Kejamnya Pengawal Presiden Culik dan Habisi Nyawa Pemuda Aceh hingga Tewas, Katakan Ini Pada Ibu Korban
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial seorang pemuda diduga diculik dan dianiaya oleh oknum Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres di Tangsel, Banten.
Aksi penculikan dan penganiayaan seorang pemuda bernama Imam Masykur direkam kamera dan juga melibatkan dua anggota TNI aktif dari satuan lain.
Video penyiksaan Imam Masykur sedang disiksa oknum Paspampres di dalam sebuah mobil tersebar di media sosial hingga viral.
Tampak Imam Masykur ditelanjangi kemudian dipukul benda tumpul di dalam mobil tersebut.

Terdengar tangisan kesakitan Imam Masykur saat penganiayaan tersebut terjadi, hingga tampak punggung korban tampak terluka parah.
Imam Masykur sebelumnya diculik oleh ketiga oknum anggota TNI di tempat kerjanya di sebuah toko kosmetik di Tangsel, Banten.
Pelaku diketahui merupakan Praka Riswandi Manik yang berdinas di Kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan Paspampres.Â
Praka Riswandi Manik dan dua rekannya sesama anggota TNI aktif menculik dan memeras serta menganiayaan Imam Masykur hingga tewas.
Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdi B Anwar mengkonfirmasi ketiga pelaku merupakan anggota TNI aktif.Â
Namun hanya Praka Riswandi Manik yang merupakan anggota Paspampres, sementara dua pelaku lainnya merupakan anggota TNI dari satuan lain.
Dia menjelaskan bahwa motif oknum Paspampres tersebut menculik dan menganiaya Imam Masykur adalah demi uang tebusan.
"(Motifnya?) Uang tebusan. (Mereka) Tidak saling kenal," kata Irsyad, Senin (28/8/2023).
Dia mengatakan selain Praka RM yang merupakan anggota Pasukan Pengamanan Presiden alias Paspampres, ternyata ada dua pelaku lain yang sudah ditangkap Pomdam Jaya.
"Tersangkanya yang sudah diamankan tiga orang," ujar dia.
Â
Dirinya tidak merinci inisial kedua anggota TNI lain itu. Irsyad juga tidak membeberkan matra kedua anggota TNI yang terlibat dalam kasus ini.
"TNI semua ketiganya. Satu yang dari Paspampres, yang lain bukan," kata dia lagi.
Kekejian Oknum Paspampres
Sebelum dinyatakan tewas akibat dianiaya tiga anggota TNI, ibu korban Imam Masykur yakni Fauziah menceritakan kekejian para pelaku.
Fauziah, awalnya mengatakan pihak keluarga tidak mengetahui kronologi lengkap kejadian anaknya diculik olek oknum Paspampres.

"Cuma dia nelepon kemari sama adik dia, sama ibu minta tebusan Rp50 juta. Masalah yang lain kami tidak tahu pokoknya dia enggak ada masalah di Jakarta, biasa-biasa saja normalah dia hidup enggak ada bermasalah sama orang," tuturnya saat dihubungi tvOne, Senin (28/8/2023).
Fauziah mengetahui anaknya meninggal dunia setelah sepuluh hari diculik oleh oknum Paspampres, pada hari Rabu 23 Agustus 2023.
Imam Masykur terakhir menghubungi keluarga pada hari kejadian saat korban meminta tebusan sebesar Rp50 juta.
"'Mak kirim uang cepat-cepat, ini saya dipukul keras, enggak tahan lagi saya mau mati' dia bilang. Saya bilang enggak ada uang," katanya.
"Dia ngomong (nelpon) sambil menangis lagi dipukul keras sampai kedenger di HP," katanya.
Saat itu Fauziah berusaha menelepon sang anak untuk menanyakan kondisi anaknya. Namun saat itu yang menjawab pelaku oknum Paspampres.
"Dia bilang gini, 'Cepat-cepat kirim duit kalau ibu sayang anak', 'Saya bilang saya kirim duit tapi anak saya jangan dipukul lagi, saya usahakan cari duit. Cuma ini malam tidak ada duit kami orang miskin, jangankan Rp50 juta seribu pun enggak ada'. Habis itu dia bilang lagi 'Kalau enggak dikirim duit ini malam, anak ibu saya bunuh, saya buang ke sungai'," tuturnya.
Saat itu pihak keluarga tidak mengetahui siapa yang menculik Imam Masykur, apakah orang yang dikenalnya atau bukan.
"Tidak, kami tidak tahu," ujarnya.
Pihak keluarga menyebut jika kejadian penculikan ini juga pernah terjadi sebelumnya. Pada penculikan yang pertama penculik meminta tebusan sebesar Rp13 juta dan pada penculikan kedua penculik meminta tebusan Rp50 juta.
Saat itu tebusan sebesar Rp13 juta dibayar oleh teman-temannya. Sementara untuk penculikan kedua pihak keluarga mengaku sudah mengumpulkan uang untuk tebusan, namun belum juga dihubungi penculik saat itu.
"Sama kami juga lagi usahakan uang untuk nebus (penculikan kedua). Tapi habis itu enggak ditelepon-telepon lagi, kami tunggu telepon dari orang itu tapi enggak ditelepon. Putus hubungan terus," tuturnya.
Setelah itu tidak ada komunikasi lagi antara keluarga baik dengan korban maupun dengan pelaku.Â
Keluarga mengetahui korban Imam Masykur meninggal pada tanggal 23 Agustus 2023 di Jakarta, sekitar seminggu setelah kejadian penculikan.
Sang ibu menyebut jika sang anak sudah sejak lama hidup merantau di Jakarta. Berusaha menjual kosmetik bersama dengan rekan-rekannya di Jakarta.
"Kami mohon kepada bapak Jokowi biar dia (pelaku) dihukum seadil-adilnya, dihukum yang seberat-berat mungkin, yang setimpal dengan yang dia perbuat kepada anak saya," tutup sang ibu.(muu)
Â
Load more