Profil Praka Manik Riswandi, Oknum Paspampres yang Menculik hingga Menganiaya Pemuda Aceh hingga Tewas, Ngaku Sebagai Polisi
- Kolase tvOnenews.com / Pomdam Jaya / Instagram
tvOnenews.com - Bikin geger publik atas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap pemuda asal Bireuen, Aceh bernama Imam Masykur (25) yang berujung tewas oleh oknum TNI, di mana salah satu pelakunya anggota Paspampres.
Imam Masykur (25) seorang warga Kabupaten Bireuen, Aceh, meninggal dunia diduga pasca diculik dan disiksa oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden berinisial Praka RM.
Praka Riswandi Manik (RM) dan dua anggota TNI lainnya yang diduga menculik dan menganiaya Imam Masykur, ternyata tidak saling mengenal.
![]()
Kolase korban pembunuhan Imam Masykur (kiri) oleh oknum Paspampres Praka Riswandi Manik (kanan)
Hal itu diungkap Danpomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar. Irsyad mengatakan penculikan dan penganiayaan yang dilakukan ketiganya didasari oleh motif ekonomi.Ā
Dia menjelaskan bahwa motif oknum Paspampres tersebut menculik dan menganiaya Imam Masykur adalah demi uang tebusan.Ā
"(Motifnya?) Uang tebusan. (Mereka) Tidak saling kenal," kata Irsyad, Senin (28/8/2023).Ā
Dia mengatakan selain Praka RM yang merupakan anggota Pasukan Pengamanan Presiden alias Paspampres, ternyata ada dua pelaku lain yang sudah ditangkap Pomdam Jaya.Ā
Lantas, siapakah sebenarnya Praka Riswandi Manik, simak profil oknum Paspampres yang melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap Imam Masykur.
Dirangkum dari berbagai sumber, Praka Riswandi Manik lahir pada tanggal 10 Juni 1994 dan merupakan pria yang berasal dari Aceh Singkil.
![]()
Oknum Paspampres, Praka Riswandi Manik.
Praka RM adalah seorang anggota dari Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) di lingkungan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).
Sedangkan berdasarkan Nomor Register Pokok (NRP), Praka Riswandi diketahui bergabung dengan TNI Angkatan Darat (AD) pada bulan Juli 2013 setelah berhasil menyelesaikan pendidikan Tamtama.
Kemudian, Praka RM juga mendapatkan tanggung jawab sebagai anggota Polisi Militer (POM) dan menjalani pendidikan mengenai hal tersebut.
Perjalanan karirnya pun kemudian membawanya bertugas di Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan Paspampres.
Sementara itu dalam sebuah video yang beredar, Praka Riswandi diketahui pernah melangsungkan pernikahan pada tanggal 17 November 2018 di Masjid Raya Baiturrahman dan sudah dikaruniai seorang putra.
Pernah jadi korban penculikan
Ternyata Imam Masykur pernah jadi korban penculikan sebelum diculik oknum Paspampres. Dia bisa bebas usai beri uang tebusan Rp15 juta ke penculiknya. Ā
Pemuda asal Aceh ini sempat diculik saat baru bekerja di Jakarta sebagai penjual kosmetik dan obat-obatan. Ā
"Iya (pernah jadi korban penculikan). Tapi sudah lama itu. Waktu dia, ini kan dia sudah 1,5 tahun di Jakarta, jadi belum sampai 2 bulan sudah pernah diculik juga. Waktu dia kerja di toko orang," ujar Said Sulaiman, perwakilan keluarga saat dihubungi wartawan, Senin (28/8/2023). Ā
Said mengatakan saat kasus penculikan pertama yang menimpa Imam, pelaku sempat meminta uang tebusan Rp15 juta.
Saat itu keluarga langsung mengirimkan uang tebusan Rp15 juta yang diminta. Setelah itu, Imam Masykur pun dibebaskan. Ā
"Iya waktu itu dibayar sekitar Rp15 juta. Sama kalau saya lihat motifnya sama. Orang itu dihajar dalam mobil baru minta tebusan," katanya. Ā
Menurut dia, ada kemiripan dengan penculikan pertama yang mana menyasar Imam Masykur selaku penjual kosmetik atau obat di daerah tersebut dengan meminta tebusan. Bedanya, penculikan kedua ini sampai mengakibatkan meninggal dunia.Ā
"Memang (serasa) perampok ini sudah ngincer kosmetik semua. Padahal kan ada toko lain. Orang itu targetnya toko kosmetik," ungkapnya. Ā
Adapun, kata dia, modus penculikan yang kedua dilakukan dengan menangkap lalu memasukan ke mobil. Di sana korban seperti halnya Imam Masykur akan disiksa agar keluarga segera memberikan uang tebusan. Ā
"Ngaku dia polisi. Malah dia pakai atribut polisi waktu penangkapan itu. Itu kata saksi yang di situ. Badannya tegap pakai rompi yang ada tulisannya polisi. Kan polisi jadi pasti mundur biar enggak ikut campur tapi langsung sekap," jelasnya. Ā
Sementara itu, untuk penculikan yang pertama, para penculik langsung datang ke toko yang dijaga Imam Masykur. Di sana tanpa mengaku sebagai polisi pelaku langsung membawa Imam Masykur secara paksa dan meminta tebusan.Ā
"Enggak ngaku polisi cuma minta tebusan doang. Yang pertama yang turun satu orang langsung masuk ke toko jadi yang jaga toko ini dorong," katanya.Ā
"(Penculikan pertama dan kedua) Sama kalau motifnya saya lihat juga sama. Karena orang itu dipukul dulu kemudian dihajar dalam mobil. Nah, baru minta tebusan," ucap Said. (rpi/nsi/ind)
Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News,Ā Klik di sini
Load more