News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bahayakan Lingkungan Sekitar Candi Borobudur, Gemabudhi Tolak Penerbangan Lampion Waisak

Menyikapi agenda rutinan penerbangan lampion yang dilakukan pada momentum Waisak, Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) menyatakan penolakan karena dapat membahayakan lingkungan sekitar Candi Borobudur.
Rabu, 15 Mei 2024 - 16:07 WIB
Anes Dwi Prasetya, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan keanggotaan DPP Gemabudhi
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Menyikapi agenda rutinan penerbangan lampion yang dilakukan pada momentum Waisak, Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) menyatakan penolakan karena dapat membahayakan lingkungan sekitar Candi Borobudur.

Acara pelepasan lampion yang diterbangkan di Kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, disarankan untuk tidak lagi dilakukan. Selain berisiko merusak bebatuan dan mengotori bangunan candi, lampion juga membahayakan lingkungan infrastruktur di sekitar kawasan bersejarah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anes Dwi Prasetya selaku Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan keanggotaan DPP Gemabudhi menyatakan, di tengah isu kerusakan lingkungan dan cuaca ektrim yang terjadi di seluruh belahan dunia. Perubahan iklim yang terjadi akibat meningkatnya suhu bumi dan pemanasan global menjadi perhatian serius di Indonesia. 

"Kita pun saat ini juga merasakan cuaca panas yang begitu ekstrim sehingga akan mudah membuat terbakar benda di sekitar terutama lampion ini,” kata Anes, Rabu (15/5), kepada wartawan.

Dampak penerbangan lampion menurutnya, dapat memicu terjadinya kebakaran hutan, gangguan penerbangan pesawat, padamnya listrik karena terbakarnya pusat tenaga listrik, hingga berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di laut, karena lampion yang sudah diterbangkan ketika padam akan kembali ke darat, ataupun ke laut yang secara otomatis akan mengganggu ekosistem di dalamnya. 

“Setinggi apa pun lampion diterbangkan, pasti akan jatuhnya ke bumi yang jelas membuat sampah dan meningkatkan kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Beberapa kasus berturut-turut, ungkap Anes, terjadi ketika lampion jatuh ke pemukiman warga. Misalnya kata Anes, pada 2022 lalu sebuah lampion jatuh tepat di atap belakang rumah seorang warga di Cilacap. Beruntungnya api lampion tersebut berhasil dipadamkan sehingga dampaknya tidak begitu besar.

tvonenews


Meski demikian kata Anes, bahaya dan dampak lingkungan dari lampion tidak bisa dianggap sepele. Pihaknya menegaskan, apapun yang diterbangkan ke atas, pasti akan turun ke bawah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gemabudhi berharap untuk lebih memaknai Hari Tri Suci Waisak seperti ajaran Guru Buddha Gautama, umat Buddha diharapkan senantiasa mengembangkan rasa cinta kasih terhadap semua makhluk tanpa terkecuali, termasuk cinta bumi dan lingkungan. Salah satunya dengan tidak menjadi salah satu pemicu kerusakan lingkungan. 

“Bersama Gemabudhi, mari merayakan Waisak dengan penuh suka cita tanpa harus merusak lingkungan kita, salah satu hal yang bisa kita gaungkan yakni dengan Pembuatan, Penyebaran, dan Penuangan Ecoenzyme. Cairan Ecoenzyme terbukti mampu mengurangi eksositem yang rusak dan bahkan memulihkan untuk menjadi sehat kembali. Pulau Bali menjadi salah satu pulau di Indonesia yang akan dinobatkan sebagai ‘pulau organik’ karena konsitensi masyrakatnya dalam melakukan penuangan Ecoenzyme di seluruh danau, sungai yang ada disana, khususnya danau Batur yang menjadi sumber kehidupan mereka,” pungkas Anes.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gaya Santai Gibran Dinilai Efektif Tarik Perhatian Gen Z, Begini Kata Pengamat

Gaya Santai Gibran Dinilai Efektif Tarik Perhatian Gen Z, Begini Kata Pengamat

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali jadi perbincangan, bukan karena agenda kenegaraan, melainkan gaya komunikasinya yang dinilai berbeda dibanding banyak tokoh politik lain.
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Enam bandara di Kolombia bagian barat mengalami kerusakan dan harus ditutup menyusul gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut, ungkap Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil) pada Senin.
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

Dugaan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat perhatian serius DPRD Kota Surabaya.
Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib terkena masa hukuman tidak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga kali bursa transfer pemain setelah FIFA memasukkan nama Maung Bandung dalam FIFA Registration Ban list per hari Senin (10/8/2026). 
Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein Sastranegara kini berstatus bandar udara internasional.

Trending

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib terkena masa hukuman tidak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga kali bursa transfer pemain setelah FIFA memasukkan nama Maung Bandung dalam FIFA Registration Ban list per hari Senin (10/8/2026). 
Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Senam Bogor Bugar kini banyak diminati karena menggabungkan unsur peregangan, koordinasi gerak, latihan pernapasan, keseimbangan, serta penguatan otot dalam satu rangkaian gerakan.
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Enam bandara di Kolombia bagian barat mengalami kerusakan dan harus ditutup menyusul gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut, ungkap Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil) pada Senin.
Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, praktik meditasi semakin banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri.
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

Dugaan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat perhatian serius DPRD Kota Surabaya.
Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi Ditangkap, Bagi-Bagi Tugas Terstruktur

Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi Ditangkap, Bagi-Bagi Tugas Terstruktur

Enam perampok spesialis nasabah bank di Jakarta dan Bekasi ditangkap. Mereka diketahui sering mengintai dan membuntuti nasabah bank. 
Selengkapnya

Viral