News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Disabilitas Luput dari Perhatian, Ricardo Gulo: Saya Ingin Kursi Roda dan Sekolah

Perayaan Natal tahun ini, bagi Ricardo Gulo (13) masih tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Penyandang disabilitas asal Desa Purbatua, Kecamatan Tanotombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Sumatera Utara ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Rabu, 29 Desember 2021 - 16:39 WIB
Disabilitas Luput dari Perhatian, Ricardo Gulo: Saya Ingin Kursi Roda dan Sekolah
Sumber :
  • Tim Tvone/Dedi Herianto

Tapanuli Selatan, Sumatera Utara - Perayaan Natal tahun ini, bagi Ricardo Gulo (13) masih tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Penyandang disabilitas asal Desa Purbatua, Kecamatan Tanotombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Sumatera Utara ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
 
Dijumpai di rumahnya yang sangat sederhana, Selasa (28/12) ditemani ayah ibunya Hasapati Gulo dan Rayani Simanjuntak, Ricardo Gula menyampaikan pengharapannya di Natal dan tahun baru ini.
 
"Mau punya kursi dorong, biar bisa keluar rumah main-main, mau sekolah juga,” ujar Ricardo Gulo berharap.
 
Hasapati Gulo menceritakan, sejak kecil anaknya Ricardo Gulo sudah mengalami disabilitas. Untuk berbagai aktifitas di rumah harus digendong, karena tidak bisa berdiri.
 
"Tak sanggup beli kursi roda untuk anak saya. Untuk makan saja sehari-hari saya dan istri sudah kewalahan,” sambut Hasapati Gulo.
 
Kekurangan dalam hidup memang dirasakan keluarga ini. Untuk menghidupi Ricardo Gulo dan 3 saudaranya, Hasapati Gulo dan istrinya hanya mengandalkan sepetak tanah pertanian.
 
"Berharap dari perhatian dan kebaikan pemerintah saja yang bisa saya doakan. Agar bisa memperhatikan anak saya Ricardo Gulo. Saya ingin dia sekolah dan bergaul dengan teman-temannya," ucap Hasapati Gulo didampingi istrinya.
 
Sayangnya, harapan Hasapati Gulo dan istrinya cuma harapan tinggal harapan. Berkali kali kepala desa dan petugas Dinas Sosial datang mendata anaknya, namun tetap saja tak dapat apa apa.
 
"Anak saya tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Anak saya sering didata dan dimintai Kartu Keluarga, tapi sampai sekarang tidak pernah ada kejelasan yang nyata, cuma janji saja,” ungkap Hasapati.
 
Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 ini, menjadi pengharapan baru lagi untuk Ricardo Gulo untuk mendapat kursi roda dan bisa sekolah. Semoga terkabul. (Dedi Herianto/Lno)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gebrakan KDM soal Anggaran Daerah Disorot Anggota DPRD: Kita Kaget Tak Diajak Ngobrol

Gebrakan KDM soal Anggaran Daerah Disorot Anggota DPRD: Kita Kaget Tak Diajak Ngobrol

Yomanius juga mengakui bahwa DPRD memahami tekanan fiskal yang sedang dihadapi Pemprov Jabar.
Jadwal Beregu Asia 2026, Rabu 4 Februari: Menanti Comeback Ester Nurumi di Laga Indonesia vs Hong Kong

Jadwal Beregu Asia 2026, Rabu 4 Februari: Menanti Comeback Ester Nurumi di Laga Indonesia vs Hong Kong

Jadwal Kejuaraan Beregu Asia 2026, di mana tim bulu tangkis Indonesia di sektor putri yang diperkuat Ester Nurumi dan kawan-kawan akan memulai perjuangannya melawan Hong Kong.
Motif Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora Terus Digali, Polisi: Merasa Terganggu saat Jogging, Dilakukan secara Spontan

Motif Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora Terus Digali, Polisi: Merasa Terganggu saat Jogging, Dilakukan secara Spontan

Motif pria berinisial PJ (60) yang diduga menendang kucing sampai mati di Lapangan Kridosono Blora pada Minggu (25/1/2026) lalu terus digali oleh pihak kepolisian.
Timnas Indonesia Untung Besar, Gelombang Pemain Keturunan Hijrah ke Liga Lokal Bikin John Herdman Dapat ‘Privilege’ Jelang AFF

Timnas Indonesia Untung Besar, Gelombang Pemain Keturunan Hijrah ke Liga Lokal Bikin John Herdman Dapat ‘Privilege’ Jelang AFF

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menerima kabar menggembirakan usai derasnya arus kepulangan pemain keturunan ke kompetisi domestik. Apa itu?
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Cak Imin: Cambuk Agar Lebih Peka

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Tak Mampu Beli Buku dan Pena, Cak Imin: Cambuk Agar Lebih Peka

Diketahui, anak tersebut tinggal bersama neneknya. Sementara sang ibu yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima anaknya

Trending

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Terang-terangan 3 Pemain Asing dan Keturunan Ini Nyatakan Ingin Bela Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden Memalukan di Liga Italia, Bintang Inter Milan Blak-blakan Minta Maaf ke Emil Audero

Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.
Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Heboh Pengakuan Artis Denada Akui Ressa sebagai Anak, Ingatkan Ceramah Buya Yahya Ada Orang Tua Zalim

Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada menjadi sorotan publik. Kini sudah mengakui Ressa sebagai anak.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Open To Work di LinkedIn Berujung Kontroversi, Prilly Latuconsina Ngaku Menyesal: Aku Bukan Niat Tidak Empati

Open To Work di LinkedIn Berujung Kontroversi, Prilly Latuconsina Ngaku Menyesal: Aku Bukan Niat Tidak Empati

Aktris Prilly Latuconsina muncul klarifikasi dan minta maaf usai fitur #OpenToWork profil LinkedIn bekerja sebagai sales mengandung tidak empati ke pencaker.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT