Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda
- FC Groningen
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Skandal paspor tengah melanda sepak bola Belanda selama beberapa pekan terakhir. Ini berawal dari pelaporan NAC Breda terhadap Go Ahead Eagles yang memainkan bek kiri Timnas Indonesia, Dean James.
Mereka kalah telak 0-6 dan menuntut laga diulang. Namun, permintaan untuk mengulang laga ditolak, dan malah berujung kepada skandal paspor pemain non-Uni Eropa.
Selain Dean James, ada tiga pemain Timnas Indonesia lainnya yang nasibnya terombang-ambing. Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Tim Geypens kini dibekukan dari skuad di klubnya masing-masing.
- Facebook - Go Ahead Eagles
Mereka harus mengurus izin kerja untuk pemain non-Uni Eropa. Selain itu, klub-klub perlu menaati aturan dengan menggaji mereka di atas 600 ribu euro per tahun karena berstatus pemain non-Uni Eropa.
Jika seorang warga negara Belanda dinaturalisasi menjadi warga negara lain, maka mereka secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda. Itulah yang terjadi kepada pemain Timnas Indonesia dan sejumlah pemain lainnya.
Hal ini juga menimpa para pemain keturunan yang dinaturalisasi Suriname dan juga Tanjung Verde. Banyak pemain keturunan Belanda yang kehilangan kewarganegaraan karena dinaturalisasi Suriname.
Salah satu di antaranya adalah Etienne Vaessen, seorang kiper Timnas Suriname. Dia baru mulai membela Suriname pada 2024 silam dan kini sudah mengantongi 15 caps.
Vaessen membela Timnas Suriname di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan bisa melaju hingga babak playoff interkontinental. Namun, pada babak semifinal yang digelar Maret lalu, Suriname kalah 1-2 dari Bolivia di semifinal.
Itu mengakhiri mimpi mereka untuk tampil di Piala Dunia 2026. Seiring dengan kegagalan tersebut, Etienne Vaessen yang kini membela Groningen memutuskan untuk kembali menjadi warga negara Belanda.
“Itu adalah pekan yang cukup lucu. Pada akhirnya, FC Groningen menanganinya dengan baik bersama para pengacara. Jadi pujian untuk mereka karena membuat saya bisa kembali bermain dalam waktu singkat,” kata Vaessen kepada RTV Noord.
Load more