GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tiba-tiba Muncul dan Bicara Membela Hercules, AM Hendropriyono Bukan Orang Sembarangan, Mertua Andika Perkasa Namanya Melegenda, Dialah...

Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono tiba-tiba muncul bela Hercules. Bagaimana sepak terjangnya di dunia intelijen Indonesia? Simak kisahnya berikut ini
Kamis, 8 Mei 2025 - 17:25 WIB
Tiba-tiba Muncul dan Bicara Membela Hercules, AM Hendropriyono Bukan Orang Sembarangan, Mertua Andika Perkasa Namanya Melegenda, Dialah...
Sumber :
  • Ist

tvOnenews.com - Kontroversi seputar sosok Hercules terus bergulir di ruang publik. Setelah video pernyataannya yang dianggap menyinggung purnawirawan TNI menjadi viral, gelombang kritik pun datang dari berbagai pihak. 

Namun, dukungan juga muncul, salah satunya dari tokoh intelijen nasional, Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono, yang menilai bahwa Hercules bukanlah sekadar preman, melainkan figur yang pernah berjuang demi Indonesia, bahkan hingga harus kehilangan sebagian anggota tubuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam wawancaranya di kanal YouTube Prof. Rhenald Kasali (4 Mei 2025), Hendropriyono membagikan kisah masa lalu Hercules ketika masih terlibat dalam operasi militer di Timor Timur bersama TNI. 

“Dia itu kita percaya pegang kunci senjata dan peluru, saking percayanya kita. Hercules bukan mantan teroris, dia mantan pahlawan,” tegasnya. 

Ia menyatakan bahwa Hercules layak dibina, bukan dihujat, mengingat perannya yang begitu vital dalam operasi negara.

Hendropriyono juga mengkritik cara sebagian publik memperlakukan Hercules.  Ia menyebut bahwa tindakan main hakim sendiri tanpa memahami latar belakang seseorang justru melukai nilai-nilai keadilan. 

“Masyarakat harus bisa menerima cerita ini. Kita harus sama-sama mengatasi premanisme secara sistemik, bukan sekadar menghakimi,” ujarnya. 

Ia pun mengingatkan bahwa Hercules merupakan salah satu korban dari gejolak sejarah dan konspirasi global, terutama dalam konflik Timor Timur yang disebutnya sebagai “perang pesanan Amerika.”

Dalam pandangannya, Hercules dan para veteran seperti Prabowo Subianto juga merupakan korban dari dinamika politik global. 

Kolase foto AM Hendropriyono dan Hercules, mantan preman Tanah Abang.
Kolase foto AM Hendropriyono dan Hercules, mantan preman Tanah Abang.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Tangkapan layar YouTube Rhenald Kasali / Julio Tri Saputra tvOnenews.com

 

“Yang nyuruh kita ke Timtim dulu siapa? Amerika. Dia mau balas kekalahannya di Vietnam. Tahun 74 dia kalah, 75 saya masuk operasi Seroja. Tapi tahun 98 kita malah diusir,” ujar Hendropriyono menyoroti ketidakadilan sejarah yang dialami prajurit Indonesia.

Lebih lanjut, Hendropriyono menggambarkan kondisi terkini Hercules sebagai “korban ekonomi.” Ia menyoroti keterbatasan fisik Hercules, kehilangan satu mata, satu tangan, dan satu kaki, serta kehidupan yang tidak layak setelah pengorbanannya demi republik. 

“Dia sekarang nggak bisa makan, yang bisa cuma mreman. Jadi siapa yang salah?” tandasnya. Meski menegaskan dirinya tetap menolak premanisme, Hendropriyono meminta publik menggunakan nurani dalam menyikapi masalah ini.

Dukungan Hendropriyono terhadap Hercules juga tak lepas dari rekam jejak panjangnya di dunia intelijen dan militer. 

Profil AM Hendropriyono 

Sosok kelahiran Yogyakarta, Mei 1945 ini merupakan purnawirawan jenderal bintang empat yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

Ia dikenal sebagai figur dengan pengalaman lengkap, dari lapangan hingga strategi negara, bahkan menjadi profesor intelijen pertama di Indonesia.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono
Sumber :
  • Instagram @AM.Hendropriyono

 

Mengenyam pendidikan militer di Akademi Militer Magelang pada 1967, Hendropriyono melanjutkan ke United States Army General Staff College di Fort Leavenworth pada 1980. 

