News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Babe Haikal Hassan Bilang Bahaya Kalau Sampai Negara Kalah Sama Dedengkot Al Zaytun Panji Gumilang, Katanya...

Polemik yang menerpa Ponpes Al Zaytun dan pemimpinnya, Panji Gumilang semakin memanas setelah pihak Mabes Polri melakukan pemeriksaan kepada Dedengkot Al Zaytun
Selasa, 1 Agustus 2023 - 11:52 WIB
Kolase Babe Haikal Hassan dan Panji Gumilang
Sumber :
  • Tangkapan Layar

tvOnenews.com - Polemik yang tengah menerpa Ponpes Al Zaytun dan juga pemimpinnya yakni Panji Gumilang saat ini semakin memanas setelah pihak Mabes Polri melakukan pemeriksaan kepada Dedengkot Al Zaytun itu.

Meski saat ini Panji Gumilang masih diperiksa oleh pihak kepolisian, Ketua Majelis Keluarga Indonesia, Babe Haikal Hassan mengatakan kalau saat ini negara sudah kalah dari Panji Gumilang. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ditemui tim Fakta tvOne di Yayasan Haikal Hassan, Babe Haikal Hassan mengatakan kalau saat ini Negara sudah kalah dari Panji Gumilang dan Al Zaytun.

Hal itu karena menurut Babe Haikal Hassan saat ini sudah terlalu banyak orang yang terlibat dan pasang badan untuk Panji Gumilang dan Al Zaytun.

"Kita bisa menyatakan negara sudah kalah dengan Panji Gumilang, saya lihat arahnya ini karena terlalu banyak orang-orang yang terlibat. Yang pasang badan, yang terlibat dari sisi keuangan dari sisi apapun sehingga sangat sulit. Cakupan itu banyak gitu loh apa guritanya tuh banyak kemana-mana sehingga akan menimbulkan kehebohan nasional" kata Babe Haikal Hassan saat diwawancarai.

Babe Haikal Hassan juga mengatakan kalau Al Zaytun sendiri awalnya memang dijadikan sebagai sebuah tempat berkumpulnya mantan-mantan NII oleh intelijen Indonesia

"Awal mula tempat berkumpulnya mantan-mantan NII, itu awal mula supaya berkumpul di situ supaya gampang nangkapnya kita tahulah itu pola intelijen," sambungnya.

Namun Babe Haikal Hassan juga menyayangkan mengapa hal tersebut malah justru berkepanjangan dan Panji Gumilang juga Al Zaytun bisa sangat cepat bermetamorfosa.

"Tetapi ini kok jadi kelanjutan, kenapa? karena ternyata dia cepat bermetamorfosa kalau saya lihat sih begitu bermetamorfosa ini ulahnya Panji Gumilang sendiri," lanjut Babe Haikal Hassan.

"Segera dia beralih, sekarang dia tidak lagi menonjolkan itunya dan ini nggak bisa ditumpas, ya saya ngomong sekarang negara kalah sama Panji Gumilang," terangnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena saat ini meurutnya sampai dengan saat ini negara terlalu lama dalam mengambil tindakan baik pada Panji Gumilang maupun Al Zaytun.

"Sampai saat ini tidak diambil tindakan, karena prosesnya juga terlalu lama kita terlalu lama dari jalur keuangan misalnya PPATK gampang tinggal telusuri katanya ada 300 sekian rekening yang ditutup cuman 100 sekian," ungkapnya.

"Nah itu juga tanda tanya kenapa nggak semuanya? Apa menyangkut nama-nama besar jadi saya ngelihatnya ini bukan urusan politik semata, ini juga bukan urusan sebuah paham dalam Islam," tutupnya. (akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral