan Gen Z dan milenial memperlihatkan bahwa personalisasi kendaraan dapat berjalan beriringan dengan fungsi praktis

Trending

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi Ini Upayakan Perluas Akses Kesehatan Masyarakat

Berbagai pihak turut ikut berperan dalam menopang mobilitas fasilitas kesehatan diberbagai daerah Indonesia.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral