GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kejamnya Pengawal Presiden Culik dan Habisi Nyawa Pemuda Aceh hingga Tewas, Katakan Ini Pada Ibu Korban

Viral di media sosial seorang pemuda bernama Imam Masykur diduga diculik dan dianiaya oleh oknum Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres di Tangsel, Banten.
Selasa, 29 Agustus 2023 - 06:05 WIB
Kolase korban pembunuhan Imam Masykur (kiri) oleh oknum Paspampres Praka Riswandi Manik (kanan)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial seorang pemuda diduga diculik dan dianiaya oleh oknum Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres di Tangsel, Banten.

Aksi penculikan dan penganiayaan seorang pemuda bernama Imam Masykur direkam kamera dan juga melibatkan dua anggota TNI aktif dari satuan lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video penyiksaan Imam Masykur sedang disiksa oknum Paspampres di dalam sebuah mobil tersebar di media sosial hingga viral.

Tampak Imam Masykur ditelanjangi kemudian dipukul benda tumpul di dalam mobil tersebut.

Praka Riswandi Manik oknum Paspampres yang culik dan aniaya Imam Masykur pemuda asal Aceh hingga tewas. (Ist)

Terdengar tangisan kesakitan Imam Masykur saat penganiayaan tersebut terjadi, hingga tampak punggung korban tampak terluka parah.

Imam Masykur sebelumnya diculik oleh ketiga oknum anggota TNI di tempat kerjanya di sebuah toko kosmetik di Tangsel, Banten.

Pelaku diketahui merupakan Praka Riswandi Manik yang berdinas di Kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan Paspampres. 

Praka Riswandi Manik dan dua rekannya sesama anggota TNI aktif menculik dan memeras serta menganiayaan Imam Masykur hingga tewas.

Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdi B Anwar mengkonfirmasi ketiga pelaku merupakan anggota TNI aktif. 

Namun hanya Praka Riswandi Manik yang merupakan anggota Paspampres, sementara dua pelaku lainnya merupakan anggota TNI dari satuan lain.

Dia menjelaskan bahwa motif oknum Paspampres tersebut menculik dan menganiaya Imam Masykur adalah demi uang tebusan.

"(Motifnya?) Uang tebusan. (Mereka) Tidak saling kenal," kata Irsyad, Senin (28/8/2023).

Dia mengatakan selain Praka RM yang merupakan anggota Pasukan Pengamanan Presiden alias Paspampres, ternyata ada dua pelaku lain yang sudah ditangkap Pomdam Jaya.

"Tersangkanya yang sudah diamankan tiga orang," ujar dia.
 
Dirinya tidak merinci inisial kedua anggota TNI lain itu. Irsyad juga tidak membeberkan matra kedua anggota TNI yang terlibat dalam kasus ini.

"TNI semua ketiganya. Satu yang dari Paspampres, yang lain bukan," kata dia lagi.

Kekejian Oknum Paspampres

Sebelum dinyatakan tewas akibat dianiaya tiga anggota TNI, ibu korban Imam Masykur yakni Fauziah menceritakan kekejian para pelaku.

Fauziah, awalnya mengatakan pihak keluarga tidak mengetahui kronologi lengkap kejadian anaknya diculik olek oknum Paspampres.

Kolase Imam Masykur korban pembunuhan oknum Paspampres (kiri) dan sang ibu Fauziah. (tvOne)

"Cuma dia nelepon kemari sama adik dia, sama ibu minta tebusan Rp50 juta. Masalah yang lain kami tidak tahu pokoknya dia enggak ada masalah di Jakarta, biasa-biasa saja normalah dia hidup enggak ada bermasalah sama orang," tuturnya saat dihubungi tvOne, Senin (28/8/2023).

Fauziah mengetahui anaknya meninggal dunia setelah sepuluh hari diculik oleh oknum Paspampres, pada hari Rabu 23 Agustus 2023.

Imam Masykur terakhir menghubungi keluarga pada hari kejadian saat korban meminta tebusan sebesar Rp50 juta.

"'Mak kirim uang cepat-cepat, ini saya dipukul keras, enggak tahan lagi saya mau mati' dia bilang. Saya bilang enggak ada uang," katanya.

"Dia ngomong (nelpon) sambil menangis lagi dipukul keras sampai kedenger di HP," katanya.

Saat itu Fauziah berusaha menelepon sang anak untuk menanyakan kondisi anaknya. Namun saat itu yang menjawab pelaku oknum Paspampres.

