Viral Pengajian Gus Iqdam di Pacitan Pakai Musik DJ, Ini Penjelasan Panitia
- IST
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah pengajian yang mengundang pendakwah terkenal Muhammad Iqdam Kholid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Iqdam, dibuka dengan acara menggunakan musik DJ.
Sebuah video yang beredar di Instagram menampilkan suasana pengajian yang digelar oleh Pemkab Pacitan, Jawa Timur. Dalam video itu, pengajian dihadiri para jemaah.
Saat pembawa acara menjelaskan susunan acara, panitia memutar musik DJ saat menyambut tim hadrah.
"Dan inilah hadrah Pusat Sabilu Taubah," kata pembawa acara yang diikuti oleh alunan musik DJ, Jumat (14/2/2025).
Video tersebut akhirnya memantik ribuan komentar pro dan kontra dari warganet. Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilu Taubah pun angkat bicara terkait hal ini.
Salah satu pengurus Ponpes Sabilu Taubah, Ilham Burhanuddin alias Jebor, mengonfirmasi video viral tersebut. Ia menyebut bahwa video itu memang diambil saat acara pengajian bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan dua minggu lalu.
"Iya, itu memang musiknya seperti itu. Itu opening saat tim hadrah masuk panggung. Itu (musiknya) cuma semenit saja," katanya, Kamis (12/2).
Ilham menjelaskan musik tersebut memang disiapkan oleh tim Sabilu Taubah. Menurutnya, musik itu hanya digunakan sebagai hiburan dan untuk menarik perhatian masyarakat, terutama sebagai pengiring saat tim hadrah menuju panggung.
"Pemilihan lagu memang dari kita, pakai itu. Biar meriah, orang senang dan tertarik ikut pengajian. Jadi pakai sound horeg juga lighting bagus, agar masyarakat ikut pengajian daripada di jalan. Tidak ada salahnya kan pakai itu (musik)," ujarnya.
Sementara itu, Aksi pencopetan terjadi saat ribuan masyarakat Pacitan menghadiri pengajian Ustaz kondang, Gus Iqdam yang digelar di Alun-Alun Pacitan pada Selasa( (28/1/2025) tadi malam.
Sekitar puluhan warga yang sebagian besar merupakan jamaah dikabarkan mengalami kecopetan telepon selular. Bahkan belasan warga lain juga  kehilangan pelindung kepala atau helm.
Salah saorang  korban Edwin Aji Pratama, menjelaskan awal kejadian aksi copet itu. Saat itu dirirnya sedang mendangarkan pengajian. Tanpa disadari ponsel yang tersimpan di kantong celana itupun raib.Â
Antusias masyarakat untuk melihat Gud Idham memang sangat luar biasa. Ribuan orang bahkan terpaksa harus berdesakan di tengah kerumunan.Â
"Saat itu berdesak-desakan ditengah ribuan orang. Tanpa saya sadari handphone di kantong celana sudah hilang. Hal serupa ternyata banyak yang kehilangan juga," Terangnya.Â
Begitu  juga yang  dialami salah satu jamaah wanita  ini. Kustini (39) mengaku kehilangan ponselnya yang ia taruh di tas saat berjalan mendekati area panggung.Â
Kustini menambahkan pelaku memanfaatkan situasi ramai untuk melancarkan aksinya. Peristiwa  ini menjadi peringatan  bagi jemaah dan warga untuk lebih waspada terhadap barang berharga, terutama dalam acara yang melibatkan kerumunan masa yang cukup besar.
Masyarakat bahkan berharap penyelenggara dan utamanya pihak kepolisian untuk meningkatkan pengamanan saat acara pengajian, keagamaan perlu ditingkatkan. Pengamanan memberikan  perlindungan terhadap masyarakat dannjamaah sehingga dalam mengikuti acara tersebut merasa aman tanpa ada gangguan kriminal.Â
"Keamanan harus jadi prioritas supaya tidak merugikan masyarakat  banyak. Kalau terjadi seperti ini kan jadi perbincangan publik.. Apalagi Gus Idham gelar perdana di Pacitan,," Imbuhnya. (awo/ebs)
Load more