Dalam negeri, ia juga pernah menjadi lulusan terbaik Lemhanas dan menjabat berbagai posisi penting di pemerintahan, seperti Menteri Transmigrasi dan Menteri Tenaga Kerja. 

AM Hendropriyono, Guru Besar Filsafat Intelijen

Di bidang akademik, ia dikukuhkan sebagai guru besar Filsafat Intelijen setelah memperoleh gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada pada 2009.

Hendropriyono juga dikenal aktif menulis dan membagikan pengalamannya, termasuk lewat buku SPY SI (Sebagian Pengalaman yang Saya Ingat), yang diluncurkan dalam versi fisik dan digital melalui situs resminya. 

Dengan latar belakang multidisipliner hukum, ekonomi, administrasi publik, teknik industri ia menjadi salah satu tokoh militer paling berpengaruh yang jembatani dunia militer, intelijen, dan pemikiran strategis di Indonesia.

Keterlibatannya dalam membela Hercules tidak semata-mata karena kedekatan personal, tetapi lebih pada cara pandangnya yang luas terhadap peran individu dalam sejarah bangsa. 

Hendropriyono memandang Hercules sebagai figur kompleks: pahlawan perang, korban ekonomi, dan manusia yang perlu dipahami secara utuh. 

“Lihatlah orang berkorban untuk Republik Indonesia sampai tangannya satu, matanya satu, kakinya satu,” katanya menegaskan bahwa penghormatan terhadap pejuang tak boleh dibatasi oleh persepsi masa kini semata.

Pandangan ini cukup kontras dengan kritik tajam dari sejumlah purnawirawan lain seperti Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menyebut Hercules sebagai preman. 

Namun bagi Hendropriyono, membina lebih penting daripada membinasakan. Ia menilai bahwa Hercules tidak sekadar mencerminkan sisi gelap masyarakat, tetapi juga sisi yang terlupakan yakni mereka yang telah berjuang namun terabaikan.

Melalui pembelaan ini, Hendropriyono bukan hanya mengingatkan publik untuk menilai seseorang secara utuh, tetapi juga merefleksikan cara bangsa ini memperlakukan para veteran dan korban konflik. 

Ia menutup pesannya dengan nada yang reflektif dan menyejukkan, “Bukan saya membenarkan dia, tapi kita punya hati nurani. Jangan abaikan mereka yang dulu berkorban demi republik ini.” 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bapak mertua KASAD Jenderal Andika Perkasa ini juga mendapatkan banyak penghargaan, baik penghargaan dalam dunia militer dan lainnya. 

Seperti, Bintang Mahaputera Indonesia Adipradana, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya-prestasi, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma, Bintang Dharma, Satya Lencana Bhakti untuk luka-luka di medan pertempuran. Hingga saat ini AM Hendropriyono masih aktif dunia politik di usianya ke-75 tahun. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sebanyak 2771 Peserta SNBT Lolos Jadi Calon Ksatria Airlangga

Sebanyak 2771 Peserta SNBT Lolos Jadi Calon Ksatria Airlangga

Universitas Airlangga (UNAIR) mengumumkan para calon Ksatria Airlangga jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
Penyebab Liverpool Tak Mampu Raih Trofi dan Hampir Tak Lolos ke Liga Champions Diungkap Arne Slot

Penyebab Liverpool Tak Mampu Raih Trofi dan Hampir Tak Lolos ke Liga Champions Diungkap Arne Slot

Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengungkapkan penyebab utama timnya gagal tampil maksimal sepanjang musim ini. Menurut dia, badai cedera menjadi faktor terbesar yang membuat performa The Reds menurun drastis dibanding musim sebelumnya.
Kabar Baik untuk Warga Malut, Sherly Tjoanda bakal Melegalkan Hukum Adat dengan Alasan ini

Kabar Baik untuk Warga Malut, Sherly Tjoanda bakal Melegalkan Hukum Adat dengan Alasan ini

Perlu diketahui, baru-baru ini Sherly Tjoanda menyampaikan pihaknya akan segera mengeluarkan aturan untuk legalkan hukum adat.
‎Timnas Kolombia Resmi Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, James Rodriguez dan Luis Diaz Jadi Andalan

‎Timnas Kolombia Resmi Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, James Rodriguez dan Luis Diaz Jadi Andalan