"Dia bilang gini, 'Cepat-cepat kirim duit kalau ibu sayang anak', 'Saya bilang saya kirim duit tapi anak saya jangan dipukul lagi, saya usahakan cari duit. Cuma ini malam tidak ada duit kami orang miskin, jangankan Rp50 juta seribu pun enggak ada'. Habis itu dia bilang lagi 'Kalau enggak dikirim duit ini malam, anak ibu saya bunuh, saya buang ke sungai'," tuturnya.

Saat itu pihak keluarga tidak mengetahui siapa yang menculik Imam Masykur, apakah orang yang dikenalnya atau bukan.

"Tidak, kami tidak tahu," ujarnya.

Pihak keluarga menyebut jika kejadian penculikan ini juga pernah terjadi sebelumnya. Pada penculikan yang pertama penculik meminta tebusan sebesar Rp13 juta dan pada penculikan kedua penculik meminta tebusan Rp50 juta.

Saat itu tebusan sebesar Rp13 juta dibayar oleh teman-temannya. Sementara untuk penculikan kedua pihak keluarga mengaku sudah mengumpulkan uang untuk tebusan, namun belum juga dihubungi penculik saat itu.

"Sama kami juga lagi usahakan uang untuk nebus (penculikan kedua). Tapi habis itu enggak ditelepon-telepon lagi, kami tunggu telepon dari orang itu tapi enggak ditelepon. Putus hubungan terus," tuturnya.

Setelah itu tidak ada komunikasi lagi antara keluarga baik dengan korban maupun dengan pelaku. 

Keluarga mengetahui korban Imam Masykur meninggal pada tanggal 23 Agustus 2023 di Jakarta, sekitar seminggu setelah kejadian penculikan.

Sang ibu menyebut jika sang anak sudah sejak lama hidup merantau di Jakarta. Berusaha menjual kosmetik bersama dengan rekan-rekannya di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mohon kepada bapak Jokowi biar dia (pelaku) dihukum seadil-adilnya, dihukum yang seberat-berat mungkin, yang setimpal dengan yang dia perbuat kepada anak saya," tutup sang ibu.(muu)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Instruksi Tegas Kapolri di HUT KSPSI: Fasilitas Kesehatan Polri Terbuka bagi Buruh Peserta BPJS

Instruksi Tegas Kapolri di HUT KSPSI: Fasilitas Kesehatan Polri Terbuka bagi Buruh Peserta BPJS

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dukungannya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi para buruh yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kesengajaan dalam Insiden Tembok Roboh di SMPN 182 Jakarta: Ini Sifatnya Musibah

Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kesengajaan dalam Insiden Tembok Roboh di SMPN 182 Jakarta: Ini Sifatnya Musibah

Polisi memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tembok beton pembatas sekolah SMPN 182 Jakarta, Jakarta Selatan, yang roboh pada Minggu (16/2/2026).
Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah

Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah

Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026) besok.
Ukir Sejarah, Robi Syianturi Pecahkan Rekor Nasional dan Asia Tenggara di Sevilla Marathon 2026

Ukir Sejarah, Robi Syianturi Pecahkan Rekor Nasional dan Asia Tenggara di Sevilla Marathon 2026

Tampil di Sevilla Marathon 2026, Spanyol pada Minggu 15 Februari 2026, Robi Syianturi berhasil finis dengan membukukan catatan waktu 2 jam 13 menit 18 detik
Kapolri dan Titiek Soeharto Turun ke Tapteng, Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Banjir

Kapolri dan Titiek Soeharto Turun ke Tapteng, Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Banjir

Penyaluran bantuan dipusatkan di Hunian Sementara (Huntara) Asrama Haji Pinangsori, Kecamatan Pinangsori, Tapteng. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, serta Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Terungkap, Marc Marquez Ternyata Punya Kelemahan yang Tak Terlihat Pembalap Lain

Terungkap, Marc Marquez Ternyata Punya Kelemahan yang Tak Terlihat Pembalap Lain

Casey Stoner menyebut Marc Marquez sebenarnya punya kelemahan namun tak terlihat oleh pembalap lain di ajang MotoGP.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Daftar Negara Peserta Piala Thomas dan Uber 2026: Ada Tim Bulu Tangkis Indonesia

Daftar Negara Peserta Piala Thomas dan Uber 2026: Ada Tim Bulu Tangkis Indonesia

Daftar lengkap negara peserta turnamen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana ada tim bulu tangkis Indonesia yang akan berpartisipasi.
Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top skor Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam terdepak dari 10 besar seiring dominasi pemain asing yang tak terbendung.
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT