News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Megawati Dituding Panik karena Samakan Jokowi dengan Orba, Rocky Gerung: Rakyat sudah Tahu! 

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dituding panik karena samakan Jokowi dengan Orde Baru (Orba). Sontak, hal ini membuat Pengamat Politik tersohor di Indonesia
Senin, 4 Desember 2023 - 06:57 WIB
Megawati Dituding Panik karena Samakan Jokowi dengan Orba, Rocky Gerung: Rakyat sudah Tahu!
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri dituding panik karena samakan Jokowi dengan Orde Baru (Orba). Sontak, hal ini membuat Pengamat Politik tersohor di Indonesia Rocky Gerung berkomentar. 

Rocky Gerung katakan, dirinya menganggap PDIP pasti panik, tetapi bukan panik karena dirinya. Namun, menurut Rocky Gerung, PDIP melihat bahwa bangsa Indonesia ini dalam jebakan otoririsme. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kan itu dasarnya. Bukan kita membela Megawati, Megawati juga mengerti bahwa dirinya adalah bagian dari membesarkan by otoretian ini kan. Tetap aja, PDIP bertanggung jawab karena dia tak bisa kontrol dari awal," pungka Rocky Gerung, seperti yang dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (3/12/2023). 

"Kan mestinya PDIP memberitahu, bahwa tokoh yang mereka jagokan itu saudara Joko Widodo, sembilan tahun yang lalu itu datang untuk membenahi negeri ini berdasarkan perspektif Soekarno," sambungnya. 

Akan tetapi, kata Rocky, dalam perjalanan PDIP membiarkan Jokowi tumbuh dan diasu olegarki. Dan pastinya Bung Karno bukan orang yang pro Oligarki. 

"Jadi udalah, itu sudah terjadi. Tetapi, siuman. PDIP baru siuman bahwa ada sesuatu yang melihat bangsa ini panik, dan PDIP sebetulnya mewakili suatu isu besar yang betul adanya, tetapi orang sinis pada PDIP, masalahnya itu kan," pungkas Rocky Gerung. 

Jadi, menurut Rocky Gerung, supaya PDIP terlihat betul-betul otentik dan bukan sekadar untuk mencari headline atau gosip politik.

Maka, kata Rocky Gerung, PDIP mesti konsisten. "Kalau dia menegur Jokowi, dia mesti sebut, bahwa yang kami tegur adalah Presiden RI, yang merupakan kader kami. Oleh karena itu, kami tarik semua menteri-menteri kami," ujar Rocky Gerung.

Jadi tetap, kata Rocky Gerung, bahwa tak ada satu ide final dari PDIP dan PDIP seolah-olah mau menunggang keluh kesah kepada rakyat. 

"Bahwa kalian (rakyat) itu dibuat panik, ya rakyat uda tahu bahwa ada kepanikan. Justru rakyat itu menunggu Ibu Megawati memimpin kepanikan ini, itu dasarnya," pungkas Rocky Gerung. 

"Bukan mengembalikan kepada rakyat, supaya rakyat bersatu mengepung Jokowi, bahkan rakyat dengan sendirinya sudah mengepung Jokowi," sambungnya. 

Sebelumnya diberitakan, buntut pernyataan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri soal penguasa baru yang sudah bertindak seperti zaman orde baru (orba). Ternyata membuat  Dewan Pembina TKN Prabowo-Gibran Agum Gumelar angkat bicara.

Agum Gumelar menilai bahwa narasi yang dilontarkan  tersebut sebagai kepanikan.

"Barangkali yang melontarkan itu, kalau menurut saya mungkin dalam suasana panik," pungkas Agum Gumelar kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2023) malam.

Menurut Agum Gumelra, hal itu terlalu terburu-buru apabila menjuluki paslon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming sebagai cerminan orde baru. 

Bahkan, kata dia, pernyataan yang dilontarkan Megawati disampaikan dalam suasana panik.

"Saya rasa terlalu gopoh mencap bahwa Prabowo-Gibran cerminan orde baru ya," beber Agum Gumelar.

Dia pun menilai, sikap yang dibawa paslon capres dan cawapres nomor urut dua justru mengarahkan kepada upaya menjaga kesatuan dan persatuan. Dia lantas mengajak agar masing-masing kubu tak saling menjelekkan satu sama lain.

"Semua calon baik, jangan menjelek-jelekkan. Lemparkan aja visi misi yang positif kepada masyarakat kita, yang bisa diterima oleh masyarakat kita. Jangan menjelek-jelekkan yang lain, itu tidak sehat cara-cara menjelek-jelekkan yang lain," pungkasnya.

Dalam kontestasi politik, Agum meminta agar tak menganggap rival atau lawan politik sebagai pihak yang harus dihancurkan. 

Agum Gumelar meminta supaya seluruh pihak menjalani kontestasi politik sesuai norma dan aturan main.

"Jadi, kalau ini kan kontestasi politik ya jadi jangan menganggap pihak lain sebagai musuh yang harus dihancur leburkan, harus menganggap rival yang harus dikalahkan dalam suatu kontes demokrasi. Kontes demokrasi itu ada normanya, ada aturannya. Itu yang mungkin ya nggak usah terlalu di-blowup lah gitu, salah seperti itu. Itu hanya menciptakan suasana di masyarakat kita terbelah nantinya," ucapnya. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lolos ke Babak Final Panjat Tebing Men's Lead Asian Games 2026, Srondeng Optimistis Tambah Medali untuk Indonesia

Lolos ke Babak Final Panjat Tebing Men's Lead Asian Games 2026, Srondeng Optimistis Tambah Medali untuk Indonesia

Indonesia berhasil menampilkan seluruh wakilnya di babak final panjat tebing nomor lead putri dan putra Asian Games 2026.
Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Tingkat inklusi keuangan kelompok usia muda yang tinggi belum sepenuhnya diikuti pemahaman terhadap layanan dan risiko keuangan.
Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Berbagai pihak turut mengambil peran dalam menyokong perkembangan pengusaha muda di Indonesia.
Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) direnovasi.
Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Program pemberdayaan, PNM mendorong para pembatik, khususnya perempuan pelaku usaha, agar tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan membatik

Trending

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Tingkat inklusi keuangan kelompok usia muda yang tinggi belum sepenuhnya diikuti pemahaman terhadap layanan dan risiko keuangan.
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) direnovasi.
Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Program pemberdayaan, PNM mendorong para pembatik, khususnya perempuan pelaku usaha, agar tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan membatik
Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Berbagai pihak turut mengambil peran dalam menyokong perkembangan pengusaha muda di Indonesia.
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Selengkapnya

Viral