News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PA 212 Desak Segera Tangkap dan Pidanakan Panji Gumilang, Beberkan 16 Poin Penyesatan di Al Zaytun

Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak agar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun ditutup bahkan pimpinannya yakni Panji Gumilang segera ditangkap dan dipidanakan.
Minggu, 16 Juli 2023 - 05:05 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212 Novel Bamukmin desak Panji Gumilang Dipidanakan
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak agar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun ditutup bahkan pimpinannya Panji Gumilang segera ditangkap dan dipidanakan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212 Novel Bamukmin dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena kami melihat sudah ada dugaan kesesatan dan dugaan penistaan agama yang luar biasa. Ada 16 poin dugaan penistaan agama dan kesesatan yang melibihi daripada kasuss-kasus dugaan penistaan agama baik yang sudah divonis maupun yang sedang bergulir," ungkapnya. 

Novel menuturkan 16 poin kesesatan Ponpes Al Zaytun itu bukanlah hal baru. 

PA 212 Desak Segera Tangkap dan Pidanakan Panji Gumilang, Beberkan 16 Poin Penyesatan di Al Zaytun.

"Artinya hampir lebih dari 2 dekade, hampir seumur Al Zaytun, yakni 24 tahun kira-kira, kami menghimpun ada 16 kesesatan Al Zaytun," katanya.

Kesesatan Ponpes Al Zaytun itu seperti diungkap oleh orang-orang eks Al Zaytun atau wali santri di ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut. 

Di antaranya ada penistaan agama yang dilaporkan atau sudah jadi pelaporan, seperti penyebutan kalamullah sebagai kalam Nabi Muhammad SAW yang sangat fatal.

"Kemudian ada beberapa pluralisme, pencampuradukan faham agama, yaitu memasukan ajaran Yahudi ke dalam nilai-nilai agama Islam. Menggabungkan ajaran-ajaran agama Yahudi ke dalam agama Islam. Begitu juga ada cara beribadah mencampuradukan antara Yahudi dengan agama Islam," tuturnya.

Hal ini dinilai sangat berbahaya oleh PA 212, karena diluar konteks dari pada perbedaan yang ada di Indonesia sebagai negara yang mayoritas beragama Islam. 

"Itu sudah final dan tidak bisa diutak-atik lagi. Ini sangat membahayakan," tegasnya.

Kemudian Wasekjen PA 212 juga membeberkan alasan, kenapa Panji Gumilang harus segera ditangkap dan dipidanakan.

"Karena memang pasal yang sudah berat, dugaan penistaan agama itu Pasal 1 5 6a dengan hukuman jerat paling maksimal 5 tahun. Dan undang-undang ITE loh, karena semua apa yang diucapkan oleh Panji Gumilang ini semua terekspos, semuanya dipublikasi dengan jelas," katanya.

"Artinya mereka ini mempertontonkan penistaan agama, mempertontonkan kesesatan dengan terang-terangan. Ini sangat berbahaya," tambahnya. 

Menurutnya, kalau Panji Gumilang memiliki pemahaman sesat dengan pemahaman pribadinya, kemudian tidak menyebarluaskan, atau tidak mengeksposenya, itu sah-sah saja, menjadi hak pribadinya. 

"Kalau mau bikin agama baru, silakan saja bikin agama baru. Kita akan toleransi, Kita akan menghormati agama baru tersebut. Asal jangan mencampur agama Islam. Ini yang sangat meresahkan, sehingga banyak korban," katanya.

PA 212 Desak Segera Tangkap dan Pidanakan Panji Gumilang, Beberkan 16 Poin Penyesatan di Al Zaytun.

PA 212 melihat doktrin-doktrin di Ponpes Al Zaytun yang sesat ini, akan menimbulkan perpecahan di masyarakat dan menimbulkan kegaduhan, sehingga berbahaya. 

"Maka untuk menyelamatkan aqidah umat Islam, untuk menjaga kondusivitas negara Indonesia ini, untuk tidak saling berbenturan, untuk menghentikan demo, untuk segera diselesaikan, agar Panji Gumilang ditangkap," ujarnya.

Lebih lanjut Novel menuturkan Panji Gumilang harus segera ditangkap agar tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Kenapa? karena menurut eks wali santri Panji Gumilang sudah menghilangkan barang bukti dugaan-dugaan dari pada pencabulan, dari pada perzinahan. Kami khawatir kalau tidak ditangkap ini akan dilakukan oleh Panji Gumilang," pungkasnya. (muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Selengkapnya

Viral