Timnas Kolombia resmi mengumumkan daftar 26 pemain untuk menghadapi Piala Dunia 2026 pada Senin (26/5). Pelatih Nestor Lorenzo tetap mempercayakan ban kapten kepada James Rodriguez dan mengandalkan Luis Diaz sebagai motor serangan La Tricolor.
Dedi Mulyadi Beri Ultimatum kepada Kepala Sekolah dan Panitia SPMB, Sekolah Maung Wajib Bersih dari Siswa Titipan

Dedi Mulyadi Beri Ultimatum kepada Kepala Sekolah dan Panitia SPMB, Sekolah Maung Wajib Bersih dari Siswa Titipan

Aksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan. KDM beri ultimatum kepada panitia SPMB dan Kepsek Sekolah Maung untuk tak terima siswa titipan.
Manajemen Persib Bandung Kirim Pesan kepada Bobotoh usai Bojan Hodak Resmi Diganti Igor Tolic

Manajemen Persib Bandung Kirim Pesan kepada Bobotoh usai Bojan Hodak Resmi Diganti Igor Tolic

Persib Bandung kembali menjadi sorotan publik setelah manajemen klub mengambil keputusan besar jelang musim baru seiring dengan pergantian Bojan Hodak untuk Igor Tolic.

Trending

Profil Igor Tolic, Asisten Bojan Hodak yang Naik Jabatan Jadi Pelatih Persib Bandung

Profil Igor Tolic, Asisten Bojan Hodak yang Naik Jabatan Jadi Pelatih Persib Bandung

Manajemen Persib Bandung memilih Igor Tolic, asisten Bojan Hodak sebagai pelatih kepala musim depan. Profilnya bisa disimak melalui penjelasan di artikel ini.
Omongan Jujur John Herdman Bikin Media Vietnam Kaget, kok Bisa-bisanya Bilang Begini soal Timnas Indonesia

Omongan Jujur John Herdman Bikin Media Vietnam Kaget, kok Bisa-bisanya Bilang Begini soal Timnas Indonesia

Media Vietnam terkejut mendengar pernyataan jujur John Herdman soal Timnas Indonesia. Apa kata John Herdman soal Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 nanti?
TRENDING: Megawati Hangestri Tak Pikirkan Red Sparks, Gubernur Sherly Tjoanda Borong Prestasi, Rekan Megatron Mendadak Curhat

TRENDING: Megawati Hangestri Tak Pikirkan Red Sparks, Gubernur Sherly Tjoanda Borong Prestasi, Rekan Megatron Mendadak Curhat

Sejumlah kabar menarik datang dari dunia olahraga dan pemerintahan. Mulai dari Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate hingga prestasi Gubernur Sherly Tjoanda.
Motif Pembunuhan Wanita di Simpang Yasmin Bogor Terbongkar, Pelaku Sakit Hati Hingga Ancam dengan Sajam

Motif Pembunuhan Wanita di Simpang Yasmin Bogor Terbongkar, Pelaku Sakit Hati Hingga Ancam dengan Sajam

Kasus pembunuhan terhadap seorang wanita yang jasadnya dibuang di Simpang Yasmin, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, menemui titik terang.
2 Pemain Timnas Indonesia Gagal Selamatkan Timnya dari Jerat Degradasi

2 Pemain Timnas Indonesia Gagal Selamatkan Timnya dari Jerat Degradasi

Jelang bergabung dengan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, kedua pemain ini harus melihat timnya terdegradasi ke kasta bawah pada musim berikutnya.
Patahkan Dugaan Mantan Kekasih, Terungkap Hubungan Sebenarnya Wanita di Simpang Yasmin Bogor dan Pelaku Pembunuhan

Patahkan Dugaan Mantan Kekasih, Terungkap Hubungan Sebenarnya Wanita di Simpang Yasmin Bogor dan Pelaku Pembunuhan

Penemuan jasad seorang wanita di Simpang Yasmin, Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor pada Sabtu (23/5/2026) kini kasusnya telah terbongkar.
Batas Usia Pensiun Anggota Polri Akan Diubah dari 58 Tahun Menjadi 60 Tahun

Batas Usia Pensiun Anggota Polri Akan Diubah dari 58 Tahun Menjadi 60 Tahun

Pemerintah berencana akan memperpanjang batas usia pensiun anggota Polri melalui revisi atau Rancangan Undang-Undang tentang Kepolisian Republik Indonesia (RUU Polri).
Selengkapnya

Viral